Penyampaian Informasi Potensi Bencana Harus Diperbaiki agar Dipahami Masyarakat

Senin, 08 Desember 2025 - 23:19 WIB
loading...
Penyampaian Informasi...
Pakar hidrometeorologi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Armi Susandi. Foto/Dok SindoNews
A A A
JAKARTA - Bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara menewaskan lebih dari 900 orang. Perbaikan penyampaian informasi tentang bencana yang mengancam masyarakat hendaknya segera dilakukan.

Menurut pakar hidrometeorologi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Armi Susandi , kita gagap dalam menyampaikan informasi yang punya skala prioritas yang tinggi. "Kita tidak bisa membedakan tinggi atau rendahnya (potensi bencana), sehingga narasi kita itu seakan sama saja," kata Armi dalam siniar atau podcast To The Point Aja yang tayang di YouTube SindoNews, Senin (8/12/2025).

Armi menjelaskan, seharusnya dalam lima hari ke depan kita tahu persis apa cuaca ekstrem yang akan terjadi di Indonesia. Menurutnya, dalam tempo dua minggu, sudah ketahuan siklon ada di mana, berkembang ke mana. Karena itu, daerah mana saja yang akan kena dampak siklon juga akan diketahui.

Baca Juga: Belajar dari Bencana Sumatera

Menurut Armi, selama ini penyampaian informasi soal potensi bencana tidak ada penekanan alias datar saja. Seharusnya, ada penekanan soal potensi bencana yang akan melanda.

"Contoh gini, saya akan bilang di daerah Menteng akan terjadi banjir 1 meter, orang akan (bereaksi), 'Oh, bahaya itu'. Nah, itu sama dengan luar negeri," kata Armi.

Armi mencontohkan, di luar negeri biasanya ada informasi soal ketinggian salju. "Akan ada salju turun, ketinggian salju adalah 1 meter. Kita sudah bisa bayangkan, berarti kita harus bawa apa. Atau cuma 30 senti (sentimeter), oh itu aman. Jadi analogi cara komunikasi ini perlu kita perbaiki supaya dipahami masyarakat," ujarnya.

Baca Juga: Update Jumlah Korban Bencana Sumatera: 961 Orang Meninggal, 293 Hilang

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali melakukan update data korban meninggal akibat bencana banjir dan longsor di tiga provinsi di Sumatera yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Data Senin (8/12/2025) pukul 16.00 WIB, total 961 orang meninggal dunia dan 293 dinyatakan hilang.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengungkapkan bahwa tim gabungan yang dipimpin Basarnas telah menemukan tambahan sebanyak 40 jenazah di Aceh, sehingga menjadi 389 meninggal.

"Pada hari ini hari ini per pukul 16.00 WIB, sekali lagi, innalillahi wa innailaihirojiun, empati dan simpati yang sangat mendalam bagi saudara-saudara kita korban. Tim yang dipimpin Basarnas atau tim gabungan menemukan 40 jenazah, 40 jasad dengan rincian untuk Aceh itu bertambah 23 dari 366 kemarin menjadi hari ini 389 jiwa meninggal dunia," kata Aam, sapaan Abdul Muhari saat Konferensi Pers secara virtual, Senin (8/12/2025).

Aam juga melaporkan di wilayah Sumatera Utara ditemukan sebanyak 9 jenazah pada hari ini, sehingga total menjadi 338 jiwa meninggal. Selanjutnya, di Sumatera Barat kembali ditemukan sebanyak 8 jenazah, sehingga total 234 jiwa meninggal.



Aam mengatakan bahwa angka korban hilang yang sebelumnya sebanyak 392 jiwa, hari ini menjadi 293 jiwa. "BNPB mencatat secara total korban hilang berkurang dari hari kemarin di angka 392 jiwa hari ini yang terdaftar di Pusdalops BNPB dari rekapitulasi dari 3 provinsi sebanyak 293 jiwa. Tentu saja tim gabungan di lapangan akan terus melakukan upaya semaksimal mungkin seoptimal mungkin, seefektif mungkin agar jumlah korban yang saat ini masih hilang bisa kita minimalkan bisa, kita reduksi sedikit mungkin."
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
25 Wilayah Indonesia...
25 Wilayah Indonesia Berpotensi Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Mindanao Filipina
Dasco Panggil Satgas...
Dasco Panggil Satgas Percepatan Penanganan Bencana Sumatera
Perkuat Penanganan Bencana...
Perkuat Penanganan Bencana Daerah, Kemendagri Dorong Transformasi Tata Kelola BPBD
BNPB Ungkap Indonesia...
BNPB Ungkap Indonesia Peringkat Ketiga Negara dengan Risiko Bencana Tertinggi di Dunia
Komaruddin Hidayat:...
Komaruddin Hidayat: Pers Masih Jadi Rujukan Utama Masyarakat di Tengah Ledakan Informasi
Kemendagri: Permendagri...
Kemendagri: Permendagri 18/2025 Tempatkan BPBD Pemegang Komando Penanganan Bencana
6 Fakta Gempa Kerak...
6 Fakta Gempa Kerak Dangkal M6,7 di Jalur Sesar Aktif Sulawesi Tengah
BMKG Pantau Potensi...
BMKG Pantau Potensi Likuefaksi usai Gempa Besar M6,7 di Palu Sulteng
BMKG: 9 Gempa Susulan...
BMKG: 9 Gempa Susulan Terjadi Pascagempa M6,7 di Palu
Rekomendasi
Amalan Hari Asyura 10...
Amalan Hari Asyura 10 Muharram: Puasa Asyura, Sedekah, dan Meluaskan Rezeki Keluarga
Evan Marvino Bantah...
Evan Marvino Bantah Tudingan KDRT Terhadap Istri: Tidak Ada Pemukulan
Messi, Mbappe, Haaland...
Messi, Mbappe, Haaland Gacor: Ronaldo Masih Layak Disebut Kandidat Peraih Sepatu Emas?
Berita Terkini
Ketua BEM FH UBK yang...
Ketua BEM FH UBK yang Bertemu Gibran Ngaku Terima Uang Rp20 Juta, Wamensesneg: Nanti Saya Monitor Dulu
Prabowo Resmikan 1.151...
Prabowo Resmikan 1.151 Km Jalan Daerah: Jadi Urat Nadi Perekonomian Rakyat
Tingkatkan Layanan Kesehatan...
Tingkatkan Layanan Kesehatan di Rumah Sakit, RS Pelni Gelar Pelatihan AI
Mahasiswa UBK Desak...
Mahasiswa UBK Desak Pengurus BEM yang Bertemu Gibran Mundur dari Jabatan karena Diduga Terima Uang
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dikabulkan Penangguhan Penahannya, Kubu Jokowi Buka Suara
Penahanan Roy Suryo...
Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangguhkan Kejaksaan, Kapolri: Kewajiban Kami Telah Selesai
Infografis
Pangeran William Lindungi...
Pangeran William Lindungi Putri Charlotte Agar Tak Bernasib seperti Harry
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved