Elite PBNU Dinilai Kehilangan Legitimasi, Diperlukan Reformasi Total Kepengurusan
Minggu, 07 Desember 2025 - 23:23 WIB
loading...
A
A
A
"Karena sebetulnya banyak sekali kalangan di NU, baik dari kalangan kiai, kalangan gus, kalangan santri sendiri yang masih memiliki integritas, yang masih memiliki komitmen untuk membuat PBNU dan NU sendiri lebih baik," katanya.
Menurut Airlangga, terlalu besar NU sebagai sebuah jamiyah dan jemaah untuk dikelola dan dipersengekatan dalam konflik di antara kubu-kubu kepentingan. Apalagi, hingga saat ini dorongan kiai sepuh NU terkait adanya ilah juga masih belum mendapatkan titik jernih.
"Itulah maka proses-proses yang saya sebut di awal sebagai reformasi total menjadi penting. Kelompok-kelompok yang memiliki integritas dan tidak terlibat dalam konflik di antara kubu-kubu yang ada dalam PBNU sendiri sebenarnya mesti diberikan ruang yang luas untuk kemudian bisa menyelesaikan persoalan ini," tuturnya.
Airlangga mengatakan, proses untuk menjernihkan dan membersihkan konflik di PBNU yang begitu dalam dan keruh, diperlukan dilakukan berani dan fundamental.
"Problem krisis legitimasi dan krisis integritas yang ada di dalam tubuh PBNU saat ini, dibutuhkan orang-orang atau kalangan-kalangan yang dapat dipercaya yang dihormati yang memiliki karisma dan yang memiliki konsisitensi untuk masuk kemudian menentukan arah PBNU ke depan karena risikonya sangat tinggi. Kita berharapan dengan masa depan NU, masa depan kalangan santri, masa depan Islam, dan masa depan bangsa," katanya.
Menurut Airlangga, terlalu besar NU sebagai sebuah jamiyah dan jemaah untuk dikelola dan dipersengekatan dalam konflik di antara kubu-kubu kepentingan. Apalagi, hingga saat ini dorongan kiai sepuh NU terkait adanya ilah juga masih belum mendapatkan titik jernih.
"Itulah maka proses-proses yang saya sebut di awal sebagai reformasi total menjadi penting. Kelompok-kelompok yang memiliki integritas dan tidak terlibat dalam konflik di antara kubu-kubu yang ada dalam PBNU sendiri sebenarnya mesti diberikan ruang yang luas untuk kemudian bisa menyelesaikan persoalan ini," tuturnya.
Airlangga mengatakan, proses untuk menjernihkan dan membersihkan konflik di PBNU yang begitu dalam dan keruh, diperlukan dilakukan berani dan fundamental.
"Problem krisis legitimasi dan krisis integritas yang ada di dalam tubuh PBNU saat ini, dibutuhkan orang-orang atau kalangan-kalangan yang dapat dipercaya yang dihormati yang memiliki karisma dan yang memiliki konsisitensi untuk masuk kemudian menentukan arah PBNU ke depan karena risikonya sangat tinggi. Kita berharapan dengan masa depan NU, masa depan kalangan santri, masa depan Islam, dan masa depan bangsa," katanya.
(abd)
Lihat Juga :