Respons Situasi di PBNU, Pengasuh Ponpes Al Munawwir Krapyak Keluarkan Maklumat
Minggu, 07 Desember 2025 - 22:54 WIB
loading...
A
A
A
4. Menyeru warga Nahdliyin agar senantiasa menjaga ketenangan, memperbanyak doa, dan menaruh harapan kepada Allah agar PBNU segera mendapatkan jalan keluar terbaik dan membawa keberkahan bagi umat.
Surat maklumat tersebut dibubuhi tanda tangan para pengasuh yang hadir. Ini 13 orang yang menandatangani surat tersebut:
KH. R Abdul Hamid Abdul Qodir Munawwir, Ny Hj. Ida Fatimah Zaenal Abidin, KH. Muhtarom Busyro, KH. R. Chaedar Muhaimin Afandi, H. Ahmad Shidqi Masyhuri M.Eng, KH. Nilzam Yahya. M Ag, KH. Munawwar Ahmad Munawwir, KH. Jirjis Ali Maksum, Ny. Hj. Ida Rufaida Ali Maksum, KH. Fairuzi Afiq Dalhar Munawwir, Dr. Hilmi Muhammad. MA, KH. Afif Muhammad, MA, dan KH. Fairuz Warson Munawwir.
Penting dicatat, para penandatangan dalam surat kedua menegaskan bahwa sikap tersebut adalah resmi dari para pengasuh dari PP Al Munawwir Krapyak Yogyakarta dan para Pengasuh PP Ali Maksum atas dinamika internal ini. Sikap ini untuk menghindarkan pesantren dari keterlibatan massa yang dapat memicu gesekan di kalangan Nahdliyin.
Sementara itu, isi surat pertama dari KH. Khoirul Fuad Ahmad, mungkin lebih tepatnya adalah pendapat Pribadi bukan keputusan dari seluruh pengasuh Pondok Pesantren Krapyak Jogjakarta. Demikian isi kedua surat tersebut.
Surat maklumat tersebut dibubuhi tanda tangan para pengasuh yang hadir. Ini 13 orang yang menandatangani surat tersebut:
KH. R Abdul Hamid Abdul Qodir Munawwir, Ny Hj. Ida Fatimah Zaenal Abidin, KH. Muhtarom Busyro, KH. R. Chaedar Muhaimin Afandi, H. Ahmad Shidqi Masyhuri M.Eng, KH. Nilzam Yahya. M Ag, KH. Munawwar Ahmad Munawwir, KH. Jirjis Ali Maksum, Ny. Hj. Ida Rufaida Ali Maksum, KH. Fairuzi Afiq Dalhar Munawwir, Dr. Hilmi Muhammad. MA, KH. Afif Muhammad, MA, dan KH. Fairuz Warson Munawwir.
Penting dicatat, para penandatangan dalam surat kedua menegaskan bahwa sikap tersebut adalah resmi dari para pengasuh dari PP Al Munawwir Krapyak Yogyakarta dan para Pengasuh PP Ali Maksum atas dinamika internal ini. Sikap ini untuk menghindarkan pesantren dari keterlibatan massa yang dapat memicu gesekan di kalangan Nahdliyin.
Sementara itu, isi surat pertama dari KH. Khoirul Fuad Ahmad, mungkin lebih tepatnya adalah pendapat Pribadi bukan keputusan dari seluruh pengasuh Pondok Pesantren Krapyak Jogjakarta. Demikian isi kedua surat tersebut.
(rca)
Lihat Juga :