Pemerintah Masih Sanggup Tangani Banjir Sumatera, Belum Butuh Bantuan Asing
Kamis, 04 Desember 2025 - 06:58 WIB
loading...
Pemerintah Indonesia masih sanggup menangani bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat. Indonesia belum membuka peluang untuk bantuan internasional. Foto: Dok Sindonews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan pemerintah Indonesia masih sanggup menangani bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat. Indonesia belum membuka peluang untuk bantuan internasional.
Penegasan ini diungkapkan Mensesneg ketika ditanya kemungkinan Indonesia menerima bantuan asing meski tidak menetapkan status bencana sebagai darurat nasional.
Baca juga: Kapolri: Korban Bencana Sumatera yang Menjarah Sudah Dibebaskan Semua
“Untuk sementara ini belum ya (membuka peluang bantuan asing). Meskipun kami juga mewakili Pemerintah Republik Indonesia menyampaikan terima kasih karena banyak sekali atensi dari negara-negara sahabat,” ujar Prasetyo di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (3/12/2025).
Pemerintah masih mampu menangani sendiri dengan sumber daya yang ada. “Kita merasa bahwa pemerintah, dalam hal ini kita semua masih sanggup untuk mengatasi seluruh permasalahan yang kita hadapi,” ucapnya.
Pada kesempatan itu, Prasetyo menyatakan Indonesia memiliki stok pangan yang cukup. Namun, hanya distribusi yang terkendala dikarenakan sejumlah wilayah terisolir. Selain itu, pemerintah terus berkoordinasi untuk memastikan pasokan BBM segera terdistribusi ke seluruh wilayah.
“Termasuk harus menggunakan cara-cara yang mungkin tidak normal. Kan BBM bagaimana kita usahakan bisa di-dropping dari udara karena menyesuaikan dengan kondisi bencana yang kita hadapi,” ujarnya.
Prasetyo memastikan anggaran pemerintah untuk menangani bencana sangat cukup. Ada Dana Siap Pakai (DSP) dalam APBN yang diperuntukkan bagi kesiapsiagaan kebencanaan. Totalnya mencapai Rp500 miliar lebih.
“Bapak Presiden sudah memberikan instruksi secara langsung, apabila Dana Siap Pakai secara jumlah nominal itu perlu dilakukan penambahan, maka akan ditambah. Dan ini juga termasuk berlaku kepada beberapa K/L terkait,” ucapnya.
Penegasan ini diungkapkan Mensesneg ketika ditanya kemungkinan Indonesia menerima bantuan asing meski tidak menetapkan status bencana sebagai darurat nasional.
Baca juga: Kapolri: Korban Bencana Sumatera yang Menjarah Sudah Dibebaskan Semua
“Untuk sementara ini belum ya (membuka peluang bantuan asing). Meskipun kami juga mewakili Pemerintah Republik Indonesia menyampaikan terima kasih karena banyak sekali atensi dari negara-negara sahabat,” ujar Prasetyo di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (3/12/2025).
Pemerintah masih mampu menangani sendiri dengan sumber daya yang ada. “Kita merasa bahwa pemerintah, dalam hal ini kita semua masih sanggup untuk mengatasi seluruh permasalahan yang kita hadapi,” ucapnya.
Pada kesempatan itu, Prasetyo menyatakan Indonesia memiliki stok pangan yang cukup. Namun, hanya distribusi yang terkendala dikarenakan sejumlah wilayah terisolir. Selain itu, pemerintah terus berkoordinasi untuk memastikan pasokan BBM segera terdistribusi ke seluruh wilayah.
“Termasuk harus menggunakan cara-cara yang mungkin tidak normal. Kan BBM bagaimana kita usahakan bisa di-dropping dari udara karena menyesuaikan dengan kondisi bencana yang kita hadapi,” ujarnya.
Prasetyo memastikan anggaran pemerintah untuk menangani bencana sangat cukup. Ada Dana Siap Pakai (DSP) dalam APBN yang diperuntukkan bagi kesiapsiagaan kebencanaan. Totalnya mencapai Rp500 miliar lebih.
“Bapak Presiden sudah memberikan instruksi secara langsung, apabila Dana Siap Pakai secara jumlah nominal itu perlu dilakukan penambahan, maka akan ditambah. Dan ini juga termasuk berlaku kepada beberapa K/L terkait,” ucapnya.
(jon)
Lihat Juga :