Tepis Tuduhan Pro Zionis, Gus Yahya Tegaskan Bela Palestina

Selasa, 02 Desember 2025 - 18:13 WIB
loading...
Tepis Tuduhan Pro Zionis,...
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menepis tuduhan pro zionis. Foto/SindoNews
A A A
JAKARTA - Tuduhan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) merupakan simpatisan Zionis kembali mencuat ke publik. Isu itu dipicu oleh kehadiran akademisi Peter Berkowitz dalam kegiatan PBNU dan diungkitnya pertemuan antara Gus Yahya dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, pada 2018.

Namun, rangkaian data, testimoni resmi, serta rekam jejak tindakan PBNU justru menampilkan fakta yang sangat berbeda. Sebuah dokumen analisis komprehensif mengungkap tuduhan tersebut tidak hanya keliru, tetapi juga bertentangan dengan bukti-bukti yang selama ini dapat diverifikasi.

Dokumen itu menyajikan kronologi lengkap, termasuk peristiwa menegangkan saat Gus Yahya secara terbuka menolak tawaran normalisasi hubungan Indonesia–Israel di hadapan Netanyahu.

Baca juga: KH Miftachul Ahyar: Kepemimpinan PBNU Berada di Tangan Rais Aam

Menurut kesaksian delegasi yang hadir pada 2018, pertemuan itu bukanlah agenda yang direncanakan. Rombongan PBNU tiba-tiba diarahkan ke kantor Netanyahu dan ditawarkan peran sebagai mediator normalisasi. Dalam situasi diplomatik yang sangat sensitif, Gus Yahya memberikan sikap tegas yang membuat Netanyahu kecewa dan langsung meninggalkan ruangan.

“Saya terang-terangan dan tegas menyatakan bahwa saya datang ke sini demi Palestina. Dan saya nggak akan pernah berhenti dengan posisi itu apa pun yang terjadi,” tegas Gus Yahya, sebagaimana dikutip dalam dokumen tersebut.


Penolakan keras itu bahkan memicu kegaduhan internal di parlemen Israel dan dijadikan sorotan oleh media setempat. Bantahan paling kuat terhadap tuduhan pro-Zionis datang dari Palestina sendiri.

Wakil Hakim Agung Palestina, Mohammed A.Y. Azzam, ketika berkunjung ke PBNU pada April 2023, menyampaikan apresiasi mendalam atas posisi Gus Yahya.

Baca juga: 139 Perwira Tinggi Naik Pangkat, Ada Pangdivif 3 Kostrad hingga Waasops Panglima TNI

“Kami merasa tenang karena Syekh Yahya berada di pihak kami melalui cara yang sangat humanis dan internasional,” ujarnya saat berkunjung ke PBNU beberapa waktu lalu.

Pengakuan serupa datang dari berbagai tokoh lain, termasuk mantan Menteri Luar Negeri RI Retno L.P. Marsudi, Duta Besar Iran untuk Indonesia, serta pimpinan ormas Islam nasional. Mereka menilai langkah diplomasi PBNU sejalan dengan perjuangan Palestina dan dilakukan melalui koridor resmi yang sah.

Tidak hanya dukungan moral, rekam jejak aktivitas PBNU menunjukkan konsistensi nyata dalam membela Palestina. Mulai dari penyelenggaraan R20 International Summit of Religious Authorities (ISORA) pada 2023 untuk mengimbau dunia menghentikan kekerasan di Gaza, hingga rangkaian pertemuan dengan pejabat Palestina, lobi diplomatik, serta kolaborasi dengan berbagai ormas Islam. Aktivitas tersebut terdokumentasi dalam sejumlah pemberitaan nasional, mulai dari 2023 hingga 2025.

Forum-forum internasional yang digelar PBNU juga aktif mendorong gencatan senjata dan penyelesaian damai, sekaligus memberi ruang bagi pemerintah Palestina untuk menyampaikan langsung aspirasi mereka kepada publik Indonesia dan komunitas global.

Dokumen analisis tersebut menyimpulkan bahwa tuduhan terhadap Gus Yahya didasarkan pada narasi yang dipotong konteks dan mengabaikan fakta-fakta substansial. Sementara itu, bukti yang tersedia justru memperlihatkan bahwa PBNU di bawah kepemimpinan Gus Yahya memiliki posisi tegas dan konsisten dalam membela hak-hak rakyat Palestina.

Argumentasi yang dipaparkan juga menegaskan bahwa perjuangan untuk Palestina tidak selalu tampak dalam slogan atau retorika, tetapi melalui diplomasi tingkat tinggi, pengaruh internasional, dan langkah strategis yang telah diakui efektivitasnya oleh pihak Palestina sendiri.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
Kritik Menggema Jelang...
Kritik Menggema Jelang Muktamar, Warga NU Depok Soroti Tata Kelola PBNU
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Calon Ketum PBNU Gus Salam Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-NTT
Tata Kelola Saja Tidak...
Tata Kelola Saja Tidak Cukup, Gus Ma’shum: NU juga Butuh Tata Krama
Nahdlatul Ulama: Pesantren...
Nahdlatul Ulama: Pesantren dan Kedaulatan Masyarakat Sipil
Halaqoh Kiai Muda NU...
Halaqoh Kiai Muda NU Soroti Kepemimpinan di PBNU
Muktamar ke-35 NU, Syaifuloh...
Muktamar ke-35 NU, Syaifuloh Yusuf Sebut Gus Salam Layak Jadi Ketum PBNU
Syiar Islam Harus Dekat...
Syiar Islam Harus Dekat dengan Masyarakat
Lulus PMKNU, Gus Salam...
Lulus PMKNU, Gus Salam Penuhi Syarat Administratif Calon Ketua Umum PBNU
Rekomendasi
MNC University Siapkan...
MNC University Siapkan Program Double Degree dan Pertukaran Mahasiswa dengan Kampus ASEAN
Pembelian Dolar AS Diperketat,...
Pembelian Dolar AS Diperketat, BI Batasi Transaksi USD10 Ribu Mulai Juli 2026
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Loyo ke Rp17.794 per Dolar AS, Intip Pemicunya
Berita Terkini
Soal Pengadaan 21 Ribu...
Soal Pengadaan 21 Ribu Motor Listrik Era Dadan Hindayana, Begini Kata BGN
Dasco Ungkap Pimpinan...
Dasco Ungkap Pimpinan DPR akan Temui Mahasiswa Besok
Diperiksa Kejagung 9...
Diperiksa Kejagung 9 Jam Lebih, Sony Sonjaya Bungkam
Dianggap Mampu, 76 Sekolah...
Dianggap Mampu, 76 Sekolah di Pulau Jawa Dicoret dari Daftar Penerima MBG
Sidang Tuntutan Dalang...
Sidang Tuntutan Dalang Pembunuhan Kacab Bank Ditunda
Ibu Hamil dan Balita...
Ibu Hamil dan Balita juga Tidak Terima MBG saat Libur Sekolah
Infografis
Trump Bela Putin, Tepis...
Trump Bela Putin, Tepis Klaim Rusia Tolak Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved