Prof Nuh: Penunjukan Pj Ketum PBNU Sah, Rapat Pleno Amanatkan Kyai Zulfa Percepat Muktamar
Rabu, 10 Desember 2025 - 13:52 WIB
loading...
A
A
A
Dalam kesempatan ini Prof Nuh juga menyampaikan amanat para alim ulama kepada pejabat ketua umum PBNU untuk meningkatkan kualitas tata kelola organisasi sehingga resources yang dimiliki dapat bermanfaat secara seoptimal untuk memberikan layanan kepada jamiyah, kepada masyarakat secara keseluruhan.
“Dan yang terakhir, yang tidak kalah penting yaitu membangun dan mengembangkan tradisi-tradisi keadaban sesuai nilai-nilai al-sunnah wal-jama'ah. Karena ini menjadi sangat penting membangun tradisi-tradisi keadaban itu. Itu beberapa rekomendasi yang sudah disepakati dalam rapat, beliau ini yang kita harapkan nanti Yang Mulia KH Zulfa Mustofa bisa segera melakukan konsolidasi dan menerjemahkannya dalam bahasa yang operasional,” ucapnya.
Di tempat yang sama, Pj Ketua Umum PBNU KH Zulfa Mustofa siap menjalankan rekomendasi rapat pleno PBNU. Dia juga meminta doa dan dukungan seluruh pihak karena amanah yang diemban sangat berat. Baca juga: Nahdlatul Ulama, Politik Santri dan Geger 1965-1966
“Pertama saya ingin menyampaikan amanah yang diberikan kepada saya adalah amanah yang berat, sungguh berat. Tapi saya punya keyakinan dengan dukungan semua pihak, wabil khusus dari jajaran syuriah, rais am PBNU dan jajarannya dari jajaran penasehat para ulama-ulama sepuh, mustasyar PBNU dan seluruh pengasuh-pengasuh pesantren di Indonesia beserta tentunya sahabat-sahabat kami, teman-teman kami di tanfidziah PBNU dan juga seluruh pengurus NU di tingkat wilayah provinsi, cabang, sampai ranting. Dengan dukungan semuanya, saya yakin Insya Allah amanah yang berat itu akan menjadi ringan,” katanya.
Kyai Zulfa juga mengajak semua pihak untuk bersatu demi kebaikan bersama. “Kepada seluruh pengurus NU baik di tingkat pusat, provinsi atau PWNU, cabang, kota, kabupaten dan juga di bawahnya, saya mengajak semua marilah kita kembali bersatu kompak, mengamalkan apa yang disampaikan oleh Hadratus Syaikh Hasyim As’yari, pendiri organisasi ini, muasis organisasi ini. Dalam mukaddimah qanun asasi,” ucapnya.
“Dan yang terakhir, yang tidak kalah penting yaitu membangun dan mengembangkan tradisi-tradisi keadaban sesuai nilai-nilai al-sunnah wal-jama'ah. Karena ini menjadi sangat penting membangun tradisi-tradisi keadaban itu. Itu beberapa rekomendasi yang sudah disepakati dalam rapat, beliau ini yang kita harapkan nanti Yang Mulia KH Zulfa Mustofa bisa segera melakukan konsolidasi dan menerjemahkannya dalam bahasa yang operasional,” ucapnya.
Di tempat yang sama, Pj Ketua Umum PBNU KH Zulfa Mustofa siap menjalankan rekomendasi rapat pleno PBNU. Dia juga meminta doa dan dukungan seluruh pihak karena amanah yang diemban sangat berat. Baca juga: Nahdlatul Ulama, Politik Santri dan Geger 1965-1966
“Pertama saya ingin menyampaikan amanah yang diberikan kepada saya adalah amanah yang berat, sungguh berat. Tapi saya punya keyakinan dengan dukungan semua pihak, wabil khusus dari jajaran syuriah, rais am PBNU dan jajarannya dari jajaran penasehat para ulama-ulama sepuh, mustasyar PBNU dan seluruh pengasuh-pengasuh pesantren di Indonesia beserta tentunya sahabat-sahabat kami, teman-teman kami di tanfidziah PBNU dan juga seluruh pengurus NU di tingkat wilayah provinsi, cabang, sampai ranting. Dengan dukungan semuanya, saya yakin Insya Allah amanah yang berat itu akan menjadi ringan,” katanya.
Kyai Zulfa juga mengajak semua pihak untuk bersatu demi kebaikan bersama. “Kepada seluruh pengurus NU baik di tingkat pusat, provinsi atau PWNU, cabang, kota, kabupaten dan juga di bawahnya, saya mengajak semua marilah kita kembali bersatu kompak, mengamalkan apa yang disampaikan oleh Hadratus Syaikh Hasyim As’yari, pendiri organisasi ini, muasis organisasi ini. Dalam mukaddimah qanun asasi,” ucapnya.
(poe)
Lihat Juga :