Polri Ubah Doktrin Hadapi Demo, Lemkapi: Tumbuhkan Kecintaan pada Kepolisian

Kamis, 27 November 2025 - 20:26 WIB
loading...
Polri Ubah Doktrin Hadapi...
Direktur Eksekutif Lemkapi Edi Hasibuan mengapresiasi langkah Polri mengubah doktrin penanganan demo dari menjaga menjadi melayani. Foto/SindoNews
A A A
JAKARTA - Langkah Polri mengubah doktrin dalam menangani demonstrasi dari semula menjaga menjadi melayani diapresiasi. Keputusan tersebut diharapkan menarik simpati masyarakat kepada i nstitusi Polri.

Direktur Eksekutif Lemkapi Edi Hasibuan menyambut baik doktrin kepolisian dalam penanganan aksi demo menjadi pelayanan. Selama ini pihak kepolisian lebih fokus pada pengamanan.

"Kami dukung komitmen Kapolri yang terus melakukan transfornasi untuk beri pelayanan terbaik kepada masyrakat. Dengan doktrin pola penanganan demo kini fokus pada pelayanan diharapkan semakin menumbuhkan rasa simpati dan cinta masyarakat terhadap kepolisian,” katanya, Kamis (27/11/2025).

Baca juga: Ini 5 Prosedur Terbaru Polri dalam Penanganan Demo, Tak Boleh Reaktif

Ketua Umum Asosiasi Dosen Ilmu Hukum dan Kriminologi Indonesia (ADIHGI) ini memuji institusi Polri yang terus berbenah.

“Polri terus melakukan perbaikan dan peningkatan kinerja termasuk mengubah pola penanganan aksi demo yang selama ini cendrung menggunakan doktrin pola pengamanan. Ke depan Polri bakal fokus pada pelayanan masyarakat dalam menyampaikan pendapat,” katanya.


Anggota Kompolnas periode 2012 2016 ini juga mengapresiasi Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan jajarannya yang telah menyampaiksn ikrar bersama.

"Kita sambut baik komitmen Polri yang terus memperbaiki diri dan sekarang sedang melakukan kajian-kajian bagaimana kepolisian bisa lebih baik menangani aksi demo," ujarnya.

Baca juga: Kapolri Ubah Doktrin Polisi Hadapi Demo dari Menjaga Jadi Melayani

Menurut Edi, langkah Polri menghadirkan narasumber polisi Hong Kong dalam Apel Kasatwil 2025 sungguh baik. Semua masukan tentu akan dianalisasi dan dikaji apakah sistem hukum dan pengamanan demo yang ada di Hong Kong bisa diterapkan Polri di indonesia.

"Sepanjang aturannya cocok, pasti Kita dukung sepenuhnya,” kata Dosen Politik Hukum Kepolisian Universitas Bhayangkara Jakarta ini.

Berdasarkan prngamatannya, ada sejumlah negara yang melakukan pendekatan pelayanan dalam menangani aksi demo. Antara lain Hong Kong, Jepang, Inggris dan Jerman. Negara yang menerapkan pelayanan dalam menangani demo biasanya menganut prinsif deeskalasi meredahkan ketegangan.

Ke depankan dialog dan negosiasi, serta dalam pengamanan memperhatikan hak warga dan bukan pembatasan. Selain itu, dalam pelayanan demo lebih mengedepanksn transparansi dan pertanggung jawaban. "Semoga dengan pola pelayanan, setiap aksi demo berjalan damai, dan kondusif,” ucapnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Polri Gelar Nobar Piala...
Polri Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Pakar Hukum: Mendekatkan Polisi dengan Masyarakat
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Anggota Polri yang Duduki...
Anggota Polri yang Duduki Jabatan di Luar Struktur Tak Perlu Mundur selama Penugasan Negara
Kapolri: ASN Sipil Duduki...
Kapolri: ASN Sipil Duduki Jabatan di Polri Akan Diatur lewat PP atau Perpres
Kapolri Diminta Segera...
Kapolri Diminta Segera Lantik Kapolda Jabar, Kalbar, dan Sumbar
Kapolri: Banyak Pejabat...
Kapolri: Banyak Pejabat Kirim WA Minta Titipan Lolos Akpol
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
Demo Rawamangun Menggugat...
Demo Rawamangun Menggugat Kelar, Aliansi UNJ Melawan Bubarkan Diri
Mahasiswa UNJ Beraksi,...
Mahasiswa UNJ Beraksi, Pengendara Kompak Bunyikan Klakson sebagai Bentuk Dukungan
Rekomendasi
Trump: AS dan Iran Teken...
Trump: AS dan Iran Teken Kesepakatan Hari Ini, Selat Hormuz Akan Dibuka untuk Semua
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
Pentagon Mengungkap...
Pentagon Mengungkap Kumpulan Data UFO Baru, Apakah Banyak Kejutan?
Berita Terkini
Kasus Muara Enim, Eks...
Kasus Muara Enim, Eks Penyidik KPK: WTP Penting Bagi Pemda, Malah Jadi Ajang Negosiasi
Peduli Lingkungan, Aliansi...
Peduli Lingkungan, Aliansi Lintas Agama-Kementerian LH Serukan Tobat Ekologis Nasional
Diseminasi Eksaminasi...
Diseminasi Eksaminasi Ungkap Dugaan Kekeliruan Penegakan Hukum dalam Kasus Eks Dirut Indofarma
Mahasiswa Soroti Pemborosan...
Mahasiswa Soroti Pemborosan APBN, Qodari: Prabowo Berhasil Hemat Rp300 Triliun
Polri Gelar Nobar Piala...
Polri Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Pakar Hukum: Mendekatkan Polisi dengan Masyarakat
Ditahan KPK, Asrul Azis...
Ditahan KPK, Asrul Azis Tersangka Baru Kasus Kuota Haji Ajukan Praperadilan ke PN Jaksel
Infografis
5 Kombes Pol Pecah Bintang...
5 Kombes Pol Pecah Bintang Jadi Brigjen pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved