Abigail Limuria: Tanpa Kepercayaan, Pemerintah Mau Gerak Apa pun akan Susah
Sabtu, 22 November 2025 - 12:58 WIB
loading...
Influencer yang juga penulis, Abigail Limuria. Foto/Dok SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Influencer yang juga penulis, Abigail Limuria , melihat level kepercayaan masyarakat kepada pemerintah sangat rendah. Makanya, pemerintah mau melakukan yang baik pun akan dicurigai.
Awalnya, Abigail bicara tentang sikapnya mendukung jika ada peraturan untuk membuat media sosial (social media) lebih aman, terutama untuk anak-anak. Dia menyebut, di luar negeri ada batas umur bagi pengguna media sosial.
"Itu aku sebenarnya oke. Atau misalnya dibikin aturan supaya mengeliminasi buzzer, ya aku sangat terbuka untuk melihat. Cuma ya lagi-lagi, tergantung cara diaturnya gimana," kata Abigail dalam podcast To The Point Aja yang tayang di YouTube SindoNews, dikutip Sabtu (22/11/2025).
Baca Juga: Adidaya Institute: Publik Percaya Prabowo Bawa Perubahan Besar Indonesia
Abigail mengatakan, level kepercayaan masyarakat kepada pemerintah dan institusi sangat rendah. "Pemerintah mau melakukan yang baik pun mereka curiga pasti, termasuk aku," ujarnya.
Misalnya pemerintah bilang mau melindungi anak-anak di social media. Makanya akan diatur penggunaan media sosial. "Wah, kita (akan bilang) Anda mau ngapain ini? Apakah misalnya mau disensor. Atau satu akun harus terverifikasi daftar, wah ini untuk melacak saya nih kalau saya mengkritik. Padahal nggak, supaya nggak ada bot. Tapi ya aku juga nggak bisa salahin masyarakat, karena emang udah sering banget dikecewain. Level kepercayaan belum pulih," kata Abigail.
Abigail mengatakan, di negara demokrasi, kepercayaan masyarakat kepada institusi itu merupakan aset yang sangat penting. "Karena tanpa kepercayaan, pemerintah mau gerak apa pun akan susah. Dan ini yang kita lihat sekarang."
Awalnya, Abigail bicara tentang sikapnya mendukung jika ada peraturan untuk membuat media sosial (social media) lebih aman, terutama untuk anak-anak. Dia menyebut, di luar negeri ada batas umur bagi pengguna media sosial.
"Itu aku sebenarnya oke. Atau misalnya dibikin aturan supaya mengeliminasi buzzer, ya aku sangat terbuka untuk melihat. Cuma ya lagi-lagi, tergantung cara diaturnya gimana," kata Abigail dalam podcast To The Point Aja yang tayang di YouTube SindoNews, dikutip Sabtu (22/11/2025).
Baca Juga: Adidaya Institute: Publik Percaya Prabowo Bawa Perubahan Besar Indonesia
Abigail mengatakan, level kepercayaan masyarakat kepada pemerintah dan institusi sangat rendah. "Pemerintah mau melakukan yang baik pun mereka curiga pasti, termasuk aku," ujarnya.
Misalnya pemerintah bilang mau melindungi anak-anak di social media. Makanya akan diatur penggunaan media sosial. "Wah, kita (akan bilang) Anda mau ngapain ini? Apakah misalnya mau disensor. Atau satu akun harus terverifikasi daftar, wah ini untuk melacak saya nih kalau saya mengkritik. Padahal nggak, supaya nggak ada bot. Tapi ya aku juga nggak bisa salahin masyarakat, karena emang udah sering banget dikecewain. Level kepercayaan belum pulih," kata Abigail.
Abigail mengatakan, di negara demokrasi, kepercayaan masyarakat kepada institusi itu merupakan aset yang sangat penting. "Karena tanpa kepercayaan, pemerintah mau gerak apa pun akan susah. Dan ini yang kita lihat sekarang."
(zik)
Lihat Juga :