Seskab Teddy Catat 7 Arahan Presiden Prabowo untuk Tangani Bencana Sumatera
Senin, 08 Desember 2025 - 12:04 WIB
loading...
Seskab Teddy Indra Wijaya mencatat tujuh arahan Presiden Prabowo Subianto untuk penanganan bencana di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Foto/BPMI Setpres
A
A
A
ACEH BESAR - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mencatat tujuh arahan Presiden Prabowo Subianto untuk penanganan bencana alam tiga provinsi Sumatera yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Arahan Presiden Prabowo ini saat memimpin rapat terbatas khusus di Pos Pendamping Nasional Penanganan Bencana Alam Aceh di Pangkalan TNI AU Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, pada Minggu, 7 Desember 2025.
Seskab Teddy mencatat arahan pertama Kepala Negara yakni pentingnya kecepatan, ketepatan, dan konsistensi tindakan dari seluruh unsur pemerintah untuk memastikan keselamatan dan pemulihan warga terdampak.
Baca juga: Kapolri: 221 Jenazah Banjir Aceh-Sumatera Belum Teridentifikasi
"Kedua, operasi terpadu TNI, Polri, Basarnas, BNPB, serta pemerintah daerah terus diperkuat, khususnya dalam mempercepat distribusi bantuan, memastikan keamanan wilayah, dan memulihkan konektivitas antardaerah yang terputus akibat bencana," tulis Seskab Teddy lewat akun media sosial Instagram Sekretariat Kabinet @sekretariat.kabinet, dilihat Senin (8/12/2025).
Ketiga, Seskab Teddy mencatat bahwa Presiden Prabowo memberikan arahan terkait banyaknya rumah warga yang mengalami kerusakan dan perlu mendapatkan dukungan pembangunan kembali dari pemerintah.
"Kepala Negara menegaskan bahwa kebutuhan tersebut akan menjadi bagian dari prioritas pemulihan pascabencana," ujarnya.
Selain itu, Seskab Teddy mengatakan bahwa Presiden Prabowo juga menyoroti bahwa masih ada sejumlah tantangan masih ditemui di beberapa lokasi.
Baca juga: Layanan 6 Rumah Sakit di Aceh Belum Pulih, Menkes Khawatirkan Ibu Hamil dan Pasien Cuci Darah
Terutama karena kondisi alam yang perlu tetap diwaspadai, namun pemerintah akan terus memastikan penanganan dilakukan secara bertahap, terukur, dan berkelanjutan demi mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat.
Kelima, manajemen penyaluran bantuan agar diperhatikan secara lebih teliti. Obat-obatan termasuk dalam kebutuhan prioritas yang harus segera dipenuhi dan dipastikan tiba tepat waktu kepada masyarakat yang membutuhkan.
Presiden Prabowo, kata Seskab Teddy, juga menyoroti pemenuhan kebutuhan pakaian bagi warga terdampak. Tidak hanya melalui program khusus penyediaan pakaian untuk wilayah bencana, Presiden turut mendorong partisipasi publik melalui donasi pakaian layak pakai.
"Ketujuh, pentingnya menjaga integritas dan tata kelola pemerintahan yang bersih dalam setiap upaya penanganan dan pemulihan bencana di tanah air," paparnya.
Seskab Teddy pun mengatakan bahwa Presiden Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas sinergitas seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan dan pemulihan di wilayah terdampak bencana.
"Kekompakan seluruh unsur pemerintah, relawan, dan masyarakat menjadi kekuatan besar dalam mempercepat pemulihan di wilayah terdampak," pungkasnya.
Seskab Teddy mencatat arahan pertama Kepala Negara yakni pentingnya kecepatan, ketepatan, dan konsistensi tindakan dari seluruh unsur pemerintah untuk memastikan keselamatan dan pemulihan warga terdampak.
Baca juga: Kapolri: 221 Jenazah Banjir Aceh-Sumatera Belum Teridentifikasi
"Kedua, operasi terpadu TNI, Polri, Basarnas, BNPB, serta pemerintah daerah terus diperkuat, khususnya dalam mempercepat distribusi bantuan, memastikan keamanan wilayah, dan memulihkan konektivitas antardaerah yang terputus akibat bencana," tulis Seskab Teddy lewat akun media sosial Instagram Sekretariat Kabinet @sekretariat.kabinet, dilihat Senin (8/12/2025).
Ketiga, Seskab Teddy mencatat bahwa Presiden Prabowo memberikan arahan terkait banyaknya rumah warga yang mengalami kerusakan dan perlu mendapatkan dukungan pembangunan kembali dari pemerintah.
"Kepala Negara menegaskan bahwa kebutuhan tersebut akan menjadi bagian dari prioritas pemulihan pascabencana," ujarnya.
Selain itu, Seskab Teddy mengatakan bahwa Presiden Prabowo juga menyoroti bahwa masih ada sejumlah tantangan masih ditemui di beberapa lokasi.
Baca juga: Layanan 6 Rumah Sakit di Aceh Belum Pulih, Menkes Khawatirkan Ibu Hamil dan Pasien Cuci Darah
Terutama karena kondisi alam yang perlu tetap diwaspadai, namun pemerintah akan terus memastikan penanganan dilakukan secara bertahap, terukur, dan berkelanjutan demi mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat.
Kelima, manajemen penyaluran bantuan agar diperhatikan secara lebih teliti. Obat-obatan termasuk dalam kebutuhan prioritas yang harus segera dipenuhi dan dipastikan tiba tepat waktu kepada masyarakat yang membutuhkan.
Presiden Prabowo, kata Seskab Teddy, juga menyoroti pemenuhan kebutuhan pakaian bagi warga terdampak. Tidak hanya melalui program khusus penyediaan pakaian untuk wilayah bencana, Presiden turut mendorong partisipasi publik melalui donasi pakaian layak pakai.
"Ketujuh, pentingnya menjaga integritas dan tata kelola pemerintahan yang bersih dalam setiap upaya penanganan dan pemulihan bencana di tanah air," paparnya.
Seskab Teddy pun mengatakan bahwa Presiden Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas sinergitas seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan dan pemulihan di wilayah terdampak bencana.
"Kekompakan seluruh unsur pemerintah, relawan, dan masyarakat menjadi kekuatan besar dalam mempercepat pemulihan di wilayah terdampak," pungkasnya.
(shf)
Lihat Juga :