Prabowo Instruksikan Penanganan Serius Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Kamis, 27 November 2025 - 20:43 WIB
loading...
Banjir bandang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengintruksikan penanganan bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar) dilakukan secara serius. Sebab tiga provinsi tersebut saat ini tengah dilanda banjir bandang dan longsor.
Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno usai menggelar rapat terbesar di kantor BNPB, Jakarta Timur pada Kamis (27/11/2025).
Rapat dihadiri oleh masing-masing kepala daerah dari tiga provinsi melalui daring, dan beberapa kementerian/lembaga secara langsung. "Pak Presiden Prabowo sudah perintahkan kepada kami untuk serius menangani bencana, untuk penanganan tanggap darurat ini," ujarnya.
Baca juga: Presiden Prabowo Panggil Menteri ke Istana, Bahas Bencana di Sejumlah Daerah
Dalam kesempatan itu, Pratikno menjelaskan, bedasarkan data paparan dari BMKG dalam rapat, tiga provinsi itu dilanda siklus tropis senyar yang membawa hujan ektrim dan angin kencang luar biasa. Hal ini membuat terjadinya banjir bandang dan longsor.
"Ini mengakibatkan banjir, longsor, dan cuaca ekstrem yang juga berpengaruh terhadap transportasi pelayanan. Jadi dari apa yang tadi dilaporkan oleh BMKG, oleh SAR, oleh kementerian lain, oleh PU, dan juga para Gubernur, Bupati, Wali Kota, kita laporkan, kita update terus perkembangannya," ucapnya.
Baca juga: Banjir Bandang dan Longsor Terjang Humbang Hasundutan, 5 Orang Meninggal dan 4 Hilang
Bencana ini juga berdampak terhadap rusaknya akses darat sehingga tim kesulitan memberikan bantuan. "Kemudian mengakibatkan kerusakan infrastruktur yang cukup luas, khususnya jembatan, kemudian jalan, tanah longsor, baik tanah jalan yang tertimbun dari longsoran dari atas maupun tanah yang terputus akibat longsor ke bawah," ucap dia.
Pratikno menyebut musibah ini menimbulkan korban jiwa. Namun angka pastinya belum dapat disampaikan, karena tim di lapangan masih melakukan pendataan.
"Jadi kami tidak bisa meng-update data nyatanya berapa yang meninggal karena masih terus tadi barusan saja Bupati/Wali Kota juga menyampaikan 'Oh, kami menemukan korban meninggal, kami menemukan korban meninggal' dan seterusnya," tuturnya.
Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno usai menggelar rapat terbesar di kantor BNPB, Jakarta Timur pada Kamis (27/11/2025).
Rapat dihadiri oleh masing-masing kepala daerah dari tiga provinsi melalui daring, dan beberapa kementerian/lembaga secara langsung. "Pak Presiden Prabowo sudah perintahkan kepada kami untuk serius menangani bencana, untuk penanganan tanggap darurat ini," ujarnya.
Baca juga: Presiden Prabowo Panggil Menteri ke Istana, Bahas Bencana di Sejumlah Daerah
Dalam kesempatan itu, Pratikno menjelaskan, bedasarkan data paparan dari BMKG dalam rapat, tiga provinsi itu dilanda siklus tropis senyar yang membawa hujan ektrim dan angin kencang luar biasa. Hal ini membuat terjadinya banjir bandang dan longsor.
"Ini mengakibatkan banjir, longsor, dan cuaca ekstrem yang juga berpengaruh terhadap transportasi pelayanan. Jadi dari apa yang tadi dilaporkan oleh BMKG, oleh SAR, oleh kementerian lain, oleh PU, dan juga para Gubernur, Bupati, Wali Kota, kita laporkan, kita update terus perkembangannya," ucapnya.
Baca juga: Banjir Bandang dan Longsor Terjang Humbang Hasundutan, 5 Orang Meninggal dan 4 Hilang
Bencana ini juga berdampak terhadap rusaknya akses darat sehingga tim kesulitan memberikan bantuan. "Kemudian mengakibatkan kerusakan infrastruktur yang cukup luas, khususnya jembatan, kemudian jalan, tanah longsor, baik tanah jalan yang tertimbun dari longsoran dari atas maupun tanah yang terputus akibat longsor ke bawah," ucap dia.
Pratikno menyebut musibah ini menimbulkan korban jiwa. Namun angka pastinya belum dapat disampaikan, karena tim di lapangan masih melakukan pendataan.
"Jadi kami tidak bisa meng-update data nyatanya berapa yang meninggal karena masih terus tadi barusan saja Bupati/Wali Kota juga menyampaikan 'Oh, kami menemukan korban meninggal, kami menemukan korban meninggal' dan seterusnya," tuturnya.
(cip)
Lihat Juga :