Indonesia Qur’an Hour 2025, Menag: Pentingnya Syiar Dalam Pembangunan Bangsa
Senin, 24 November 2025 - 08:00 WIB
loading...
Menteri Agama Nasaruddin Umar menghadiri gelaran Indonesia Quran Hour (IQH) 2025 Masjid Istiqlal. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Masjid Istiqlal kembali menjadi pusat syiar Al-Qur’an terbesar di Indonesia melalui gelaran Indonesia Quran Hour (IQH) 2025. Kegiatan ini merupakan sebuah gerakan nasional yang mengajak umat untuk membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an secara serentak.
Diprakarsai oleh Quran Cordoba dan Yayasan Nur Quran Indonesia sejak 2017, kegiatan ini kembali berhasil membangkitkan kecintaan masyarakat terhadap kalamullah. Acara yang berlangsung pada Sabtu, 22 November 2025 itu diikuti ribuan jamaah dari berbagai daerah, menghadirkan suasana haru dan kekhusyukan lewat tilawah, tadabur, dan tausyiah yang dipandu para ulama, qari, serta tokoh Muslim nasional.
Menteri Agama (Menag) sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya syiar Al-Qur’an dalam pembangunan bangsa.
Baca juga: Asbabun Nuzul Ayat 4 Surat Al-Maidah Tentang Makanan Halal, Simak di Sini Saja!
“Siapa yang meninggikan kalimat Allah, memuliakan nama Allah dan kalam-Nya, maka Dia akan memberikan perlindungan-Nya,” ujarnya, dikutip Senin (24/11/2025).
Nasaruddin menjelaskan perintah membaca Al-Qur’an dalam Al-Baqarah ayat 151 menggunakan fi’il mudhari’, menunjukkan kewajiban membaca dan memahami Al-Qur’an berlaku terus menerus, bukan sekadar ibadah seremonial.
Tidak hanya itu, Nasaruddin juga menyoroti potensi industri mushaf nasional. Nasaruddin menyebut kebutuhan mushaf Indonesia mencapai 2 juta eksemplar per tahun, sementara produksi dalam negeri baru memenuhi sekitar 400.000 eksemplar. “Kertas mushaf itu hidup karena ayat-ayatnya. Al-Qur’an harus berada di atas segalanya,” tegasnya.
Baca juga: Mengenal Detail Tentang Waktu Salat dalam Kitab-kitab Fiqih, Simak Ya!
Pendiri Indonesia Quran Hour Joni Rosadi, menekankan tiga kewajiban utama umat terhadap Al-Qur’an yakni, membaca, memahami, dan mengamalkan. Joni mengajak umat menjadikan IQH bukan hanya acara tahunan, tetapi kebiasaan harian.
“Program paling sederhana adalah satu jam bersama Al-Qur’an setiap hari. Dari sinilah hidup kita akan berubah,” tuturnya.
Joni menegaskan IQH adalah gerakan syiar yang ingin membentuk generasi Qur’ani yakni, generasi yang menjadikan Al-Qur’an sebagai sahabat hidup dan pembela di akhirat.
Acara dibuka dengan pembacaan Surah As-Saff oleh Ustaz Ahmad Komarudin, diikuti doa dan tadabur oleh Ustaz Abu Rabbani, serta nasihat penuh hikmah dari Ustaz Koh Dennis Lim yang berkisah tentang perjalanan hidayahnya bersama Al-Qur’an.
Lantunan para qari Masjid Istiqlal makin memperkuat suasana spiritual yang memenuhi ruangan masjid terbesar di Asia Tenggara itu. Sebagai bentuk syiar dan komitmen menyiarkan Al-Qur’an ke seluruh Indonesia, panitia membagikan 1.000 mushaf Cordoba gratis kepada jamaah.
Momen haru mewarnai panggung ketika diumumkan hadiah umrah gratis dari STIKES Dharma Husada untuk hafiz Al-Qur’an yang belum pernah berangkat. Penerima hadiah tahun ini adalah Ragheb Ghalsyam, lulusan Pesantren Rafah Bogor, yang diuji hafalannya langsung di hadapan jamaah.
Indonesia Quran Hour 2025 menegaskan kembali bahwa Al-Qur’an adalah sumber inspirasi, kekuatan spiritual, dan pemersatu bangsa. Melalui tema “Bangunlah Jiwanya, Bangunlah Badannya”, IQH mengajak umat membangun Indonesia melalui fondasi ruhani yang kokoh dan akhlak Qur’ani.
Dengan dukungan ulama, qari, publik figur, dan komunitas Qur’ani, IQH terus menjadi gerakan syiar nasional yang memperluas akses, pemahaman, dan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an.
Diprakarsai oleh Quran Cordoba dan Yayasan Nur Quran Indonesia sejak 2017, kegiatan ini kembali berhasil membangkitkan kecintaan masyarakat terhadap kalamullah. Acara yang berlangsung pada Sabtu, 22 November 2025 itu diikuti ribuan jamaah dari berbagai daerah, menghadirkan suasana haru dan kekhusyukan lewat tilawah, tadabur, dan tausyiah yang dipandu para ulama, qari, serta tokoh Muslim nasional.
Menteri Agama (Menag) sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya syiar Al-Qur’an dalam pembangunan bangsa.
Baca juga: Asbabun Nuzul Ayat 4 Surat Al-Maidah Tentang Makanan Halal, Simak di Sini Saja!
“Siapa yang meninggikan kalimat Allah, memuliakan nama Allah dan kalam-Nya, maka Dia akan memberikan perlindungan-Nya,” ujarnya, dikutip Senin (24/11/2025).
Nasaruddin menjelaskan perintah membaca Al-Qur’an dalam Al-Baqarah ayat 151 menggunakan fi’il mudhari’, menunjukkan kewajiban membaca dan memahami Al-Qur’an berlaku terus menerus, bukan sekadar ibadah seremonial.
Tidak hanya itu, Nasaruddin juga menyoroti potensi industri mushaf nasional. Nasaruddin menyebut kebutuhan mushaf Indonesia mencapai 2 juta eksemplar per tahun, sementara produksi dalam negeri baru memenuhi sekitar 400.000 eksemplar. “Kertas mushaf itu hidup karena ayat-ayatnya. Al-Qur’an harus berada di atas segalanya,” tegasnya.
Baca juga: Mengenal Detail Tentang Waktu Salat dalam Kitab-kitab Fiqih, Simak Ya!
Pendiri Indonesia Quran Hour Joni Rosadi, menekankan tiga kewajiban utama umat terhadap Al-Qur’an yakni, membaca, memahami, dan mengamalkan. Joni mengajak umat menjadikan IQH bukan hanya acara tahunan, tetapi kebiasaan harian.
“Program paling sederhana adalah satu jam bersama Al-Qur’an setiap hari. Dari sinilah hidup kita akan berubah,” tuturnya.
Joni menegaskan IQH adalah gerakan syiar yang ingin membentuk generasi Qur’ani yakni, generasi yang menjadikan Al-Qur’an sebagai sahabat hidup dan pembela di akhirat.
Acara dibuka dengan pembacaan Surah As-Saff oleh Ustaz Ahmad Komarudin, diikuti doa dan tadabur oleh Ustaz Abu Rabbani, serta nasihat penuh hikmah dari Ustaz Koh Dennis Lim yang berkisah tentang perjalanan hidayahnya bersama Al-Qur’an.
Lantunan para qari Masjid Istiqlal makin memperkuat suasana spiritual yang memenuhi ruangan masjid terbesar di Asia Tenggara itu. Sebagai bentuk syiar dan komitmen menyiarkan Al-Qur’an ke seluruh Indonesia, panitia membagikan 1.000 mushaf Cordoba gratis kepada jamaah.
Momen haru mewarnai panggung ketika diumumkan hadiah umrah gratis dari STIKES Dharma Husada untuk hafiz Al-Qur’an yang belum pernah berangkat. Penerima hadiah tahun ini adalah Ragheb Ghalsyam, lulusan Pesantren Rafah Bogor, yang diuji hafalannya langsung di hadapan jamaah.
Indonesia Quran Hour 2025 menegaskan kembali bahwa Al-Qur’an adalah sumber inspirasi, kekuatan spiritual, dan pemersatu bangsa. Melalui tema “Bangunlah Jiwanya, Bangunlah Badannya”, IQH mengajak umat membangun Indonesia melalui fondasi ruhani yang kokoh dan akhlak Qur’ani.
Dengan dukungan ulama, qari, publik figur, dan komunitas Qur’ani, IQH terus menjadi gerakan syiar nasional yang memperluas akses, pemahaman, dan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an.
(cip)
Lihat Juga :