IMIP Menjaga Biodiversitas, Kuatkan Konektivitas Ekosistem Industri Hijau
Minggu, 23 November 2025 - 17:11 WIB
loading...
A
A
A
Sejak 2018 hingga 2025 ini, IMIP terus bergerak dan telah menanam 70.188 bibit mangrove pada sejumlah desa sekitar kawasan. Jika diakumulasi, luasan areanya mencapai 5,62 hektare dan potensi penyerapan karbon diproyeksi menghasilkan 8.828,65 tonnes of carbon dioxide equivalent (tCO2e). Di wilayah Palu, Sulawesi Tengah, IMIP telah melakukan penanaman hingga 10.000 mangrove dengan potensi penyerapan karbon 2.104 tCO₂e. Sementara dalam keikutsertaan pada program nasional di Brebes, Jawa Tengah, IMIP menanam 30.000 bibit dan potensi penyerapan karbonnya hingga 10.550,55 tCO₂e. Hal ini adalah bagian dari target penanaman mangrove d sampai dengan tahun 2026 sebanyak 150.000 bibit mangrove.
Dermawati menegaskan, pihaknya terus melakukan pemantauan dan menerapkan manajemen adaptif dalam menyesuaikan respons terhadap perubahan ekologi. Ini bukanlah kendala dalam pertumbuhan industri, tetapi mendorong inovasi, ketahanan dan sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan. “Dengan menyusun Rencana Aksi Keanekaragaman Hayati dalam strategi bisnis, PT IMIP menunjukkan bahwa industri yang berkelanjutan dan pengelolaan lingkungan dapat berjalan seiring,” katanya.
Selain meningkatkan konektivitas ekosistem, IMIP juga konsisten memerkuat kolaborasi dengan komunitas lokal melalui pemberdayaan program konservasi inklusif dan inisiatif. Dalam upaya mitigasi dampak terestrial, dilakukan penghijauan awal menuju rehabilitasi komprehensif dengan membangun IMIP EduPark seluas 23 hektare sebagai pusat terpadu konservasi, pendidikan, penelitian, dan habitat satwa liar endemik Sulawesi.
“Kami berkomitmen melakukan konservasi keanekaragaman hayati khususnya menjaga spesies endemik Sulawesi dengan mengalokasikan kawasan sebagai habitat alami mereka. PT IMIP bersama Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan komunitas lingkungan lokal juga berhasil memindahkan 20 Macaca Ochreata (monyet digo) ke habitat baru di Taman Wisata Alam Tokobae pada April 2024 lalu. Untuk pemulihan area pesisir dilakukan penanaman mangrove dan transplantasi terumbu karang di Desa Mbokita, Pulau Sombori, sebagai bentuk dukungan terhadap aksi iklim,” sambung Dermawati.
Dalam semangat kuat penerapan transisi energi dan pengurangan emisi karbon, secara bertahap IMIP telah menggunakan alat berat bertenaga listrik, seperti 130 unit truk pengangkut dan 105 wheel loader oleh sejumlah tenant. Kawasan industri IMIP bersama PT Huayue Nickel Cobalt juga mengembangkan pembangkit listrik dengan memanfaatkan kembali energi termal dari uap bertekanan tinggi di pabrik asam sulfat terpadu dalam memenuhi kebutuhan operasional secara mandiri.
Dermawati menegaskan, pihaknya terus melakukan pemantauan dan menerapkan manajemen adaptif dalam menyesuaikan respons terhadap perubahan ekologi. Ini bukanlah kendala dalam pertumbuhan industri, tetapi mendorong inovasi, ketahanan dan sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan. “Dengan menyusun Rencana Aksi Keanekaragaman Hayati dalam strategi bisnis, PT IMIP menunjukkan bahwa industri yang berkelanjutan dan pengelolaan lingkungan dapat berjalan seiring,” katanya.
Selain meningkatkan konektivitas ekosistem, IMIP juga konsisten memerkuat kolaborasi dengan komunitas lokal melalui pemberdayaan program konservasi inklusif dan inisiatif. Dalam upaya mitigasi dampak terestrial, dilakukan penghijauan awal menuju rehabilitasi komprehensif dengan membangun IMIP EduPark seluas 23 hektare sebagai pusat terpadu konservasi, pendidikan, penelitian, dan habitat satwa liar endemik Sulawesi.
“Kami berkomitmen melakukan konservasi keanekaragaman hayati khususnya menjaga spesies endemik Sulawesi dengan mengalokasikan kawasan sebagai habitat alami mereka. PT IMIP bersama Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan komunitas lingkungan lokal juga berhasil memindahkan 20 Macaca Ochreata (monyet digo) ke habitat baru di Taman Wisata Alam Tokobae pada April 2024 lalu. Untuk pemulihan area pesisir dilakukan penanaman mangrove dan transplantasi terumbu karang di Desa Mbokita, Pulau Sombori, sebagai bentuk dukungan terhadap aksi iklim,” sambung Dermawati.
Dalam semangat kuat penerapan transisi energi dan pengurangan emisi karbon, secara bertahap IMIP telah menggunakan alat berat bertenaga listrik, seperti 130 unit truk pengangkut dan 105 wheel loader oleh sejumlah tenant. Kawasan industri IMIP bersama PT Huayue Nickel Cobalt juga mengembangkan pembangkit listrik dengan memanfaatkan kembali energi termal dari uap bertekanan tinggi di pabrik asam sulfat terpadu dalam memenuhi kebutuhan operasional secara mandiri.
Lihat Juga :