Prabowo Setuju 37 Penerima Beasiswa Pemda Papua Dialihkan ke LPDP
Selasa, 25 November 2025 - 05:52 WIB
loading...
Mendagri Tito Karnavian menyatakan Presiden Prabowo Subianto memberikan persetujuan agar 37 penerima beasiswa dari Pemda Papua dialihkan pendanaannya ke Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Foto/Binti Mufarida
A
A
A
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memberikan persetujuan agar 37 penerima beasiswa dari pemerintah daerah (Pemda) Papua dialihkan pendanaannya ke Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Langkah ini diambil karena bantuan dari Pemda sering terlambat, sementara proses studi para penerima tetap harus berjalan.
Hal tersebut diungkapkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian usai bertemu Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin malam (24/11/2025).
Baca juga: Prabowo Ingin Duit Sitaan Korupsi CPO Rp13 Triliun Disimpan untuk LPDP
"Saya melihat daripada lamban, kasihan itu enggak bisa ditunda, saran saya pembiayaannya diambil alih oleh Menteri Keuangan melalui LPDP. Perintah Presiden setuju, yang 37 ini akan diambil alih oleh LPDP," kata Tito usai rapat terbatas bersama Presiden Prabowo.
Tito juga menjelaskan bahwa dari sekitar 300 penerima beasiswa, terdapat sekitar 56 mahasiswa asli Papua yang masih aktif menempuh pendidikan di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat dan Australia. Dari jumlah itu, 37 orang sering mengalami keterlambatan bantuan.
"Kalau enggak salah jumlahnya 300 lebih itu ada yang di Amerika, di Australia, dan lain-lain. Data kami ada 56 orang yang belum selesai, belum dibayar dan sering terlambat dibayar dari Pemda. Totalnya 37 miliar sebetulnya, Pemda Papua dan Papua Pegunungan itu terutama," tuturnya.
Baca juga: Beasiswa LPDP Dokter Spesialis RSPPU 2025 Dibuka Kembali, Ini Syarat dan Link Daftarnya
Setelah adanya persetujuan presiden, Tito akan segera mengirimkan data para penerima beasiswa tersebut kepada Menteri Keuangan (Menkeu) serta Menteri Luar Negeri (Menlu).
"Saya segera menyerahkan datanya kepada Menteri Keuangan dan Menteri Luar Negeri," tandasnya.
Hal tersebut diungkapkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian usai bertemu Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin malam (24/11/2025).
Baca juga: Prabowo Ingin Duit Sitaan Korupsi CPO Rp13 Triliun Disimpan untuk LPDP
"Saya melihat daripada lamban, kasihan itu enggak bisa ditunda, saran saya pembiayaannya diambil alih oleh Menteri Keuangan melalui LPDP. Perintah Presiden setuju, yang 37 ini akan diambil alih oleh LPDP," kata Tito usai rapat terbatas bersama Presiden Prabowo.
Tito juga menjelaskan bahwa dari sekitar 300 penerima beasiswa, terdapat sekitar 56 mahasiswa asli Papua yang masih aktif menempuh pendidikan di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat dan Australia. Dari jumlah itu, 37 orang sering mengalami keterlambatan bantuan.
"Kalau enggak salah jumlahnya 300 lebih itu ada yang di Amerika, di Australia, dan lain-lain. Data kami ada 56 orang yang belum selesai, belum dibayar dan sering terlambat dibayar dari Pemda. Totalnya 37 miliar sebetulnya, Pemda Papua dan Papua Pegunungan itu terutama," tuturnya.
Baca juga: Beasiswa LPDP Dokter Spesialis RSPPU 2025 Dibuka Kembali, Ini Syarat dan Link Daftarnya
Setelah adanya persetujuan presiden, Tito akan segera mengirimkan data para penerima beasiswa tersebut kepada Menteri Keuangan (Menkeu) serta Menteri Luar Negeri (Menlu).
"Saya segera menyerahkan datanya kepada Menteri Keuangan dan Menteri Luar Negeri," tandasnya.
(shf)
Lihat Juga :