Dokter Tifa Tegaskan Trio RRT Sangat Kompak
Minggu, 30 November 2025 - 18:31 WIB
loading...
Pegiat media sosial Tifauzia Tyassuma yang akrab disapa Dokter Tifa menepis anggapan Trio RRT (Roy Suryo, Rismon Sianipar, Tifuzia Tyassuma) tidak lagi kompak. Foto/Dok SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Pegiat media sosial Tifauzia Tyassuma yang akrab disapa Dokter Tifa menepis anggapan Trio RRT (Roy Suryo, Rismon Sianipar, Tifuzia Tyassuma) tidak kompak. Satu dari delapan tersangka kasus tudingan ijazah palsu mantan Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) ini menegaskan, Trio RRT sangat kompak.
"Kompak, kompak sekali, solid. Jadi kan kita dipertemukan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa di tanggal 15 April 2025 oleh sebuah, ya buat saya misi yang mulia, misi yang suci. Perjuangan untuk menegakkan kebenaran," ujar Dokter Tifa dalam podcast atau siniar To The Point Aja yang tayang di YouTube SindoNews, dikutip Minggu (30/11/2025).
Dokter Tifa juga menjelaskan soal kuasa hukumnya. Menurutnya, sejak lima bulan lalu, kuasa hukum mereka memang berbeda. "Kuasa hukum sejak lima bulan yang lalu memang tidak dalam satu naungan tim yang sama," ujarnya.
Baca Juga: Dokter Tifa: 93% Masyarakat Percaya Ijazah Jokowi Palsu
Dia menambahkan, semula ada kuasa hukum yang berinisiatif membentuk sebuah tim. "Ya sudah, kita jadi kliennya mereka. Tapi, lalu setelah evaluasi selama dua bulan, kurang lebih satu atau dua bulan itu, saya melihat bahwa saya lebih baik untuk membentuk kuasa hukum sendiri, sudah agak kenal," ujarnya.
![Dokter Tifa Tegaskan Trio RRT Sangat Kompak]()
Menurut Dokter Tifa, dalam menentukan seorang kuasa hukum, dirinya tidak hanya butuh mereka yang cerdas. "Chemistry, komunikasi yang terjalin, kami bisa saling berdiskusi dengan enak. Itu kan butuh orang-orang yang memang dipilih oleh klien kan, bukan dipilihkan oleh seseorang untuk kami, dan itu kan tidak bisa dipaksa ya," katanya.
Tifa mengatakan, karena itu dirinya sudah punya kuasa hukum sendiri, yang terdiri dari 34 orang. "Tetapi, dalam perjalanannya, di tim kuasa hukum yang saya sebut, kami sebut sebagai Tim Pembela Penegak Keadilan, Tim PPK, RR-nya (Roy dan Rismon) ikut juga," kata Tifa.
Baca Juga: Penetapan Tersangka Roy Suryo Cs Dianggap Zalim, Ahmad Khozinudin Bawa-bawa Nama Luna Maya dan Lucinta Luna
Namun, kata Tifa, dirinya tidak bisa menjadi bagian dari tim kuasa hukum yang pertama. "Jadi pilihannya gimana? Ya udah kita gabung. Jadi, Tim Pembela Penegak Keadilan yang terdiri dari 34 pengacara, koordinatornya adalah Bapak Abdullah Alkatiri itu membawahi kami. Jadi kami tetap ada. Nggak ada masalah. Itu kan soal komunikasi publik saja," jelasnya.
Tifa menambahkan, di tim penasihat hukum yang dia persiapkan untuk bertarung di sidang, ada tiga kuasa hukum yang jadi koordinator dari tim RRT, antara lain M Taufiq dan Jahmada Girsang. "Ini nanti akan duet nih, mengawal. Di bawahnya itu sudah ada kuasa hukum yang akan kami seleksi secara chemistry, rekam jejak, jam terbang," ujarnya.
Sebelumnya, Tifa mengatakan tetap menjaga hubungan baik dengan semua pihak yang pernah membantu dalam perjalanan penanganan kasus ini, termasuk Ahmad Khozinudin dkk.
"Tidak ada sisi konflik ataupun persoalan personal. Namun, saya juga berkewajiban memastikan informasi publik tetap akurat, karena saya tidak ingin ada pihak yang terseret dalam narasi yang tidak sesuai kenyataan. Perjuangan ini sejak awal adalah perjuangan untuk kebenaran dan keadilan, bukan untuk menciptakan kesalahpahaman baru. Hasbunallah wanikmal wakil, nikmal maula wanikman nashiir. Laa haula wala quwwata ila billah. Salam takzim," pungkasnya melalui akun X @DokterTifa, dikutip Minggu (23/11/2025).
"Kompak, kompak sekali, solid. Jadi kan kita dipertemukan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa di tanggal 15 April 2025 oleh sebuah, ya buat saya misi yang mulia, misi yang suci. Perjuangan untuk menegakkan kebenaran," ujar Dokter Tifa dalam podcast atau siniar To The Point Aja yang tayang di YouTube SindoNews, dikutip Minggu (30/11/2025).
Dokter Tifa juga menjelaskan soal kuasa hukumnya. Menurutnya, sejak lima bulan lalu, kuasa hukum mereka memang berbeda. "Kuasa hukum sejak lima bulan yang lalu memang tidak dalam satu naungan tim yang sama," ujarnya.
Baca Juga: Dokter Tifa: 93% Masyarakat Percaya Ijazah Jokowi Palsu
Dia menambahkan, semula ada kuasa hukum yang berinisiatif membentuk sebuah tim. "Ya sudah, kita jadi kliennya mereka. Tapi, lalu setelah evaluasi selama dua bulan, kurang lebih satu atau dua bulan itu, saya melihat bahwa saya lebih baik untuk membentuk kuasa hukum sendiri, sudah agak kenal," ujarnya.

Menurut Dokter Tifa, dalam menentukan seorang kuasa hukum, dirinya tidak hanya butuh mereka yang cerdas. "Chemistry, komunikasi yang terjalin, kami bisa saling berdiskusi dengan enak. Itu kan butuh orang-orang yang memang dipilih oleh klien kan, bukan dipilihkan oleh seseorang untuk kami, dan itu kan tidak bisa dipaksa ya," katanya.
Tifa mengatakan, karena itu dirinya sudah punya kuasa hukum sendiri, yang terdiri dari 34 orang. "Tetapi, dalam perjalanannya, di tim kuasa hukum yang saya sebut, kami sebut sebagai Tim Pembela Penegak Keadilan, Tim PPK, RR-nya (Roy dan Rismon) ikut juga," kata Tifa.
Baca Juga: Penetapan Tersangka Roy Suryo Cs Dianggap Zalim, Ahmad Khozinudin Bawa-bawa Nama Luna Maya dan Lucinta Luna
Namun, kata Tifa, dirinya tidak bisa menjadi bagian dari tim kuasa hukum yang pertama. "Jadi pilihannya gimana? Ya udah kita gabung. Jadi, Tim Pembela Penegak Keadilan yang terdiri dari 34 pengacara, koordinatornya adalah Bapak Abdullah Alkatiri itu membawahi kami. Jadi kami tetap ada. Nggak ada masalah. Itu kan soal komunikasi publik saja," jelasnya.
Tifa menambahkan, di tim penasihat hukum yang dia persiapkan untuk bertarung di sidang, ada tiga kuasa hukum yang jadi koordinator dari tim RRT, antara lain M Taufiq dan Jahmada Girsang. "Ini nanti akan duet nih, mengawal. Di bawahnya itu sudah ada kuasa hukum yang akan kami seleksi secara chemistry, rekam jejak, jam terbang," ujarnya.
Sebelumnya, Tifa mengatakan tetap menjaga hubungan baik dengan semua pihak yang pernah membantu dalam perjalanan penanganan kasus ini, termasuk Ahmad Khozinudin dkk.
"Tidak ada sisi konflik ataupun persoalan personal. Namun, saya juga berkewajiban memastikan informasi publik tetap akurat, karena saya tidak ingin ada pihak yang terseret dalam narasi yang tidak sesuai kenyataan. Perjuangan ini sejak awal adalah perjuangan untuk kebenaran dan keadilan, bukan untuk menciptakan kesalahpahaman baru. Hasbunallah wanikmal wakil, nikmal maula wanikman nashiir. Laa haula wala quwwata ila billah. Salam takzim," pungkasnya melalui akun X @DokterTifa, dikutip Minggu (23/11/2025).
(zik)
Lihat Juga :