6 Fakta Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya, Nomor 4 Pernah Dihukum Bersihkan Toilet
Kamis, 11 Desember 2025 - 09:12 WIB
loading...
Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya tiba di Gedung Merah Putih KPK pada Rabu (10/12/2025). Foto/Nur Khabibi
A
A
A
JAKARTA - Enam fakta terkait Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya diulas dalam artikel ini. Ardito bersama empat orang lainnya terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kabupaten Lampung Tengah, Rabu (10/12/2025).
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengungkapkan, operasi senyap ini bermula dari memeriksa beberapa orang di Jakarta dan Lampung pada Selasa, 9 Desember 2025. "Tim kemudian melakukan kegiatan tangkap tangan dugaan tindak pidana korupsi di wilayah Kabupaten Lampung Tengah, pada Rabu (10/12)," kata Budi.
"Tim mengamankan sejumlah 5 orang di wilayah Lampung, untuk kemudian dibawa ke Jakarta," sambungnya.
Baca juga: OTT Bupati Lampung Tengah Diduga terkait Suap Proyek
Ardito tiba di Gedung Merah Putih KPK pada Rabu (10/12/2025) malam. Dalam kesempatan tersebut, ia terlihat memakai jaket dengan bertopi putih.
Dengan menyeret koper, Ardito langsung digiring menuju lantai dua untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kedatangannya ini sudah ditunggu sejumlah awak media. Ia pun langsung diberi sejumlah pertanyaan. "Boleh lewat," kata Ardito saat digiring memasuki Gedung Merah Putih KPK.
Ardito Wijaya belum genap menjabat Bupati Lampung Tengah. Ardito dan Wakil Bupati Lampung Tengah I Komang Koheri dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, 20 Februari 2025.
Total, ada 961 kepala daerah dari seluruh Indonesia yang dilantik secara serentak termasuk Ardito dan Komang Koheri. Terhitung hingga saat ini, Ardito baru sekitar sembulan bulan menjabat Bupati Lampung Tengah.
Pria kelahiran Bandar Jaya, 23 Januari 1980 ini diketahui baru masuk Partai Golkar. Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal Partai Golkar M. Sarmuji.
"Ya sepertinya baru masuk, baru masuk belum mantap benar. Dulu dia nyalon di pilkada pakai partai lain. Terus ini baru saja keliatan masuk (Golkar) beberapa saat lalu," ujar Sarmuji di sela acara Bimbingan Teknis anggota Fraksi Golkar DPRD Provinsi dan Kota/Kabupaten Tahap II yang digelar di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (10/12/2025).
Pada periode sebelumnya, Ardito merupakan Wakil Bupati Lampung Tengah. Musa Ahmad dan Ardito meraih 323.064 suara pada Pemilihan Bupati (Pilbup) Lampung Tengah 2020. Pasangan Musa Ahmad dan Ardito didukung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Demokrat.
Pada periode selanjutnya, Ardito bersama Komang Koheri diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Pemilihan Bupati (Pilbup) Lampung Tengah 2024. PKB memilih mendukung petahana Musa Ahmad yang berpasangan dengan Ahsan Asad Said.
Saat mendaftarkan ke KPU sebagai bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Lampung Tengah periode 2024-2029 pada Kamis (29/8/2024), Ardito mengaku masih menjabat sebagai Ketua DPC PKB Lampung Tengah.
Ardito adalah anak pertama dari Wali Kota Metro periode 2016-2021 Ahmad Pairin. Pairin juga pernah menjabat sebagai Bupati Lampung Tengah periode 2010-2015.
Pairin meninggal dunia di usia 72 tahun atau pada 27 Februari 2022 di RSUD Abdul Moeloek karena sakit pada pencernaan. Ardito meraih gelar dokter (dr.) pada 2008 setelah menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti, Jakarta.
Selanjutnya, dia melanjutkan jenjang pascasarjana di Universitas Mitra Indonesia dan lulus dengan meraih gelar Magister Kesehatan Masyarakat (M.K.M) pada 2024.
Dikutip dari laman resmi Pemkab Lampung Tengah, riwayat pekerjaan Ardito sebelum menjadi kepala daerah antara lain Dokter Muda Puskesmas Seputih Surabaya (2010-2011), Dokter Muda Puskesmas Rumbia (2011-2012), dan Kabid P2PL Dinas Kesehatan Lampung Tengah (2014-2016).
Sejumlah kursus atau diklat yang pernah dilaluinya adalah pelatihan Hiperkes dan Keselamatan Kerja bagi Dokter Perusahaan/Instansi (2007), Tata Laksana Terkini Mengatasi Masalah pada Menopause (2007), Penatalaksanaan Komprehensif “Nyeri” Terkini (2009).
Kemudian, Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (2009), Teknologi Kontrasepsi Terkini (2011), PB Tuberkulosis bagi petugas TB UPK (2011), dan Practical Approach to Lung Health (PAL) pada 2013.
Ardito pernah dihukum sanksi sosial berupa membersihkan fasilitas umum. Hakim tunggal PN Gunung Sugih menyatakan Ardito terbukti bersalah melanggar protokol kesehatan dengan tidak mengenakan masker ketika bernyanyi dan berjoget di acara resepsi pada 20 Juni 2021.
Saat itu, Ardito masih menjabat Wakil Bupati Lampung Tengah. Dengan mengenakan rompi berwarna merah bertuliskan “Pelanggar Prokes Covid-19”, Ardito menyapu Jalan Sritanjung pada Rabu (4/7/2021).
Dia juga membersihkan fasilitas umum Masjid Al Hikmah di Dusun Sri Tanjung, Kampung Tanjung Ratu Ilir, Kecamatan Way Pengubuan. Di sana, Ardito membersihkan ruangan bagian dalam masjid, tempat wudhu, toilet, menanam pohon, serta membersihkan lingkungan bagian luar masjid.
Ardito juga pernah tertangkap kamera sedang tertidur ketika mengikuti rapat dengan Badan Legislasi (Baleg) DPR RI. Posisi kepalanya tertunduk dengan tangan terlipat. Dia dibangunkan oleh oleh Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama.
Ardito memiliki harta sebesar Rp12.857.356.389. Data tersebut tercatat dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan ke KPK pada 10 April 2025.
Harta itu terdiri dari tanah dan bangunan sebesar Rp12.035.000.000, alat transportasi dan mesin sebesar Rp705.000.000, serta kas dan setara kas Rp117.356.389.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengungkapkan, operasi senyap ini bermula dari memeriksa beberapa orang di Jakarta dan Lampung pada Selasa, 9 Desember 2025. "Tim kemudian melakukan kegiatan tangkap tangan dugaan tindak pidana korupsi di wilayah Kabupaten Lampung Tengah, pada Rabu (10/12)," kata Budi.
"Tim mengamankan sejumlah 5 orang di wilayah Lampung, untuk kemudian dibawa ke Jakarta," sambungnya.
Baca juga: OTT Bupati Lampung Tengah Diduga terkait Suap Proyek
Ardito tiba di Gedung Merah Putih KPK pada Rabu (10/12/2025) malam. Dalam kesempatan tersebut, ia terlihat memakai jaket dengan bertopi putih.
Dengan menyeret koper, Ardito langsung digiring menuju lantai dua untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kedatangannya ini sudah ditunggu sejumlah awak media. Ia pun langsung diberi sejumlah pertanyaan. "Boleh lewat," kata Ardito saat digiring memasuki Gedung Merah Putih KPK.
1. Belum Genap Setahun Menjabat Bupati
Ardito Wijaya belum genap menjabat Bupati Lampung Tengah. Ardito dan Wakil Bupati Lampung Tengah I Komang Koheri dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, 20 Februari 2025.
Total, ada 961 kepala daerah dari seluruh Indonesia yang dilantik secara serentak termasuk Ardito dan Komang Koheri. Terhitung hingga saat ini, Ardito baru sekitar sembulan bulan menjabat Bupati Lampung Tengah.
2. Kader baru Partai Golkar
Pria kelahiran Bandar Jaya, 23 Januari 1980 ini diketahui baru masuk Partai Golkar. Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal Partai Golkar M. Sarmuji.
"Ya sepertinya baru masuk, baru masuk belum mantap benar. Dulu dia nyalon di pilkada pakai partai lain. Terus ini baru saja keliatan masuk (Golkar) beberapa saat lalu," ujar Sarmuji di sela acara Bimbingan Teknis anggota Fraksi Golkar DPRD Provinsi dan Kota/Kabupaten Tahap II yang digelar di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (10/12/2025).
Pada periode sebelumnya, Ardito merupakan Wakil Bupati Lampung Tengah. Musa Ahmad dan Ardito meraih 323.064 suara pada Pemilihan Bupati (Pilbup) Lampung Tengah 2020. Pasangan Musa Ahmad dan Ardito didukung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Demokrat.
Pada periode selanjutnya, Ardito bersama Komang Koheri diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Pemilihan Bupati (Pilbup) Lampung Tengah 2024. PKB memilih mendukung petahana Musa Ahmad yang berpasangan dengan Ahsan Asad Said.
Saat mendaftarkan ke KPU sebagai bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Lampung Tengah periode 2024-2029 pada Kamis (29/8/2024), Ardito mengaku masih menjabat sebagai Ketua DPC PKB Lampung Tengah.
3. Anak Pejabat
Ardito adalah anak pertama dari Wali Kota Metro periode 2016-2021 Ahmad Pairin. Pairin juga pernah menjabat sebagai Bupati Lampung Tengah periode 2010-2015.
Pairin meninggal dunia di usia 72 tahun atau pada 27 Februari 2022 di RSUD Abdul Moeloek karena sakit pada pencernaan. Ardito meraih gelar dokter (dr.) pada 2008 setelah menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti, Jakarta.
Selanjutnya, dia melanjutkan jenjang pascasarjana di Universitas Mitra Indonesia dan lulus dengan meraih gelar Magister Kesehatan Masyarakat (M.K.M) pada 2024.
Dikutip dari laman resmi Pemkab Lampung Tengah, riwayat pekerjaan Ardito sebelum menjadi kepala daerah antara lain Dokter Muda Puskesmas Seputih Surabaya (2010-2011), Dokter Muda Puskesmas Rumbia (2011-2012), dan Kabid P2PL Dinas Kesehatan Lampung Tengah (2014-2016).
Sejumlah kursus atau diklat yang pernah dilaluinya adalah pelatihan Hiperkes dan Keselamatan Kerja bagi Dokter Perusahaan/Instansi (2007), Tata Laksana Terkini Mengatasi Masalah pada Menopause (2007), Penatalaksanaan Komprehensif “Nyeri” Terkini (2009).
Kemudian, Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (2009), Teknologi Kontrasepsi Terkini (2011), PB Tuberkulosis bagi petugas TB UPK (2011), dan Practical Approach to Lung Health (PAL) pada 2013.
4. Pernah Dihukum Bersihkan Toilet hingga Ngepel
Ardito pernah dihukum sanksi sosial berupa membersihkan fasilitas umum. Hakim tunggal PN Gunung Sugih menyatakan Ardito terbukti bersalah melanggar protokol kesehatan dengan tidak mengenakan masker ketika bernyanyi dan berjoget di acara resepsi pada 20 Juni 2021.
Saat itu, Ardito masih menjabat Wakil Bupati Lampung Tengah. Dengan mengenakan rompi berwarna merah bertuliskan “Pelanggar Prokes Covid-19”, Ardito menyapu Jalan Sritanjung pada Rabu (4/7/2021).
Dia juga membersihkan fasilitas umum Masjid Al Hikmah di Dusun Sri Tanjung, Kampung Tanjung Ratu Ilir, Kecamatan Way Pengubuan. Di sana, Ardito membersihkan ruangan bagian dalam masjid, tempat wudhu, toilet, menanam pohon, serta membersihkan lingkungan bagian luar masjid.
5. Tidur saat Rapat di DPR
Ardito juga pernah tertangkap kamera sedang tertidur ketika mengikuti rapat dengan Badan Legislasi (Baleg) DPR RI. Posisi kepalanya tertunduk dengan tangan terlipat. Dia dibangunkan oleh oleh Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama.
6. Punya Harta Rp12 Miliar
Ardito memiliki harta sebesar Rp12.857.356.389. Data tersebut tercatat dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan ke KPK pada 10 April 2025.
Harta itu terdiri dari tanah dan bangunan sebesar Rp12.035.000.000, alat transportasi dan mesin sebesar Rp705.000.000, serta kas dan setara kas Rp117.356.389.
(rca)
Lihat Juga :