Nadirsyah Hosen: Marwah NU ada di Rais Aam

Senin, 08 Desember 2025 - 13:57 WIB
loading...
Nadirsyah Hosen: Marwah...
Akademisi dan tokoh NU yang kini menetap di Australia, Prof Nadirsyah Hosen menyampaikan pandangan tegas mengenai dinamika internal PBNU yang jadi polemik. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Akademisi dan tokoh Nahdlatul Ulama (NU) yang kini menetap di Australia, Prof Nadirsyah Hosen menyampaikan pandangan tegas mengenai dinamika internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang belakangan memicu perdebatan publik. Dalam pernyataan tertulisnya, Gus Nadir, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa dirinya memilih untuk berada di barisan Rais Aam dan dua Wakil Rais Aam, terlepas dari hiruk pikuk tafsir prosedur maupun manuver para aktivis organisasi.

Menurut Gus Nadir, NU sejak awal berdiri adalah jam’iyyah ulama. Karena itu, arah dan marwah organisasi seharusnya tetap berada di tangan Syuriah yang dipimpin Rais Aam, bukan bergeser menjadi organisasi teknokratis yang dikendalikan oleh perdebatan AD/ART semata.

Baca juga: Ini Kesimpulan Pertemuan Forum Sesepuh dan Mustasyar Nahdlatul Ulama di Pesantren Tebuireng

“NU ini kan Nahdlatul Ulama, bukan Nahdlatul prosedur AD/ART,” kata dia.



Ia menilai, bahaya terbesar yang mengintai NU adalah ketika keputusan-keputusan Syuriyah yang secara tradisi merupakan otoritas tertinggi, dimentahkan oleh tafsir prosedural dan kekuatan voting para aktivis. Jika pola demikian dibiarkan, kata Gus Nadir, maka peranan Syuriyah perlahan akan terpinggirkan.

“Kebenaran yang dijaga oleh Rais Aam dan dua Wakil Rais Aam akan dimentahkan oleh tafsir prosedur dan kekuatan voting para aktivis,” kata Gus Nadir.

“Lama-lama peranan Syuriyah akan terus dibatasi dan dipinggirkan oleh para aktivis,” ujarnya.

Baca juga: Elite PBNU Dinilai Kehilangan Legitimasi, Diperlukan Reformasi Total Kepengurusan

Gus Nadir menegaskan sikap pribadinya lebih memilih berpegang pada kepemimpinan para ulama meskipun ijtihad mereka bisa saja tidak sempurna, ketimbang mengikuti aktivis organisasi sekalipun secara administratif mereka benar.

“Saya memilih lebih baik bersama Rais Aam dan dua Wakil Rais Aam meskipun seandainya ijtihad beliau salah, ketimbang bersama para aktivis organisasi meskipun seandainya ijtihad mereka benar,” kata dia

Ia menutup pernyataannya dengan refleksi tajam tentang arah masa depan NU. Bila khidmat dalam NU hanya berfokus pada kepatuhan teknis bukan ketundukan pada ulama maka hilanglah esensi spiritual yang selama ini menjadi kekuatan terbesar jam’iyyah.

“Kalau ber-NU bukan lagi berkhidmat pada ulama, tapi berkhidmat pada AD/ART, saya tidak tahu lagi di mana keramat dan berkatnya ber-NU ini,” ujar Gus Nadir.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Calon Ketum PBNU Gus Salam Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-NTT
Tata Kelola Saja Tidak...
Tata Kelola Saja Tidak Cukup, Gus Ma’shum: NU juga Butuh Tata Krama
Nahdlatul Ulama: Pesantren...
Nahdlatul Ulama: Pesantren dan Kedaulatan Masyarakat Sipil
Halaqoh Kiai Muda NU...
Halaqoh Kiai Muda NU Soroti Kepemimpinan di PBNU
Sapi Kurban Banpres...
Sapi Kurban Banpres Prabowo Dibiayai APBN, Ulama NU Sebut Sah Menurut Fikih
Keresahan Warga NU Menguat,...
Keresahan Warga NU Menguat, Mubes DIY Desak PBNU Kembali ke Khittah
Bertemu PWNU dan PCNU...
Bertemu PWNU dan PCNU se-Bengkulu, Gus Salam: Soliditasnya Bisa Jadi Teladan PBNU
Calon Ketum PBNU Gus...
Calon Ketum PBNU Gus Salam Sowan ke Rais Syuriyah dan Ketua PWNU Sulsel
Nahdliyin Muda Batang:...
Nahdliyin Muda Batang: Siapa pun Ketum PBNU Harus Bisa Memperkuat Posisi NU
Rekomendasi
Jangan Salah Kaprah!...
Jangan Salah Kaprah! Begini Cara Menyambut Tahun Baru Islam Menurut Syariat
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Pertamax Naik Picu Migrasi...
Pertamax Naik Picu Migrasi Besar-besaran ke Pertalite, Subsidi BBM Jebol?
Berita Terkini
Dewan Pers dan Konstituen...
Dewan Pers dan Konstituen Matangkan Usulan Pengaturan Karya Jurnalistik dalam RUU Hak Cipta
Mensesneg Sebut Bakal...
Mensesneg Sebut Bakal Ada Pengurangan Anggaran MBG
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Ketum Rampai Nusantara:...
Ketum Rampai Nusantara: Kami Yakin Roy Suryo Akan Segera Ditahan
Yusril Bicara Kedekatan...
Yusril Bicara Kedekatan Prabowo-Trump, Sebut Hubungan RI-AS Tak Sekadar Urusan Pemerintah
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Calon Ketum PBNU Gus Salam Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-NTT
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved