LAN Tekankan Karakter Literasi Digital sebagai Fondasi Bangun Birokrasi Masa Depan
Sabtu, 22 November 2025 - 23:20 WIB
loading...
A
A
A
“Pembelajaran mandiri membutuhkan kemandirian berpikir, ketekunan, dan komitmen. Tantangan inilah yang harus dihadapi oleh para CPNS untuk mengasah kedewasaan profesional mereka. Sebagai generasi yang tumbuh dalam ekosistem digital, para CPNS memiliki tanggung jawab moral dalam menjaga kualitas ruang digital birokrasi, pentingnya pemahaman serta literasi digital yang baik agar ASN mampu bersikap selektif dan bijak dalam merespons perkembangan teknologi yang begitu cepat,” ujarnya
Deni berharap para CPNS yang telah menuntaskan Latsar dapat mengimplementasikan pembelajaran karakter, nilai dasar ASN, serta literasi digital dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Dengan demikian, generasi baru ASN dapat membawa wajah birokrasi yang lebih adaptif, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Sementara itu, dalam laporannya Analis Kebijakan Ahli Madya, Fani Heru Wismono mengingatkan sekembali ke instansi masing-masing, setiap peserta harus menjadi agen perubahan yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga melek rasa, yang tidak hanya cepat bekerja, tetapi juga tepat melayani, yang tidak hanya pintar analisis, tetapi juga bijak bersikap.
Dalam kegiatan tersebut juga ,ditetapkan 3 peserta hasil terbaik serta predikat sangat memuaskan dari setiap angkatan dengan rincian sebagai berikut
Angkatan X Golongan II
Peringkat I : Putri Nilam Utami, A.Md. - ANRI
Peringkat II : Fahro Nur Fauzi, A.Md.Kom. - ANRI
Peringkat III : Cintantya Cahyanindita Hapsari, A.Md - ANRI
Angkatan X Golongan III
Peringkat I : Zhafira Koes Wahyuandari, S.Psi. - Kemenaker RI
Peringkat II : Shinta Milania Rohmany, S.I.P. - Kementerian PAN RB
Peringkat III : Alberta Yosintina Damayanti, S.H. - Kementerian PAN RB
Deni berharap para CPNS yang telah menuntaskan Latsar dapat mengimplementasikan pembelajaran karakter, nilai dasar ASN, serta literasi digital dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Dengan demikian, generasi baru ASN dapat membawa wajah birokrasi yang lebih adaptif, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Sementara itu, dalam laporannya Analis Kebijakan Ahli Madya, Fani Heru Wismono mengingatkan sekembali ke instansi masing-masing, setiap peserta harus menjadi agen perubahan yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga melek rasa, yang tidak hanya cepat bekerja, tetapi juga tepat melayani, yang tidak hanya pintar analisis, tetapi juga bijak bersikap.
Dalam kegiatan tersebut juga ,ditetapkan 3 peserta hasil terbaik serta predikat sangat memuaskan dari setiap angkatan dengan rincian sebagai berikut
Angkatan X Golongan II
Peringkat I : Putri Nilam Utami, A.Md. - ANRI
Peringkat II : Fahro Nur Fauzi, A.Md.Kom. - ANRI
Peringkat III : Cintantya Cahyanindita Hapsari, A.Md - ANRI
Angkatan X Golongan III
Peringkat I : Zhafira Koes Wahyuandari, S.Psi. - Kemenaker RI
Peringkat II : Shinta Milania Rohmany, S.I.P. - Kementerian PAN RB
Peringkat III : Alberta Yosintina Damayanti, S.H. - Kementerian PAN RB
Lihat Juga :