ASI Berharap Pemerintah Tak Larang Truk Sumbu 3 Beroperasi saat Nataru

Jum'at, 05 Desember 2025 - 17:37 WIB
loading...
ASI Berharap Pemerintah...
Ketua Asosiasi Semen Indonesia (ASI) Lilik Unggul Raharjo berharap pemerintah tidak melarang truk sumbu tiga beroperasi saat Nataru. Foto/istimewa
A A A
JAKARTA - Asosiasi Semen Indonesia (ASI) berharap pemerintah tidak memberlakukan pelarangan operasional truk sumbu 3 saat liburan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 ( Nataru ). Kalaupun harus dilakukan, industri meminta agar waktunya tidak terlalu lama, cukup 5 hari saja.

Hal itu diutarakan Ketua Asosiasi Semen Indonesia (ASI) Lilik Unggul Raharjo. Menurut Lilik, jika kebijakan pelarangan truk sumbu 3 ini diberlakukan saat libur Nataru nanti, bisa dipastikan akan mengganggu distribusi semen ke masyarakat. Hal itu disebabkan sekitar 80% lebih distribusi semen itu menggunakan kendaraan sumbu 3.

“Akibatnya, stok semen di pasar akan menipis sehingga mengganggu konsumsi masyarakat dan proyek-proyek baik swasta maupun pemerintah,” ujarnya, Jumat (5/12/2025).

Baca juga: Antusias Sambut Libur Nataru, Penjualan Tiket KAI Melonjak 132%

Jika semen itu terlambat tiba ke lokasi proyek, menurut dia, itu bisa mengakibatnya pembangunan proyek juga akan terlambat, termasuk proyek-proyek infrastruktur pemerintah. “Akibatnya, ini pasti bisa menghambat percepatan pembangunan dari proyek-proyek infrastruktur pemerintah,” tukasnya.

Seperti diketahui, keterlambatan pembangunan proyek infrastruktur akan menimbulkan kerugian ekonomi yang besar. Misalnya hilangnya pendapatan pemerintah dari pajak, penundaan investasi, pengangguran tidak terserap, pertumbuhan ekonomi tidak terakselerasi, dan sekaligus menurunkan daya saing nasional.

Selain itu, katanya, pelarangan truk sumbu 3 saat Nataru nanti juga akan menyebabkan biaya logistik akan naik. Diperkirakan kenaikannya sekitar 50-60% jika distribusinya tidak menggunakan truk sumbu 3. Sebagai gambaran, truk sumbu 3 itu bisa memuat hingga 30 ton semen. Tapi, menggunakan truk sumbu 2, paling hanya bisa membawa 16 ton saja.

Baca juga: Pemerintah Batasi Angkutan Barang selama Periode Nataru 2025/2026, Berikut Jadwalnya

“Itu kan cukup besar pengurangannya. Artinya, dengan volume yang sama, kita butuh armada yang banyak. Untuk itu, harus investasi lagi dalam jumlah besar. Belum lagi penambahan armada itu kan harus diikuti penambahan sopir juga,” ujarnya.

Dengan penambahan armada yang sangat banyak, itu juga pasti akan menambah waktu angkut menjadi lebih lama. Kondisi seperti itu akan terdampak juga ke lingkungan pabrik-pabrik semen. Di mana, dengan menggunakan truk sumbu 3, pemuatan ke pabrik-pabrik itu bisa 1.000 truk per hari dan lebih cepat. Tapi, dengan menambah jumlah truk, pemuatan ke pabrik-pabrik akan lebih lama dan sampai ke konsumen juga lama.

Karenanya, Lilik menyarankan, kalaupun pemerintah mau memberlakukan pelarangan itu saat Nataru nanti, waktunya tidak terlalu lama tapi cukup 5 hari saja. Sebab, tuturnya, berdasarkan pengalaman saat kebijakan ini diberlakukan selama 16 hari pada Lebaran 2025 lalu, terjadi penurunan kinerja industri semen sekitar 25-30% dari sisi kegiatan produksi hingga distribusinya.


Dalam hal ini, dia menuturkan dampak pelarangan truk sumbu 3 yang terlalu lama itu akan mempengaruhi jumlah hari kerja efektif yang menyusut signifikan. Artinya, aktivitas logistik akan menyisakan waktu sedikit dalam bulan berjalan.

Sementara itu, dari sisi distributor menghadapi bottleneck logistik lantaran keterbatasan pengiriman yang menyebabkan akumulasi stok di gudang sehingga biaya penyimpanan meningkat dan terdapat risiko penuaan bahan baku atau aging material.

Lebih lanjut, Lilik menerangkan khusus semen curah terdapat gangguan distribusi yang berpotensi menyebabkan terhentinya operasi pabrik pelanggan akibat terbatasnya kapasitas silo atau tempat penyimpanan semen sebagai buffer logistik. “Dampak sosial terhadap armada vendor, banyak pengemudi truk mengalami penurunan pendapatan signifikan karena hari kerja yang terpangkas,” tukasnya.

Di sisi lain, pasca pembatasan angkutan truk sumbu 3, terdapat potensi terjadinya lonjakan beban distribusi secara tiba-tiba yang menimbulkan disparitas supply-demand, kemacetan logistik, dan peningkatan ongkos distribusi per ton karena alokasi armada yang terbatas dan backlog pengiriman.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jalur Medan-Berastagi...
Jalur Medan-Berastagi Tak Lagi Memadai
Kakorlantas: Kendaraan...
Kakorlantas: Kendaraan Keluar Jakarta Naik 11% di Momen Nataru
3.183 Kecelakaan Terjadi...
3.183 Kecelakaan Terjadi Selama Natal dan Tahun Baru 2026, 403 Orang Tewas
Tak Perlu Khawatir di...
Tak Perlu Khawatir di Bandara, InJourney Airports Siap Melayani dengan Ketulusan Selama Nataru
Ingat! Ini 8 Titik Perayaan...
Ingat! Ini 8 Titik Perayaan Malam Tahun Baru 2026 di Jakarta
Aptrindo Sesalkan Larangan...
Aptrindo Sesalkan Larangan Truk Sumbu Tiga saat Nataru Diperpanjang Jadi 17 Hari
Plaza Seremoni IKN Karya...
Plaza Seremoni IKN Karya Brantas Abipraya Raih Penghargaan Lanskap Internasional MLAA 2026
Masa Depan Kesehatan,...
Masa Depan Kesehatan, Brantas Abipraya Pastikan Pembangunan Bank Genomik Nasional Berjalan Optimal
Anggaran Sekolah Rakyat...
Anggaran Sekolah Rakyat di Jember Tembus Rp221 Miliar, Punya Lapangan Bola Standar FIFA
Rekomendasi
Tarik Dana JHT BPJS...
Tarik Dana JHT BPJS Ketenagakerjaan Dipotong Pajak, Purbaya Buka Suara
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Pemimpin Hizbullah Tegaskan...
Pemimpin Hizbullah Tegaskan Israel Harus Tinggalkan Lebanon Tanpa Syarat
Berita Terkini
Jokowi Mulai Safari...
Jokowi Mulai Safari Politik, Golkar Tak Takut Pemilih Pindah ke PSI
DPR Upayakan Formula...
DPR Upayakan Formula TKD Tetap Adil, Rasional, dan Berpihak ke Daerah
Mensesneg Sebut Prabowo...
Mensesneg Sebut Prabowo Monitor Kasus 3 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal
Penyidik KPK Limpahkan...
Penyidik KPK Limpahkan Berkas Perkara Budiman Bayu Prasojo Tersangka Bea Cukai ke JPU
Citra Positif Polri...
Citra Positif Polri Meningkat, Pakar: Masyarakat Rasakan Perubahan Kinerja Kepolisian
Perang Iran 2026: Akhir...
Perang Iran 2026: Akhir Pertempuran, Awal Perebutan Kemenangan
Infografis
Daftar 26 Jalan Tol...
Daftar 26 Jalan Tol yang Diskon hingga 20% saat Nataru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved