Pernyataan Bersama Pimpinan Badan Otonomi NU terkait Persoalan di PBNU
Jum'at, 05 Desember 2025 - 19:30 WIB
loading...
Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Kramat Raya, Jakarta Pusat. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Sejumlah pimpinan Badan Otonomi Nahdlatul Ulama (NU) menyampaikan pernyataan bersama menyikapi persoalan di PBNU. Mereka adalah Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Pimpinan Pusat Pagar Nusa, Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII).
Kemudian, Dewan Pimpinan Pusat Konfederasi Sarikat Buruh Muslim Indonesia (DPP SARBUMUSI), Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU), Pimpinan Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PP ISNU), dan Idaroh Aliyah Jam'iyyah Ahlith Thariqah al-Mu'tabarah an-Nahdliyyah (JATMAN).
Baca juga: Taat Kiai Sepuh, Kader Muda NU Desak Hentikan Kesewenang-wenangan di PBNU
“Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bismillahirrahmanirrahim. Setelah mencermati secara seksama dinamika internal di lingkungan jam’iyyah Nahdlatul Ulama beberapa waktu belakangan ini, kami segenap pimpinan badan otonom Nahdlatul Ulama di tingkat pusat memberikan pandangan,” bunyi pernyataan bersama mereka, Jumat (5/12/2025).
1. Kami meneguhkan komitmen bersama untuk menjaga persatuan jam’iyyah, berlandaskan nilai tawasuth, tawazun, tasamuh, dan i’tidal, demi kokohnya rumah besar Nahdlatul Ulama.
2. Kami memohon kepada PBNU dan seluruh pemangku kepentingan agar secepat-cepatnya melakukan musyawarah yang jernih, tenang, dan terbuka untuk mencari jalan terbaik dan menghasilkan keputusan yang arif demi kemaslahatan jam’iyyah dan jama’ah Nahdlatul Ulama.
3. Kami mengapresiasi dan mendukung setiap upaya silaturahmi, tabayyun, serta dialog yang dipimpin oleh para masyayikh, kiai sepuh, dan ibu nyai baik yang telah berlangsung maupun yang akan dilakukan sebagai ikhtiar mulia untuk menjaga ukhuwah nahdliyah dan keutuhan jam’iyyah.
4. Kami berikhtiar menjaga marwah organisasi dengan menegakkan adab, mengedepankan akhlak, serta menghindari segala bentuk ucapan maupun tindakan yang dapat menimbulkan kegaduhan, baik di internal jam’iyyah maupun di ruang publik.
5. Kami berharap kepemimpinan PBNU senantiasa menjadi teladan dalam menjaga harmoni kehidupan organisasi serta mengutamakan kemaslahatan umat.
6. Kami menginstruksikan kepada seluruh pimpinan badan otonom di semua tingkatan untuk tetap fokus menjalankan program kerja, memperkuat koordinasi dengan kepengurusan pusat masing-masing, dan terus memperkokoh khidmah kepada Nahdlatul Ulama dan masyarakat.
7. Kami mengajak seluruh pimpinan pondok pesantren, para mursyid, serta pimpinan NU dan badan otonom di semua tingkatan untuk senantiasa meningkatkan dzikir, doa, istighotsah, dan munajat kepada Allah SWT agar diberikan taufik dan hidayah, dengan kejernihan hati dan penuh hikmah, sehingga segala persoalan dapat segera terselesaikan dengan cara yang bermartabat.
“Semoga Allah SWT membimbing langkah kita dengan kejernihan hati, sehingga setiap ikhtiar kembali pada kemaslahatan dan keutuhan jam’iyyah. Wallahul muwaffiq ilaa aqwamith thariq. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,” pungkasnya.
Pernyataan bersama tersebut mengetahui H. Addin Jauharudin (Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor), Muchamad Nabil Haroen (Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa), M. Shofiyulloh Cokro (Ketua Umum Pengurus Besar PMII).
Selanjutnya, Irham Ali Saifuddin (Presiden DPP Konfederasi SARBUMUSI), Muh Agil Nuruz Zaman (Ketua Umum Pimpinan Pusat IPNU), Prof. Dr. KH. Ali Masykur Musa, S.H., M.Si., M.Hum (Mudir Ali Idaroh Aliyah JATMAN), dan Prof. Dr. Phil. Kamaruddin Amin, M. A. (Ketua Umum Pimpinan Pusat ISNU).
Kemudian, Dewan Pimpinan Pusat Konfederasi Sarikat Buruh Muslim Indonesia (DPP SARBUMUSI), Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU), Pimpinan Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PP ISNU), dan Idaroh Aliyah Jam'iyyah Ahlith Thariqah al-Mu'tabarah an-Nahdliyyah (JATMAN).
Baca juga: Taat Kiai Sepuh, Kader Muda NU Desak Hentikan Kesewenang-wenangan di PBNU
“Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bismillahirrahmanirrahim. Setelah mencermati secara seksama dinamika internal di lingkungan jam’iyyah Nahdlatul Ulama beberapa waktu belakangan ini, kami segenap pimpinan badan otonom Nahdlatul Ulama di tingkat pusat memberikan pandangan,” bunyi pernyataan bersama mereka, Jumat (5/12/2025).
1. Kami meneguhkan komitmen bersama untuk menjaga persatuan jam’iyyah, berlandaskan nilai tawasuth, tawazun, tasamuh, dan i’tidal, demi kokohnya rumah besar Nahdlatul Ulama.
2. Kami memohon kepada PBNU dan seluruh pemangku kepentingan agar secepat-cepatnya melakukan musyawarah yang jernih, tenang, dan terbuka untuk mencari jalan terbaik dan menghasilkan keputusan yang arif demi kemaslahatan jam’iyyah dan jama’ah Nahdlatul Ulama.
3. Kami mengapresiasi dan mendukung setiap upaya silaturahmi, tabayyun, serta dialog yang dipimpin oleh para masyayikh, kiai sepuh, dan ibu nyai baik yang telah berlangsung maupun yang akan dilakukan sebagai ikhtiar mulia untuk menjaga ukhuwah nahdliyah dan keutuhan jam’iyyah.
4. Kami berikhtiar menjaga marwah organisasi dengan menegakkan adab, mengedepankan akhlak, serta menghindari segala bentuk ucapan maupun tindakan yang dapat menimbulkan kegaduhan, baik di internal jam’iyyah maupun di ruang publik.
5. Kami berharap kepemimpinan PBNU senantiasa menjadi teladan dalam menjaga harmoni kehidupan organisasi serta mengutamakan kemaslahatan umat.
6. Kami menginstruksikan kepada seluruh pimpinan badan otonom di semua tingkatan untuk tetap fokus menjalankan program kerja, memperkuat koordinasi dengan kepengurusan pusat masing-masing, dan terus memperkokoh khidmah kepada Nahdlatul Ulama dan masyarakat.
7. Kami mengajak seluruh pimpinan pondok pesantren, para mursyid, serta pimpinan NU dan badan otonom di semua tingkatan untuk senantiasa meningkatkan dzikir, doa, istighotsah, dan munajat kepada Allah SWT agar diberikan taufik dan hidayah, dengan kejernihan hati dan penuh hikmah, sehingga segala persoalan dapat segera terselesaikan dengan cara yang bermartabat.
“Semoga Allah SWT membimbing langkah kita dengan kejernihan hati, sehingga setiap ikhtiar kembali pada kemaslahatan dan keutuhan jam’iyyah. Wallahul muwaffiq ilaa aqwamith thariq. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,” pungkasnya.
Pernyataan bersama tersebut mengetahui H. Addin Jauharudin (Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor), Muchamad Nabil Haroen (Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa), M. Shofiyulloh Cokro (Ketua Umum Pengurus Besar PMII).
Selanjutnya, Irham Ali Saifuddin (Presiden DPP Konfederasi SARBUMUSI), Muh Agil Nuruz Zaman (Ketua Umum Pimpinan Pusat IPNU), Prof. Dr. KH. Ali Masykur Musa, S.H., M.Si., M.Hum (Mudir Ali Idaroh Aliyah JATMAN), dan Prof. Dr. Phil. Kamaruddin Amin, M. A. (Ketua Umum Pimpinan Pusat ISNU).
(rca)
Lihat Juga :