Cak Imin Tekankan Kader Garda Bangsa Memahami Mabda Siyasi
Jum'at, 05 Desember 2025 - 18:17 WIB
loading...
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menekankan kepada kader Garda Bangsa tentang pentingnya memahami idealisme, harapan, dan cita-cita perjuangan. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menekankan kepada kader Garda Bangsa tentang pentingnya memahami idealisme, harapan, dan cita-cita perjuangan. Hal itu disampaikan Cak Imin saat memberikan arahan sekaligus semangat dalam Konsolidasi Nasional Dewan Koordinasi Nasional (DKN) Garda Bangsa yang digelar di Kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Jumat (5/12/2025).
Menurutnya, seorang instruktur harus memiliki pemahaman utuh tentang arah perjuangan—baik sebagai anak bangsa, kader PKB, politisi, maupun pemimpin muda. “Pengurus inti, kader, dan seluruh struktur Garda Bangsa harus memahami konteks cita-cita kita. Konteks itu ada dalam UUD 1945, juga dalam Mabda Siyasi. Semua harus dipahami secara detail agar alur berpikir kalian terukur dan terarah,” ujarnya.
Cak Imin menekankan bahwa perjuangan kader PKB berbeda dengan politisi pada umumnya karena memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan gagasan dan cita-cita besar partai tetap menjadi pegangan. “Semangat perjuangan kita adalah Indonesia yang adil, setara, makmur, dan sejahtera untuk semua," katanya.
Baca juga: Mungkinkah China dan Jepang Kembali Berperang?
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat itu juga menegaskan bahwa Garda Bangsa memikul mandat penting: membentuk kader yang berani.
“Berani adalah sikap dasar untuk setia pada cita-cita dan gagasan. Dalam konteks politik yang penuh tantangan, Garda Bangsa harus memiliki pegangan sikap yang kuat. Ketika dihantam banyak badai, kalau sudah punya kader berani, insyaallah semuanya bisa dilalui,” tandasnya.
Konsolidasi Nasional Garda Bangsa ini digelar selama dua hari dan menjadi momentum penting untuk memperkuat soliditas serta arah gerak kader muda PKB di seluruh Indonesia.
Menurutnya, seorang instruktur harus memiliki pemahaman utuh tentang arah perjuangan—baik sebagai anak bangsa, kader PKB, politisi, maupun pemimpin muda. “Pengurus inti, kader, dan seluruh struktur Garda Bangsa harus memahami konteks cita-cita kita. Konteks itu ada dalam UUD 1945, juga dalam Mabda Siyasi. Semua harus dipahami secara detail agar alur berpikir kalian terukur dan terarah,” ujarnya.
Cak Imin menekankan bahwa perjuangan kader PKB berbeda dengan politisi pada umumnya karena memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan gagasan dan cita-cita besar partai tetap menjadi pegangan. “Semangat perjuangan kita adalah Indonesia yang adil, setara, makmur, dan sejahtera untuk semua," katanya.
Baca juga: Mungkinkah China dan Jepang Kembali Berperang?
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat itu juga menegaskan bahwa Garda Bangsa memikul mandat penting: membentuk kader yang berani.
“Berani adalah sikap dasar untuk setia pada cita-cita dan gagasan. Dalam konteks politik yang penuh tantangan, Garda Bangsa harus memiliki pegangan sikap yang kuat. Ketika dihantam banyak badai, kalau sudah punya kader berani, insyaallah semuanya bisa dilalui,” tandasnya.
Konsolidasi Nasional Garda Bangsa ini digelar selama dua hari dan menjadi momentum penting untuk memperkuat soliditas serta arah gerak kader muda PKB di seluruh Indonesia.
(rca)
Lihat Juga :