Gus Baha Ingatkan Azab Perusak Alam ketika Cak Imin Serukan Tobat Ekologi
Kamis, 04 Desember 2025 - 10:29 WIB
loading...
A
A
A
“Kenapa surat Tabarak spesial? Di situ manusia diingatkan oleh Allah Ta’ala: أَمْ أَمِنتُمْ مَّنْ فِي السَّمَاءِ أَنْ يُرْسِلَ عَلَيْكُمْ حَاصِبًا فَسَتَعْلَمُونَ كَيْفَ نَذِيرِ. Kok kamu hidup di bumi tenang-tenang saja, bisa saja bumi ini tamur. Tamur itu likuifaksi, bumi bergelombang, bergeliat, lalu menimpa manusia," ujar Gus Baha dalam video tersebut dikutip Rabu (3/12/2025).
Dia juga mengingatkan potensi bencana lain seperti benda langit yang bisa jatuh ke bumi, serta bagaimana tanah bisa kehilangan kemampuan menyerap air akibat perilaku manusia. Semua itu menunjukkan betapa pentingnya manusia berhati-hati dalam mengelola lingkungan.
“Dengan peringatan Allah seperti ini, orang disuruh hati-hati mengelola bumi. Makanya saya senang kalau ada gerakan-gerakan menyelamatkan bumi. Kata ulama, takhallaqu bi akhlaqillah—berakhlaklah seperti akhlaknya Allah,” katanya.
Gus Baha mengutip ayat lain tentang karakter orang yang merusak lingkungan. “Allah mengkritik orang yang jahat dan tidak baik. Firman-Nya: وَإِذَا تَوَلَّىٰ سَعَىٰ فِي الْأَرْضِ لِيُفْسِدَ فِيهَا وَيُهْلِكَ الْحَرْثَ وَالنَّسْلَ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الْفَسَادَ. Ciri utama orang tidak baik itu yang merusak tanaman, merusak tumbuhan, dan merusak populasi,” ucapnya.
Seruan kolektif dari para tokoh baik dari unsur politik maupun keagamaan menegaskan bahwa tobat ekologi bukan sekadar slogan religius melainkan panggilan moral untuk mengubah cara pandang terhadap alam. Di tengah meningkatnya frekuensi bencana, kesadaran ekologis menjadi agenda mendesak bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Dia juga mengingatkan potensi bencana lain seperti benda langit yang bisa jatuh ke bumi, serta bagaimana tanah bisa kehilangan kemampuan menyerap air akibat perilaku manusia. Semua itu menunjukkan betapa pentingnya manusia berhati-hati dalam mengelola lingkungan.
“Dengan peringatan Allah seperti ini, orang disuruh hati-hati mengelola bumi. Makanya saya senang kalau ada gerakan-gerakan menyelamatkan bumi. Kata ulama, takhallaqu bi akhlaqillah—berakhlaklah seperti akhlaknya Allah,” katanya.
Gus Baha mengutip ayat lain tentang karakter orang yang merusak lingkungan. “Allah mengkritik orang yang jahat dan tidak baik. Firman-Nya: وَإِذَا تَوَلَّىٰ سَعَىٰ فِي الْأَرْضِ لِيُفْسِدَ فِيهَا وَيُهْلِكَ الْحَرْثَ وَالنَّسْلَ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الْفَسَادَ. Ciri utama orang tidak baik itu yang merusak tanaman, merusak tumbuhan, dan merusak populasi,” ucapnya.
Seruan kolektif dari para tokoh baik dari unsur politik maupun keagamaan menegaskan bahwa tobat ekologi bukan sekadar slogan religius melainkan panggilan moral untuk mengubah cara pandang terhadap alam. Di tengah meningkatnya frekuensi bencana, kesadaran ekologis menjadi agenda mendesak bagi seluruh masyarakat Indonesia.
(jon)
Lihat Juga :