Apresiasi Ferry Irwandi dan Relawan, Anggota DPR: Kolaborasi Kunci Penanganan Bencana
Rabu, 10 Desember 2025 - 22:14 WIB
loading...
Anggota Komisi III DPR Abdullah mengapresiasi influencer sekaligus aktivis Ferry Irwandi yang bersama para relawan telah mengumpulkan dana untuk korban bencana Sumatera. Foto/Dok. PKB
A
A
A
JAKARTA - Anggota Komisi III DPR Abdullah mengapresiasi influencer sekaligus aktivis Ferry Irwandi yang bersama para relawan telah mengumpulkan dana untuk korban bencana Sumatera. Mereka juga turun langsung ke lokasi bencana untuk membantu para korban.
Abduh, sapaan akrabnya mengatakan, apa yang dilakukan Ferry dan para relawan adalah bukti nyata dari empati terhadap korban bencana yang membutuhkan bantuan dari berbagai pihak. "Saya memberikan apresiasi kepada Bung Ferry dan para relawan yang telah berjuang membantu korban bencana di pulau Sumatera dengan pengumpulan dana dan turun langsung ke lokasi bencana. Dan saya sepakat dengan pernyataan Bung Ferry, kolaborasi adalah kunci dari penanganan bencana ini," katapolitikusdari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta, Rabu (10/12/2025). Baca juga: Dalam 24 Jam, Ferry Irwandi Kumpulkan Dana Rp8,2 Miliar untuk Pemulihan Banjir dan Longsor Sumatra
Sebelumnya Ferry mendapatkan kritik dari berbagai pihak terkait pernyataannya yang disebut mengatakan negara tutup mata terhadap korban bencana ini. Bahkan ada rekaman suara dari korban bencana yang menceritakan telah terjadi pelecehan seksual di lokasi bencana. Ferry juga dinilai melebihkan-lebihkan kondisi di daerah bencana dengan menyebutnya mencekam.
Terkait tudingan tersebut, Ferry pun telah membantah. Ia menegaskan, tidak pernah mengatakan negara tutup mata dengan bencana ini. Terkait kondisi mencekam dan isu pelecehan seksual yang dialami seorang perempuan di lokasi bencana, Ferry menyebutnya hal itu muncul spontan dalam sesi live streaming penggalangan dana seminggu lalu. Sumbernya penelepon yang menceritakan situasi lapangan.
Klarifikasi dari Ferry tersebut, menurut Abduh, sudah menjelaskan posisi Ferry dan para relawan adalah fokus menangani bencana dengan kolaborasi berbagai pihak. Mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah serta CSO dan NGO.
Selain itu, Ferry juga mengajak untuk memprioritaskan kelompok rentan seperti perempuan dan anak di seluruh daerah bencana khususnya daerah pedalaman yang sulit diakses. "Jadi menurut saya, kita sudahi perdebatan yang menyudutkan ini. Fokus kita untuk menangani bencana, dan ini berangkat dari solidaritas nasional," jelasnya.
Anggota Baleg DPR ini menjelaskan solidaritas nasional dalam penanganan bencana ini telah terbukti melalui kolaborasi antara Ferry, para relawan dengan TNI-Polri dan aparatur negara lainnya. Hal ini terlihat misalnya saat Ferry dan para relawan kesulitan menyalurkan bantuan yang dibawa ke lokasi bencana.
Polri melalui Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Mabes Polri membantu Ferry dan para relawan untuk mengangkut bantuan seberat 2,6 ton dengan pesawat Fokker 27. Untuk memasuki daerah terisolir dan terpencil, TNI juga membantu dengan helikopter dan pesawat Hercules.
"Saya mendukung kolaborasi yang positif TNI-Polri dan masyarakat sipil dalam menangani bencana ini. Kolaborasi ini mesti ditingkatkan baik dari kuantitas maupun kulitasnya, agar penanganan bencana di pulau Sumatera dapat dipercepat atau dilakukan lebih efektif lagi," tandasnya. Baca juga: Update Korban Bencana Sumatera: 969 Orang Meninggal Dunia, 252 Jiwa Hilang
Terakhir, Abduh pun menegaskan DPR mendukung pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (Gus Imin) yang mengajak semua pihak melakukan tobatan nasuha atau tobatan ekologis agar bencana banjir dan tanah longsor ini tidak berulang.
"DPR mendukung seruan tobatan ekologis ini, mulai dari menghentikan deforestisasi, mengembalikan fungsi kawasan lindung, merestorasi DAS dan yang pasti kepolisian mesti memberikan sanksi tegas kepada para perusak lingkungan," terangnya.
Abduh, sapaan akrabnya mengatakan, apa yang dilakukan Ferry dan para relawan adalah bukti nyata dari empati terhadap korban bencana yang membutuhkan bantuan dari berbagai pihak. "Saya memberikan apresiasi kepada Bung Ferry dan para relawan yang telah berjuang membantu korban bencana di pulau Sumatera dengan pengumpulan dana dan turun langsung ke lokasi bencana. Dan saya sepakat dengan pernyataan Bung Ferry, kolaborasi adalah kunci dari penanganan bencana ini," katapolitikusdari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta, Rabu (10/12/2025). Baca juga: Dalam 24 Jam, Ferry Irwandi Kumpulkan Dana Rp8,2 Miliar untuk Pemulihan Banjir dan Longsor Sumatra
Sebelumnya Ferry mendapatkan kritik dari berbagai pihak terkait pernyataannya yang disebut mengatakan negara tutup mata terhadap korban bencana ini. Bahkan ada rekaman suara dari korban bencana yang menceritakan telah terjadi pelecehan seksual di lokasi bencana. Ferry juga dinilai melebihkan-lebihkan kondisi di daerah bencana dengan menyebutnya mencekam.
Terkait tudingan tersebut, Ferry pun telah membantah. Ia menegaskan, tidak pernah mengatakan negara tutup mata dengan bencana ini. Terkait kondisi mencekam dan isu pelecehan seksual yang dialami seorang perempuan di lokasi bencana, Ferry menyebutnya hal itu muncul spontan dalam sesi live streaming penggalangan dana seminggu lalu. Sumbernya penelepon yang menceritakan situasi lapangan.
Klarifikasi dari Ferry tersebut, menurut Abduh, sudah menjelaskan posisi Ferry dan para relawan adalah fokus menangani bencana dengan kolaborasi berbagai pihak. Mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah serta CSO dan NGO.
Selain itu, Ferry juga mengajak untuk memprioritaskan kelompok rentan seperti perempuan dan anak di seluruh daerah bencana khususnya daerah pedalaman yang sulit diakses. "Jadi menurut saya, kita sudahi perdebatan yang menyudutkan ini. Fokus kita untuk menangani bencana, dan ini berangkat dari solidaritas nasional," jelasnya.
Anggota Baleg DPR ini menjelaskan solidaritas nasional dalam penanganan bencana ini telah terbukti melalui kolaborasi antara Ferry, para relawan dengan TNI-Polri dan aparatur negara lainnya. Hal ini terlihat misalnya saat Ferry dan para relawan kesulitan menyalurkan bantuan yang dibawa ke lokasi bencana.
Polri melalui Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Mabes Polri membantu Ferry dan para relawan untuk mengangkut bantuan seberat 2,6 ton dengan pesawat Fokker 27. Untuk memasuki daerah terisolir dan terpencil, TNI juga membantu dengan helikopter dan pesawat Hercules.
"Saya mendukung kolaborasi yang positif TNI-Polri dan masyarakat sipil dalam menangani bencana ini. Kolaborasi ini mesti ditingkatkan baik dari kuantitas maupun kulitasnya, agar penanganan bencana di pulau Sumatera dapat dipercepat atau dilakukan lebih efektif lagi," tandasnya. Baca juga: Update Korban Bencana Sumatera: 969 Orang Meninggal Dunia, 252 Jiwa Hilang
Terakhir, Abduh pun menegaskan DPR mendukung pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (Gus Imin) yang mengajak semua pihak melakukan tobatan nasuha atau tobatan ekologis agar bencana banjir dan tanah longsor ini tidak berulang.
"DPR mendukung seruan tobatan ekologis ini, mulai dari menghentikan deforestisasi, mengembalikan fungsi kawasan lindung, merestorasi DAS dan yang pasti kepolisian mesti memberikan sanksi tegas kepada para perusak lingkungan," terangnya.
(poe)
Lihat Juga :