Hasil Survei Adidaya Institute: Publik Percaya Prabowo-Gibran Bersih dari Korupsi
Rabu, 03 Desember 2025 - 20:40 WIB
loading...
A
A
A
“Tiga program unggulan Prabowo-Gibran yang paling diketahui responden adalah Makan Bergizi Gratis 94,7%, Koperasi Desa Merah Putih 60,2% dan Cek Kesehatan Gratis 57,3%,” jelas Fadhli.
Sementara pengetahuan publik atas program 3 juta rumah, sekolah rakyat dan kampung nelayan Merah Putih terbilang cukup rendah. Dari hasil survei tersebut, ternyata kurang dari 50% responden yang mengetahui ketiga program itu.
![Hasil Survei Adidaya Institute: Publik Percaya Prabowo-Gibran Bersih dari Korupsi]()
“Ternyata pada beberapa program unggulan yang lain, tingkat pengetahuan publik tidak berada pada level yang demikian. Misalnya pada program 3 juta rumah, Sekolah Rakyat dan Kampung Nelayan Merah Putih, tingkat pengetahuan publik rata-rata di bawah 50%,” ucapnya.
Responden juga menilai sejumlah masalah utama yang dihadapi dalam seluruh program unggulan pemerintahan Prabowo-Gibran. Misalnya pada Program MBG, tata kelola dan pengawasan menjadi perhatian publik dengan statistik masing-masing sebesar 34,2% dan 19,1%.
Pada program Kopdes Merah Putih. Selain tata kelola 28,0% dan anggaran 18,8%, ternyata publik cukup menyoroti aspek sosialisasi. Sebanyak 18,2% responden menilai masalah utama ada pada persoalan sosialisasi Kopdes Merah Putih.
“Persoalan tata kelola dan anggaran masih menjadi perhatian besar masyarakat. Mayoritas publik masih menilai aspek pengelolaan dan pertanggungjawaban program masih belum transparan ke masyarakat,” ucap Fadhli.
Senada dengan program Kopdes Merah Putih, persoalan sosialisasi juga menjadi perhatian publik di program pembangunan 3 juta rumah. Sebanyak 24,4% responden menganggap sosialisasi sebagai masalah utama program utama di bidang properti tersebut. Hanya sekitar 12,5% responden yang menganggap program ini tidak akan tepat sasaran.
“Hampir serupa, pada program pembangunan 3 juta rumah dan program kopdes Merah Putih, responden justru berfokus pada aspek sosialisasi. Ini berarti masyarakat menilai aspek sosialisasi masih sangat minim pada kedua program tersebut,” tutur Fadhli.
Sementara pengetahuan publik atas program 3 juta rumah, sekolah rakyat dan kampung nelayan Merah Putih terbilang cukup rendah. Dari hasil survei tersebut, ternyata kurang dari 50% responden yang mengetahui ketiga program itu.

“Ternyata pada beberapa program unggulan yang lain, tingkat pengetahuan publik tidak berada pada level yang demikian. Misalnya pada program 3 juta rumah, Sekolah Rakyat dan Kampung Nelayan Merah Putih, tingkat pengetahuan publik rata-rata di bawah 50%,” ucapnya.
Responden juga menilai sejumlah masalah utama yang dihadapi dalam seluruh program unggulan pemerintahan Prabowo-Gibran. Misalnya pada Program MBG, tata kelola dan pengawasan menjadi perhatian publik dengan statistik masing-masing sebesar 34,2% dan 19,1%.
Pada program Kopdes Merah Putih. Selain tata kelola 28,0% dan anggaran 18,8%, ternyata publik cukup menyoroti aspek sosialisasi. Sebanyak 18,2% responden menilai masalah utama ada pada persoalan sosialisasi Kopdes Merah Putih.
“Persoalan tata kelola dan anggaran masih menjadi perhatian besar masyarakat. Mayoritas publik masih menilai aspek pengelolaan dan pertanggungjawaban program masih belum transparan ke masyarakat,” ucap Fadhli.
Senada dengan program Kopdes Merah Putih, persoalan sosialisasi juga menjadi perhatian publik di program pembangunan 3 juta rumah. Sebanyak 24,4% responden menganggap sosialisasi sebagai masalah utama program utama di bidang properti tersebut. Hanya sekitar 12,5% responden yang menganggap program ini tidak akan tepat sasaran.
“Hampir serupa, pada program pembangunan 3 juta rumah dan program kopdes Merah Putih, responden justru berfokus pada aspek sosialisasi. Ini berarti masyarakat menilai aspek sosialisasi masih sangat minim pada kedua program tersebut,” tutur Fadhli.
Lihat Juga :