Mimika Kabupaten Harmoni: Pemda dan FKUB Raih Harmony Award 2025 dari Kemenag
Sabtu, 29 November 2025 - 13:53 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Kementerian Agama, beberapa indikator utama yang membuat Mimika unggul dan layak mendapatkan Harmony Award 2025 yakni:
1. Dukungan Kebijakan dan Anggaran
Pemda Mimika dinilai memberikan dukungan nyata melalui kebijakan yang inklusif serta alokasi anggaran memadai untuk menunjang kegiatan kerukunan dan operasional FKUB.
2. Inovasi dan Aktivitas FKUB
FKUB Mimika aktif melakukan mediasi, membangun ruang dialog, dan menggelar edukasi moderasi beragama terutama kepada generasi muda.
3. Stabilitas dan Ketanggapan Daerah
Kabupaten Mimika mampu menangani isu-isu keagamaan secara cepat, tepat, dan damai sehingga tidak berkembang menjadi konflik horizontal.
Penghargaan ini menjadikan Mimika sebagai role model bagi daerah lain, terutama di Papua dalam menerapkan prinsip moderasi beragama dan menjaga keberagaman dalam bingkai harmoni.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan capaian harmoni nasional ini bukan hanya prestasi, tetapi amanah besar yang harus dirawat bersama sebagai bangsa.
“Data menunjukkan bahwa kita berada pada tahun indeks harmoni tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Kita harus bersyukur sekaligus bertanggung jawab untuk memelihara harmoni ini. Tidak mungkin terwujud kerukunan tanpa harmoni dan harmoni tidak mungkin terwujud tanpa kesediaan kita untuk menerima perbedaan,” ujarnya.
Toleransi bukanlah upaya menyeragamkan yang berbeda atau memisahkan yang sama melainkan kemampuan menjaga kemesraan dan persahabatan di tengah keberagaman.
1. Dukungan Kebijakan dan Anggaran
Pemda Mimika dinilai memberikan dukungan nyata melalui kebijakan yang inklusif serta alokasi anggaran memadai untuk menunjang kegiatan kerukunan dan operasional FKUB.
2. Inovasi dan Aktivitas FKUB
FKUB Mimika aktif melakukan mediasi, membangun ruang dialog, dan menggelar edukasi moderasi beragama terutama kepada generasi muda.
3. Stabilitas dan Ketanggapan Daerah
Kabupaten Mimika mampu menangani isu-isu keagamaan secara cepat, tepat, dan damai sehingga tidak berkembang menjadi konflik horizontal.
Penghargaan ini menjadikan Mimika sebagai role model bagi daerah lain, terutama di Papua dalam menerapkan prinsip moderasi beragama dan menjaga keberagaman dalam bingkai harmoni.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan capaian harmoni nasional ini bukan hanya prestasi, tetapi amanah besar yang harus dirawat bersama sebagai bangsa.
“Data menunjukkan bahwa kita berada pada tahun indeks harmoni tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Kita harus bersyukur sekaligus bertanggung jawab untuk memelihara harmoni ini. Tidak mungkin terwujud kerukunan tanpa harmoni dan harmoni tidak mungkin terwujud tanpa kesediaan kita untuk menerima perbedaan,” ujarnya.
Toleransi bukanlah upaya menyeragamkan yang berbeda atau memisahkan yang sama melainkan kemampuan menjaga kemesraan dan persahabatan di tengah keberagaman.
Lihat Juga :