Dasco Bantu Rehabilitasi 2 Guru di Luwu, GPA: Simbol Keberpihakan pada Rakyat
Jum'at, 28 November 2025 - 19:53 WIB
loading...
Langkah cepat dan responsif Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad yang memfasilitasi proses rehabilitasi hukum dua guru asal Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan diapresiasi. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Langkah cepat dan responsif Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad yang memfasilitasi proses rehabilitasi hukum dua guru asal Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan diapresiasi. Hal itu membuat Presiden Prabowo Subianto mengambil keputusan.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Al-Washliyah (PP GPA) Aminullah Siagian mengatakan, kasus dua guru tersebut sempat menyita perhatian publik setelah keduanya diberi sanksi karena menunjukkan solidaritas kepada seorang guru honorer yang telah berbulan-bulan tidak menerima haknya.
Aminullah menggambarkan respons cepat Dasco bukan sekadar intervensi administratif, tetapi juga simbol keberpihakan terhadap rakyat kecil yang selama ini sering terpinggirkan oleh tumpukan birokrasi. Aminullah menegaskan bahwa tindakan seperti ini harus menjadi standar baru dalam politik Indonesia.
Baca juga: Prabowo Rehabilitasi 2 Guru di Luwu Utara, Peran Dasco Diapresiasi
“Langkah cepat Bang Dasco adalah bukti bahwa politik tidak selalu dingin dan penuh kalkulasi. Politik dapat menjadi alat keberpihakan, alat keadilan, ketika elitenya peka dan mau turun tangan. Ini rule model elite politik aspiratif yang layak ditiru,” ujarnya di Jakarta, Jumat (28/11/2025).
Aminullah menambahkan, di tengah hiruk pikuk politik nasional, langkah Dasco telah membuktikan keberanian mendengar suara rakyat dan bertindak cepat masih menjadi nilai yang relevan dan sangat dibutuhkan.
Respons ini bukan hanya memulihkan martabat dua guru tersebut, tetapi juga mengirim pesan moral bahwa ketidakadilan tidak boleh dibiarkan terjadi kepada siapa pun, terutama mereka yang mengabdikan hidupnya untuk mencerdaskan generasi bangsa.
Baca juga: Panglima TNI Lantik 51 Perwira Muda Ahli Siber, Ini Nama 3 Lulusan Terbaik
Aminullah juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto yang menunjukkan sensitivitas kepemimpinan dengan langsung memastikan dua guru itu mendapatkan rehabilitasi hukum.
Keputusan Presiden, kata Aminullah, mempertegas negara berdiri bersama para pendidik yang sering menjadi pahlawan tanpa sorotan kamera.
“Presiden Prabowo menunjukkan wajah kepemimpinan yang tegas namun manusiawi. Ketika seorang guru dizalimi, sesungguhnya yang terciderai adalah masa depan bangsa. Keputusan beliau penting untuk mengembalikan keadilan itu,” tegasnya.
Momentum ini, menurut Aminullah, harus menjadi pengingat bagi seluruh pemangku kebijakan bahwa keberpihakan terhadap rakyat bukan sekadar slogan politis, tetapi tanggung jawab moral. Ia menilai bahwa tindakan cepat seperti ini dapat menjadi pondasi budaya politik baru: politik yang mendengar, bergerak, dan menyelesaikan.
“Bangsa ini butuh lebih banyak pemimpin yang responsif, progresif, dan berani memastikan bahwa setiap warga negara terutama guru diperlakukan dengan adil,” pungkasnya
Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Al-Washliyah (PP GPA) Aminullah Siagian mengatakan, kasus dua guru tersebut sempat menyita perhatian publik setelah keduanya diberi sanksi karena menunjukkan solidaritas kepada seorang guru honorer yang telah berbulan-bulan tidak menerima haknya.
Aminullah menggambarkan respons cepat Dasco bukan sekadar intervensi administratif, tetapi juga simbol keberpihakan terhadap rakyat kecil yang selama ini sering terpinggirkan oleh tumpukan birokrasi. Aminullah menegaskan bahwa tindakan seperti ini harus menjadi standar baru dalam politik Indonesia.
Baca juga: Prabowo Rehabilitasi 2 Guru di Luwu Utara, Peran Dasco Diapresiasi
“Langkah cepat Bang Dasco adalah bukti bahwa politik tidak selalu dingin dan penuh kalkulasi. Politik dapat menjadi alat keberpihakan, alat keadilan, ketika elitenya peka dan mau turun tangan. Ini rule model elite politik aspiratif yang layak ditiru,” ujarnya di Jakarta, Jumat (28/11/2025).
Aminullah menambahkan, di tengah hiruk pikuk politik nasional, langkah Dasco telah membuktikan keberanian mendengar suara rakyat dan bertindak cepat masih menjadi nilai yang relevan dan sangat dibutuhkan.
Respons ini bukan hanya memulihkan martabat dua guru tersebut, tetapi juga mengirim pesan moral bahwa ketidakadilan tidak boleh dibiarkan terjadi kepada siapa pun, terutama mereka yang mengabdikan hidupnya untuk mencerdaskan generasi bangsa.
Baca juga: Panglima TNI Lantik 51 Perwira Muda Ahli Siber, Ini Nama 3 Lulusan Terbaik
Aminullah juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto yang menunjukkan sensitivitas kepemimpinan dengan langsung memastikan dua guru itu mendapatkan rehabilitasi hukum.
Keputusan Presiden, kata Aminullah, mempertegas negara berdiri bersama para pendidik yang sering menjadi pahlawan tanpa sorotan kamera.
“Presiden Prabowo menunjukkan wajah kepemimpinan yang tegas namun manusiawi. Ketika seorang guru dizalimi, sesungguhnya yang terciderai adalah masa depan bangsa. Keputusan beliau penting untuk mengembalikan keadilan itu,” tegasnya.
Momentum ini, menurut Aminullah, harus menjadi pengingat bagi seluruh pemangku kebijakan bahwa keberpihakan terhadap rakyat bukan sekadar slogan politis, tetapi tanggung jawab moral. Ia menilai bahwa tindakan cepat seperti ini dapat menjadi pondasi budaya politik baru: politik yang mendengar, bergerak, dan menyelesaikan.
“Bangsa ini butuh lebih banyak pemimpin yang responsif, progresif, dan berani memastikan bahwa setiap warga negara terutama guru diperlakukan dengan adil,” pungkasnya
(cip)
Lihat Juga :