Sugeng Teguh Santoso Kena Ulti Refly Harun: Anda Ngomong Seolah Police Watch ternyata PSI
Kamis, 20 November 2025 - 10:45 WIB
loading...
Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso kena sentil Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun. Foto/YouTube SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso kena sentil Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun . Refly menyoroti latar belakang Sugeng yang merupakan kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Jabatan Ketua IPW dianggap tidak tepat digunakan Sugeng dalam berbicara masalah kasus tudingan ijazah palsu Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyeret Roy Suryo Cs. Perdebatan antara Refly dengan Sugeng pun tak terhindarkan dalam program Rakyat Bersuara iNews, Rabu (19/11/2025).
Peristiwa itu terjadi setelah Sugeng mengatakan Roy Suryo Cs harus mempersiapkan ahli-ahli atau argumentasi-argumentasi untuk bisa meyakinkan majelis hakim nantinya bahwa ijazah Jokowi yang dituduh Roy Suryo Cs itu memang palsu.
Baca juga: Refly Harun Menangkap Sinyal Persidangan Roy Suryo Cs Bukan Ajang Pembuktian Ijazah Jokowi Palsu atau Asli
“Misalnya Rismon itu ahli digital forensik, tetapi apakah dia bisa berbicara untuk di persidangan itu? Tidak bisa. Karena kekuatan pembuktian seorang terdakwa nyaris tidak diperhitungkan,” ujar Sugeng.
Menurut Sugeng, Rismon harus menghadirkan kalau perlu guru besar dari Jepang yang mengajar untuk bisa membantah keterangan ahli dari polisi. “Bukan ahli tata negara ya, secara melambung-lambung ya,” tuturnya.
“Karena nanti di dalam pledoinya itu hanya menjadi opening statement. Mau 2.000 halaman, hakim bilang bahwa segala hal yang disampaikan dalam pendahuluan telah dibaca dan tidak mengenai pokok perkara,” tambah Sugeng.
Setelah itu, Refly menimpali. “Biar jelas ya, Sugeng ini caleg PSI, jadi sudah wajar aja ngomong gitu,” kata Refly dalam kesempatan sama.
“Anda harus menyerang argumentasi saya dong,” jawab Sugeng.
Refly pun mengatakan bahwa latar belakang itu menentukan argumentasi. “Udahlah Anda dari PSI. Kalau Anda murni Police Watch, Anda enggak ngomong begitu. Sudahlah,” kata Refly.
Refly melihat pernyataan Sugeng secara keseluruhan lebih pro pendukung Jokowi. Refly melihat Sugeng membantah argumentasi Pakar Hukum Tata Negara Denny Indrayana yang mengikuti diskusi tersebut secara daring.
“Udahlah, kita saling menghargai ilmu aja. Kalau Anda dari PSI, Anda mau membela Jokowi, ya silakan saja. Udah, this is your job. Anda ini ya kalau kita menutup latar belakang itu maka kemudian salah satu integritas seseorang adalah berani mengungkapkan siapa dia,” ujar Refly Harun.
“Anda ngomong wo wo wo dan lain sebagainya seolah Police Watch ternyata Anda PSI saya lihat, ini caleg PSI, udah,” tambah Refly.
Sugeng pun mengakui dirinya menjadi bagian dari PSI merupakan hak politiknya. “Hak politik Anda karena itu saya hargai, sebagai PSI Anda mendukung Jokowi, sudah selesai kan. Publik jangan ditipu, Anda menipu publik kalau begitu caranya,” kata Refly.
Jabatan Ketua IPW dianggap tidak tepat digunakan Sugeng dalam berbicara masalah kasus tudingan ijazah palsu Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyeret Roy Suryo Cs. Perdebatan antara Refly dengan Sugeng pun tak terhindarkan dalam program Rakyat Bersuara iNews, Rabu (19/11/2025).
Peristiwa itu terjadi setelah Sugeng mengatakan Roy Suryo Cs harus mempersiapkan ahli-ahli atau argumentasi-argumentasi untuk bisa meyakinkan majelis hakim nantinya bahwa ijazah Jokowi yang dituduh Roy Suryo Cs itu memang palsu.
Baca juga: Refly Harun Menangkap Sinyal Persidangan Roy Suryo Cs Bukan Ajang Pembuktian Ijazah Jokowi Palsu atau Asli
“Misalnya Rismon itu ahli digital forensik, tetapi apakah dia bisa berbicara untuk di persidangan itu? Tidak bisa. Karena kekuatan pembuktian seorang terdakwa nyaris tidak diperhitungkan,” ujar Sugeng.
Menurut Sugeng, Rismon harus menghadirkan kalau perlu guru besar dari Jepang yang mengajar untuk bisa membantah keterangan ahli dari polisi. “Bukan ahli tata negara ya, secara melambung-lambung ya,” tuturnya.
“Karena nanti di dalam pledoinya itu hanya menjadi opening statement. Mau 2.000 halaman, hakim bilang bahwa segala hal yang disampaikan dalam pendahuluan telah dibaca dan tidak mengenai pokok perkara,” tambah Sugeng.
Setelah itu, Refly menimpali. “Biar jelas ya, Sugeng ini caleg PSI, jadi sudah wajar aja ngomong gitu,” kata Refly dalam kesempatan sama.
“Anda harus menyerang argumentasi saya dong,” jawab Sugeng.
Refly pun mengatakan bahwa latar belakang itu menentukan argumentasi. “Udahlah Anda dari PSI. Kalau Anda murni Police Watch, Anda enggak ngomong begitu. Sudahlah,” kata Refly.
Refly melihat pernyataan Sugeng secara keseluruhan lebih pro pendukung Jokowi. Refly melihat Sugeng membantah argumentasi Pakar Hukum Tata Negara Denny Indrayana yang mengikuti diskusi tersebut secara daring.
“Udahlah, kita saling menghargai ilmu aja. Kalau Anda dari PSI, Anda mau membela Jokowi, ya silakan saja. Udah, this is your job. Anda ini ya kalau kita menutup latar belakang itu maka kemudian salah satu integritas seseorang adalah berani mengungkapkan siapa dia,” ujar Refly Harun.
“Anda ngomong wo wo wo dan lain sebagainya seolah Police Watch ternyata Anda PSI saya lihat, ini caleg PSI, udah,” tambah Refly.
Sugeng pun mengakui dirinya menjadi bagian dari PSI merupakan hak politiknya. “Hak politik Anda karena itu saya hargai, sebagai PSI Anda mendukung Jokowi, sudah selesai kan. Publik jangan ditipu, Anda menipu publik kalau begitu caranya,” kata Refly.
(rca)
Lihat Juga :