HIPPI Dukung Kebijakan Presiden Prabowo Tingkatkan Kesejahteraan Pelaku UMKM
Sabtu, 22 November 2025 - 20:23 WIB
loading...
HIPPI DK Jakarta Uchy Hardiman mendukung kebijakan Presiden Prabowo Subianto meningkatkan kesejahteraan UMKM. Foto/istimeaw
A
A
A
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pertumbuhan ekonomi harus bersifat inklusif dan menyejahterakan semua pihak. Kolaborasi pemerintah dan swasta harus berorientasi pada ekonomi yang berpusat pada rakyat.
“Di Indonesia, kami menerapkan prinsip ini melalui program nasional yang memberdayakan usaha kecil dan koperasi untuk mengoptimalkan potensi mereka, meningkatkan kesejahteraan, dan berkontribusi pada masa depan yang lebih berkelanjutan,” ujar Prabowo saat memberikan pidato di APEC Economic Leaders’ Meeting (AELM) di Hwabaek International Convention Centre (HICO), Gyeongju, Republik Korea, beberapa waktu lalu.
Ketua Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) DK Jakarta Uchy Hardiman menyebut kebijakan pemerintah yang mewajibkan perusahaan besar dan asing untuk membina Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai bagian dari rantai pasok mereka, serta menargetkan peningkatan partisipasi UMKM di atas 30%, adalah wujud nyata keberpihakan negara kepada pengusaha pribumi.
Baca juga: Cerita Prabowo Hapus Utang Petani: 25 Tahun Tak Bisa Bayar, Sulit Dilunasi!
“Ini (kebijakan pemerintah) selaras dengan komitmen HIPPI dalam melawan ketimpangan sekaligus mewujudkan kedaulatan ekonomi pribumi di bumi nusantara,” katanya, Sabtu (22/11/2025).
Uchy mengajak semua pihak terkait untuk bersama-sama memperkuat UMKM dengan mengintegrasikan salah satu pilar ekonomi kerakyatan ini, ke dalam ekosistem bisnis yang lebih besar dan luas lagi.
Menggunakan filosofi Jawa ‘Tumandang, Gumregah, Migunani’, Uchy mengajak seluruh pengusaha pribumi segera bertindak, bangkit dengan semangat dan bermanfaat bagi sesama, untuk mewujudkan tujuan berdiri dan didirikannya NKRI, sebagaimana amanat UUD 1945.
Baca juga: Asta Cita Prabowo: Bontang Wujudkan Sinergi Usaha Besar, UMKM dan Koperasi Merah Putih
“Dalam Rakernas HIPPI di Yogyakarta kemarin, saya melihat seluruh insan pengusaha pribumi sangat memahami makna filosofi jawa ‘Tumandang, Gumrwgah, Migunani’ yang bersama kita jadikan sebagai semangat gerakan ekonomi pribumi agar bergema ke seluruh penjuru tanah Indonesia,” ungkap Uchy.
Uchy menyebut HIPPI DK Jakarta turut hadir dengan rombongan lengkap, terdiri dari pengurus DPD, ketua umum dari lima wilayah Jakarta, serta seluruh jajaran pengurus daerah. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan nyata terhadap visi besar HIPPI dalam memperkuat kedaulatan ekonomi pribumi.
Uchy mengajak semua pihak untuk mengejawantahkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 2021 yang mengatur kemudahan, perlindungan, dan pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Menurut Uchy, peraturan ini mencakup hal-hal seperti penyelenggaraan inkubasi, dukungan dana alokasi khusus untuk koperasi dan UMKM, serta ketentuan mengenai peran pemerintah pusat dan daerah dalam memfasilitasi.
“Satu hal yang dapat saya pastikan, HIPPI senantiasa hadir sebagai wadah perjuangan ekonomi yang berpihak pada pengusaha lokal, UMKM, serta pelaku usaha daerah agar mampu bersaing dan mandiri di tengah tantangan ekonomi global,” kata Uchy.
“Di Indonesia, kami menerapkan prinsip ini melalui program nasional yang memberdayakan usaha kecil dan koperasi untuk mengoptimalkan potensi mereka, meningkatkan kesejahteraan, dan berkontribusi pada masa depan yang lebih berkelanjutan,” ujar Prabowo saat memberikan pidato di APEC Economic Leaders’ Meeting (AELM) di Hwabaek International Convention Centre (HICO), Gyeongju, Republik Korea, beberapa waktu lalu.
Ketua Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) DK Jakarta Uchy Hardiman menyebut kebijakan pemerintah yang mewajibkan perusahaan besar dan asing untuk membina Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai bagian dari rantai pasok mereka, serta menargetkan peningkatan partisipasi UMKM di atas 30%, adalah wujud nyata keberpihakan negara kepada pengusaha pribumi.
Baca juga: Cerita Prabowo Hapus Utang Petani: 25 Tahun Tak Bisa Bayar, Sulit Dilunasi!
“Ini (kebijakan pemerintah) selaras dengan komitmen HIPPI dalam melawan ketimpangan sekaligus mewujudkan kedaulatan ekonomi pribumi di bumi nusantara,” katanya, Sabtu (22/11/2025).
Uchy mengajak semua pihak terkait untuk bersama-sama memperkuat UMKM dengan mengintegrasikan salah satu pilar ekonomi kerakyatan ini, ke dalam ekosistem bisnis yang lebih besar dan luas lagi.
Menggunakan filosofi Jawa ‘Tumandang, Gumregah, Migunani’, Uchy mengajak seluruh pengusaha pribumi segera bertindak, bangkit dengan semangat dan bermanfaat bagi sesama, untuk mewujudkan tujuan berdiri dan didirikannya NKRI, sebagaimana amanat UUD 1945.
Baca juga: Asta Cita Prabowo: Bontang Wujudkan Sinergi Usaha Besar, UMKM dan Koperasi Merah Putih
“Dalam Rakernas HIPPI di Yogyakarta kemarin, saya melihat seluruh insan pengusaha pribumi sangat memahami makna filosofi jawa ‘Tumandang, Gumrwgah, Migunani’ yang bersama kita jadikan sebagai semangat gerakan ekonomi pribumi agar bergema ke seluruh penjuru tanah Indonesia,” ungkap Uchy.
Uchy menyebut HIPPI DK Jakarta turut hadir dengan rombongan lengkap, terdiri dari pengurus DPD, ketua umum dari lima wilayah Jakarta, serta seluruh jajaran pengurus daerah. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan nyata terhadap visi besar HIPPI dalam memperkuat kedaulatan ekonomi pribumi.
Uchy mengajak semua pihak untuk mengejawantahkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 2021 yang mengatur kemudahan, perlindungan, dan pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Menurut Uchy, peraturan ini mencakup hal-hal seperti penyelenggaraan inkubasi, dukungan dana alokasi khusus untuk koperasi dan UMKM, serta ketentuan mengenai peran pemerintah pusat dan daerah dalam memfasilitasi.
“Satu hal yang dapat saya pastikan, HIPPI senantiasa hadir sebagai wadah perjuangan ekonomi yang berpihak pada pengusaha lokal, UMKM, serta pelaku usaha daerah agar mampu bersaing dan mandiri di tengah tantangan ekonomi global,” kata Uchy.
(cip)
Lihat Juga :