Ribka Tjiptaning Soroti Tindakan Diskriminatif kepada Penyintas HIV/AIDS
Rabu, 03 Desember 2025 - 08:30 WIB
loading...
Ketua DPP PDIP Bidang Kesehatan Ribka Tjiptaning menilai tindakan diskriminatif kepada para penyintas HIV/AIDS tak bisa dibenarkan. Foto/Dok SindoNews/Nur Khabibi
A
A
A
JAKARTA - Ketua DPP PDIP Bidang Kesehatan Ribka Tjiptaning menilai tindakan diskriminatif kepada para penyintas HIV/AIDS tak bisa dibenarkan. Sebab, dia menilai tak ada satu orang pun yang memiliki keinginan mengidap penyakit tersebut.
"Semua itu enggak pengen sakit, semua pengen sehat. Semua rakyat punya hak sehat yang sama, itu yang harus kita tekankan," katanya saat memperingati Hari HIV/AIDS Sedunia di Ancol, Jakarta, Senin (1/12/2025).
Ribka mengatakan, PDIP akan terus mendorong para pengidap HIV/AIDS untuk mendapat jaminan kesehatan dari pemerintah. Dia juga mengaku prihatin sebab mereka kerap kesulitan untuk mendapatkan obat dari rumah sakit.
Baca juga: Balita Meninggal Akibat Cacingan, Ribka Minta Pemerintah Perkuat Layanan Kesehatan
"Kadang-kadang mereka tebus obat aja mengalami diskriminasi, misalnya dari jam 5.00 pagi pulang jam 16.00 sore, kadang bawa bekal dulu," katanya.
"Terus yang belum punya BPJS kita akan usahakan punya BPJS karena itu kan pengobatan yang panjang seumur hidupnya harus terus berobat. Ya, mahal juga, obat yang terus gitu," sambungnya.
Wakil Ketua Komisi IX DPR dari Fraksi PDIP Charles Honoris mengungkapkan keprihatinannya terhadap penderita HIV/AIDS yang kerap distigma negatif di masyarakat. Charles yang membidangi urusan kesehatan DPR mengaku kerap menerima laporan soal kesulitan para penyintas virus mematikan tersebut.
Menurut dia, para penderitaan HIV/AIDS saat ini masih tak mudah hidup di Indonesia. "Saya sangat mengetahui bahwa teman-teman hari ini yang statusnya HIV positif hidupnya tidak mudah di negeri ini. Saya masih mendapatkan banyak sekali keluhan terkait dengan akses mendapatkan obat, adanya diskriminasi, dan lain-lain," kata Charles.
Padahal, menurut dia, layanan kesehatan merupakan milik semua orang. Karenanya, pemerintah mestinya dan petugas kesehatan mestinya tak melakukan tindakan diskriminatif. “Layanan kesehatan adalah hak semua warga negara, dan tentunya tidak boleh ada diskriminasi sama sekali," katanya
PDIP memperingati Hari HIV/AIDS Sedunia yang jatuh pada 1 Desember. Acara digelar dengan mengundang ratusan pengidap dari sekitar Jabodetabek untuk berekreasi di Dunia Fantasi, Ancol, Jakarta.
"Semua itu enggak pengen sakit, semua pengen sehat. Semua rakyat punya hak sehat yang sama, itu yang harus kita tekankan," katanya saat memperingati Hari HIV/AIDS Sedunia di Ancol, Jakarta, Senin (1/12/2025).
Ribka mengatakan, PDIP akan terus mendorong para pengidap HIV/AIDS untuk mendapat jaminan kesehatan dari pemerintah. Dia juga mengaku prihatin sebab mereka kerap kesulitan untuk mendapatkan obat dari rumah sakit.
Baca juga: Balita Meninggal Akibat Cacingan, Ribka Minta Pemerintah Perkuat Layanan Kesehatan
"Kadang-kadang mereka tebus obat aja mengalami diskriminasi, misalnya dari jam 5.00 pagi pulang jam 16.00 sore, kadang bawa bekal dulu," katanya.
"Terus yang belum punya BPJS kita akan usahakan punya BPJS karena itu kan pengobatan yang panjang seumur hidupnya harus terus berobat. Ya, mahal juga, obat yang terus gitu," sambungnya.
Wakil Ketua Komisi IX DPR dari Fraksi PDIP Charles Honoris mengungkapkan keprihatinannya terhadap penderita HIV/AIDS yang kerap distigma negatif di masyarakat. Charles yang membidangi urusan kesehatan DPR mengaku kerap menerima laporan soal kesulitan para penyintas virus mematikan tersebut.
Menurut dia, para penderitaan HIV/AIDS saat ini masih tak mudah hidup di Indonesia. "Saya sangat mengetahui bahwa teman-teman hari ini yang statusnya HIV positif hidupnya tidak mudah di negeri ini. Saya masih mendapatkan banyak sekali keluhan terkait dengan akses mendapatkan obat, adanya diskriminasi, dan lain-lain," kata Charles.
Padahal, menurut dia, layanan kesehatan merupakan milik semua orang. Karenanya, pemerintah mestinya dan petugas kesehatan mestinya tak melakukan tindakan diskriminatif. “Layanan kesehatan adalah hak semua warga negara, dan tentunya tidak boleh ada diskriminasi sama sekali," katanya
PDIP memperingati Hari HIV/AIDS Sedunia yang jatuh pada 1 Desember. Acara digelar dengan mengundang ratusan pengidap dari sekitar Jabodetabek untuk berekreasi di Dunia Fantasi, Ancol, Jakarta.
(rca)
Lihat Juga :