Gus Yahya Ungkap Alasannya Menolak Mundur dari Ketua Umum PBNU
Minggu, 23 November 2025 - 13:10 WIB
loading...
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menolak mundur dari jabatannya. Foto/Instagram Yahya Cholil Staquf
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ( PBNU ) Yahya Cholil Staquf ( Gus Yahya ) menolak mundur dari jabatannya. Dia mengaku mendapat mandat Muktamar ke-34 di Lampung pada 2021 untuk memimpin PBNU selama lima tahun.
“Saya sama sekali tidak terbesit pikiran untuk mundur, karena saya mendapatkan amanat dari muktamar itu lima tahun, Muktamar ke-34 yang lalu. Akan saya jalani selama lima tahun,” ujar Gus Yahya setelah mengumpulkan Ketua PWNU se-Indonesia di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (23/11/2025) dini hari.
Dia mengaku belum menerima surat Risalah Rapat Harian Syuriah PBNU. “Sampai sekarang surat secara fisik saya belum terima,” tuturnya.
Baca juga: Berita Kemelut PBNU Mendunia, Gus Yahya Ditekan Mundur karena Mengundang Tokoh Pro-Israel
Menurut dia, Risalah Harian Syuriyah PBNU yang beredar di media sosial tidak memenuhi standar resmi organisasi. Karena, lanjut dia, dokumen resmi, tanda tangannya digital sehingga bisa dipertanggungjawabkan.
“Kalau tanda tangan manual, itu bisa saja sekarang kan zamannya gampang sekali,” tuturnya.
Sebelumnya, Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meminta Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) mundur dari jabatannya. Permintaan itu, tertuang dalam kesimpulan Rapat Harian Syuriyah PBNU, Kamis (20/11/2025).
Baca juga: Pengurus PBNU Benarkan Isu Gus Yahya Dimakzulkan: Manuver Itu Harus Dihentikan
"Berdasarkan musyawarah antara Rais Aam dan dua Wakil Ketua Rai Aam memutuskan KH. Yahya Cholil Staquf mundur sebagai Ketua Umum PBNU," demikian petikan risalah Rapat Harian Syuriyah PBNU yang ditandatangani oleh Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar, yang dikutip Jumat (21/11/2025).
Berdasarkan hasil rapat tersebut, kakak kandung mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas itu diberikan waktu tiga hari melepas jabatannya.
"Jika dalam tiga hari tidak mengundurkan diri, Rapat Harian Syuriyah PBNU memutuskan memberhentikan KH. Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama," bunyi risalah tersebut.
Sekadar informasi, Rais Aam menggelar rapat di Hotel Aston City, Jakarta, Kamis, 20 November 2025. Sedianya, rapat tersebut diikuti 37 dari 53 orang.
“Saya sama sekali tidak terbesit pikiran untuk mundur, karena saya mendapatkan amanat dari muktamar itu lima tahun, Muktamar ke-34 yang lalu. Akan saya jalani selama lima tahun,” ujar Gus Yahya setelah mengumpulkan Ketua PWNU se-Indonesia di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (23/11/2025) dini hari.
Dia mengaku belum menerima surat Risalah Rapat Harian Syuriah PBNU. “Sampai sekarang surat secara fisik saya belum terima,” tuturnya.
Baca juga: Berita Kemelut PBNU Mendunia, Gus Yahya Ditekan Mundur karena Mengundang Tokoh Pro-Israel
Menurut dia, Risalah Harian Syuriyah PBNU yang beredar di media sosial tidak memenuhi standar resmi organisasi. Karena, lanjut dia, dokumen resmi, tanda tangannya digital sehingga bisa dipertanggungjawabkan.
“Kalau tanda tangan manual, itu bisa saja sekarang kan zamannya gampang sekali,” tuturnya.
Sebelumnya, Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meminta Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) mundur dari jabatannya. Permintaan itu, tertuang dalam kesimpulan Rapat Harian Syuriyah PBNU, Kamis (20/11/2025).
Baca juga: Pengurus PBNU Benarkan Isu Gus Yahya Dimakzulkan: Manuver Itu Harus Dihentikan
"Berdasarkan musyawarah antara Rais Aam dan dua Wakil Ketua Rai Aam memutuskan KH. Yahya Cholil Staquf mundur sebagai Ketua Umum PBNU," demikian petikan risalah Rapat Harian Syuriyah PBNU yang ditandatangani oleh Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar, yang dikutip Jumat (21/11/2025).
Berdasarkan hasil rapat tersebut, kakak kandung mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas itu diberikan waktu tiga hari melepas jabatannya.
"Jika dalam tiga hari tidak mengundurkan diri, Rapat Harian Syuriyah PBNU memutuskan memberhentikan KH. Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama," bunyi risalah tersebut.
Sekadar informasi, Rais Aam menggelar rapat di Hotel Aston City, Jakarta, Kamis, 20 November 2025. Sedianya, rapat tersebut diikuti 37 dari 53 orang.
(rca)
Lihat Juga :