Pembentukan Ditjen Pesantren Momentum untuk Menata Pendidikan Islam
Senin, 24 November 2025 - 22:26 WIB
loading...
A
A
A
Duski juga menegaskan pentingnya kerja sama kampus–pesantren. UIN Imam Bonjol siap menjadi mitra strategis untuk meningkatkan standar tata kelola dan kapasitas pengajar, sehingga lulusan pesantren memiliki civil effect dan daya saing yang setara dengan lulusan lembaga pendidikan umum.
Rektor UIN Imam Bonjol Padang Martin Kustati, menyatakan pesantren merupakan lumbung peradaban Minangkabau yang bertumbuh dari tradisi surau. UIN Imam Bonjol siap menjadi rumah gadang akademik bagi seluruh pesantren Sumbar dalam memperkuat kolaborasi keilmuan dan pengembangan SDM.
Mewakili Direktorat Pesantren dan Ditjen Pendidikan Islam, Yusi Damayanti menegaskan pembentukan Ditjen Pesantren menjadi kebutuhan mendesak guna mengintegrasikan trifungsi pesantren pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.
"Pemerintah telah menunjukkan komitmen kuat melalui Hari Santri, Undang-Undang Pesantren, Keppres Pendanaan Pesantren, serta pelibatan pesantren dalam program nasional seperti Makan Bergizi Gratis dan Cek Kesehatan Gratis," ujarnya.
Halaqah yang berlangsung di 14 PTKIN ini menjadi ruang konsolidasi penting untuk menyatukan visi pengembangan pesantren nasional. Dengan harmonisasi tradisi dan modernitas, pesantren diharapkan mampu melompat ke era baru tanpa kehilangan identitasnya sebagai pilar peradaban Nusantara.
Rektor UIN Imam Bonjol Padang Martin Kustati, menyatakan pesantren merupakan lumbung peradaban Minangkabau yang bertumbuh dari tradisi surau. UIN Imam Bonjol siap menjadi rumah gadang akademik bagi seluruh pesantren Sumbar dalam memperkuat kolaborasi keilmuan dan pengembangan SDM.
Mewakili Direktorat Pesantren dan Ditjen Pendidikan Islam, Yusi Damayanti menegaskan pembentukan Ditjen Pesantren menjadi kebutuhan mendesak guna mengintegrasikan trifungsi pesantren pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.
"Pemerintah telah menunjukkan komitmen kuat melalui Hari Santri, Undang-Undang Pesantren, Keppres Pendanaan Pesantren, serta pelibatan pesantren dalam program nasional seperti Makan Bergizi Gratis dan Cek Kesehatan Gratis," ujarnya.
Halaqah yang berlangsung di 14 PTKIN ini menjadi ruang konsolidasi penting untuk menyatukan visi pengembangan pesantren nasional. Dengan harmonisasi tradisi dan modernitas, pesantren diharapkan mampu melompat ke era baru tanpa kehilangan identitasnya sebagai pilar peradaban Nusantara.
(rca)
Lihat Juga :