Said Didu Soal Gelondongan Kayu di Banjir Sumatera: Itu Serakahnomics, Hutan Lindung pun Diembat
Kamis, 04 Desember 2025 - 11:28 WIB
loading...
Pengamat ekonomi politik yang juga mantan Sekretaris Kementerian BUMN M Said Didu turut menyoroti banyaknya gelondongan kayu yang tampak saat banjir melanda Pulau Sumatera. Menurutnya, itu merupakan bentuk dari serakahnomics. Foto/Dok/Tangkapan layar
A
A
A
JAKARTA - Pengamat ekonomi politik yang juga mantan Sekretaris Kementerian BUMN M Said Didu turut menyoroti banyaknya gelondongan kayu yang tampak saat banjir melanda Pulau Sumatera . Menurutnya, itu merupakan akibat dari serakahnomics.
"Itu serakahnomics. Hutan lindung pun diembat," kata Said Didu dalam podcast To The Point Aja yang tayang di YouTube SindoNews, dikutip Kamis (4/12/2025).
Said Didu pun dengan tegas mendukung langkah Presiden Prabowo Subianto untuk mengatasi serakahnomics. Menurut Said Didu, dalam konteks investasi, yang dibutuhkan adalah inventasi untuk membangun Indonesia. "Yang dibutuhkan adalah investasi untuk membangun Indonesia, bukan membangun di Indonesia," kata Said.
![Said Didu Soal Gelondongan Kayu di Banjir Sumatera: Itu Serakahnomics, Hutan Lindung pun Diembat]()
Baca Juga: Bantu RSUD Kota Bogor, Fraksi PKS Serahkan Alat Kesehatan dan Obat-obatan
Menurut Said Didu, jika tujuan investasi adalah membangun Indonesia, maka kita harus tanyakan berapa pendapatan negara yang bertambah. Selain itu, berapa pendapatan daerah yang naik, berapa tenaga kerja yang ditanggung, dan berapa pajak yang kita terima.
"Kita harus hati-hati betul ini. Saya takutnya betul-betul aset negara ini habis. Saya takutnya mereka yang punya jutaan hektare, sahamnya dijual nanti, akhirnya mereka yang menjual negara ini."
"Itu serakahnomics. Hutan lindung pun diembat," kata Said Didu dalam podcast To The Point Aja yang tayang di YouTube SindoNews, dikutip Kamis (4/12/2025).
Said Didu pun dengan tegas mendukung langkah Presiden Prabowo Subianto untuk mengatasi serakahnomics. Menurut Said Didu, dalam konteks investasi, yang dibutuhkan adalah inventasi untuk membangun Indonesia. "Yang dibutuhkan adalah investasi untuk membangun Indonesia, bukan membangun di Indonesia," kata Said.

Baca Juga: Bantu RSUD Kota Bogor, Fraksi PKS Serahkan Alat Kesehatan dan Obat-obatan
Menurut Said Didu, jika tujuan investasi adalah membangun Indonesia, maka kita harus tanyakan berapa pendapatan negara yang bertambah. Selain itu, berapa pendapatan daerah yang naik, berapa tenaga kerja yang ditanggung, dan berapa pajak yang kita terima.
"Kita harus hati-hati betul ini. Saya takutnya betul-betul aset negara ini habis. Saya takutnya mereka yang punya jutaan hektare, sahamnya dijual nanti, akhirnya mereka yang menjual negara ini."
(zik)
Lihat Juga :