Dr Purwati Terima Penghargaan di Bidang Inovasi Kesehatan

Jum'at, 05 Desember 2025 - 23:27 WIB
loading...
Dr Purwati Terima Penghargaan...
Dr Purwati menerima penghargaan di bidang Inovasi Kesehatan. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Salah satu pengembang teknologi stem cell di Tanah Air Dr Purwati, dr., Sp.PD, KPTI, FINASIM dari Universitas Airlangga menerima penghargaan Woman Empower Woman Award di bidang Inovasi Kesehatan. Penghargaan diterimanya di Hotel Bidakara Jakarta, Kamis (4/12/2025).

Belakangan ini, dunia medis di Tanah Air tengah mengalami perkembangan pesat. Salah satu teknologi terbaru di dunia medis yang tengah naik daun adalah penggunaan teknologi stem cell atau sel punca, yang merupakan sel induk yang mempunyai kemampuan untuk memperbanyak diri dan berubah menjadi sel yang mampu meregenerasi jaringan atau organ yang rusak.

Terapi ini sudah banyak digunakan untuk treatment berbagai penyakit, seperti autoimun, diabetes, dan lain-lain. Dr Purwati menjelaskan bahwa seiring dengan perkembangan zaman, teknologi stem cell saat ini tengah berkembang pesat tak hanya di Indonesia tapi juga di dunia internasional.

Baca juga: Dr. Purwati, Ahli Stem Cell dari Unair Sabet WIPO Award for Inventor

“Stem Cell dan turunannya termasuk gen terapi yang tengah berkembang sangat pesat baik di Indonesia maupun di dunia internasional,” ujar Purwati usai menerima penghargaan.

“Jadi kita mesti memberi edukasi kepada masyarakat bagaimana stem cell yang sebenarnya, manfaatnya apa, penyakit apa saja yang bisa menggunakan stem cell. Kalau untuk estetika itu bagaimana dan apa yang perlu diwaspadai sehingga hal tersebut memberikan manfaat yang lebih banyak bagi masyarakat,” sambungnya.

Saat ini, Purwati juga tengah mengembangkan stem cell ke arah turunannya, seperti eksosom yaitu molekul nano yang membuat sel tidak gampang mati, dan akan cepat masuk ke membran-membran. Nantinya, terapi ini diharapkan bisa digunakan untuk vaksin penyakit kanker.

“Kita juga sedang mengembangkan vaksin kanker dengan tahap uji pada binatang. Semoga tahun depan vaksin ini bisa dicoba pada manusia, seperti kita ketahui vaksin ini sangat dibutuhkan karena angka penyakit ini kan sangat tinggi tidak hanya di Indonesia tapi di dunia. Kita harapkan apa yang kita lakukan bisa membawa manfaat,” ungkapnya.

Menurut Purwati, selain berperan untuk meregenerasi sel, Stem Cell di Indonesia biasa digunakan untuk wellness, seperti anti aging yang bisa mulai digunakan di usia 20-an. Untuk terapi stem cell, Purwati menyarankan masyarakat untuk mencari ahli atau rumah sakit yang sudah berpengalaman.

“Cari laboratorium yang sudah mendapat izin Kementerian Kesehatan dan BPOM, ada rumah sakit atau klinik yang sudah ditetapkan, yang menjalankan stem cell juga kan banyak mulai dari dokter ortopedi, dokter penyakit dalam,” terangnya.

Ditemui di kesempatan yang sama, Direktur Laboratorium Asia Stem Cell Center Dr Bagus Satria Norwi menyatakan apresiasinya atas penghargaan yang diterima oleh Purwati sebagai pendiri dari Asia Stem Cell Center (ASC).

"Selamat kepada Dokter Purwati selaku founder dari Asia Stem Cell Center atas penghargaan yang diterima pada acara Woman Empower Woman Award 2025 sebagai Inovator dalam bidang Kesehatan. Tentunya penghargaan ini akan mampu memotivasi masyarakat Indonesia untuk terus berinovasi dan berkarya untuk Indonesia," kata Bagus.

Purwati juga bersyukur atas penghargaan yang diterimanya. Ia berharap penggunaan stem cell terus memberikan manfaat bagi orang banyak. “Alhamdulillah penghargaan ini kan diberikan kepada kaum perempuan di Indonesia ya atas kiprahnya untuk kebermanfaat, dengan adanya acara ini akan memberikan dorongan untuk semakin menambah semangat dalam berkarya,” pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menkes Kaji Insentif...
Menkes Kaji Insentif untuk Dokter Umum dan Gigi di Daerah Tertinggal
Menkes Ungkap Ada Gap...
Menkes Ungkap Ada Gap Tinggi Penghasilan Dokter Spesialis: di Bone Rp3 Juta, di Mahakam Ulu Rp80 Juta
Menkes: Yang Paling...
Menkes: Yang Paling Banyak Dikeluhkan Dokter adalah Perundungan
Dua Kali Berturut PINTU...
Dua Kali Berturut PINTU Raih Penghargaan Kepatuhan Hukum
Ribuan Dokter Muda Terancam...
Ribuan Dokter Muda Terancam Gagal Praktik, Pakar UGM Minta Pemerintah Bertindak
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
Ashanty Raih Gelar Doktor,...
Ashanty Raih Gelar Doktor, Wisuda Bersama Anang dan Azriel Hermansyah di Unair
Ungkap Kekerasan Obstetri...
Ungkap Kekerasan Obstetri di RS, Dokter Wanita Ini Ditangkap atas Tuduhan Sebar Hoaks
Unair Tembus Peringkat...
Unair Tembus Peringkat 276 Dunia di QS WUR 2027, Raih Posisi Ketiga Nasional
Rekomendasi
Tiket Pesawat Kelas...
Tiket Pesawat Kelas Ekonomi Bebas PPN hingga 5 Juli 2026, Ayo Liburan!
Halte Transjakarta Tebet...
Halte Transjakarta Tebet Eco Park Tetap Beroperasi usai Ditabrak Truk
Menembus Lima Abad Sejarah...
Menembus Lima Abad Sejarah Jakarta dari Kamar House of Tugu di Kota Tua
Berita Terkini
Singgung Perbedaan Pandangan,...
Singgung Perbedaan Pandangan, Dudung Ajak Purnawirawan TNI-Polri Jaga Persatuan
Gita Wirjawan: Integritas...
Gita Wirjawan: Integritas Harus Jadi Prioritas Memilih Pemimpin
KPK Periksa Eks Sekjen...
KPK Periksa Eks Sekjen MPR Ma'ruf Cahyono sebagai Tersangka Kasus Gratifikasi
Menkes Kaji Insentif...
Menkes Kaji Insentif untuk Dokter Umum dan Gigi di Daerah Tertinggal
Libatkan Publik Pilih...
Libatkan Publik Pilih Logo HUT ke-81 RI, Mensesneg: Simbol Kebangsaan Milik Bersama
Boni Hargens Sebut Presisi...
Boni Hargens Sebut Presisi Jadi Fondasi Transformasi Menyeluruh di Tubuh Polri
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved