Munas Panji Bangsa Resmi Dibuka, Cak Imin: Ideologi Kita Membela yang Paling Lemah
Rabu, 19 November 2025 - 20:06 WIB
loading...
Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin resmi membuka Musyawarah Nasional (Munas) Dewan Komando Pusat (DKP) Panji Bangsa di Kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Rabu (19/11/2025). Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin resmi membuka Musyawarah Nasional (Munas) Dewan Komando Pusat (DKP) Panji Bangsa di Kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Rabu (19/11/2025). Munas perdana ini menjadi momentum penting konsolidasi pasukan Panji Bangsa sebagai badan otonom PKB yang dibentuk untuk memperkuat agenda perjuangan partai.
Dalam sambutannya, Cak Imin menekankan bahwa PKB dan Panji Bangsa harus meneguhkan orientasi demokrasi yang benar yakni demokrasi yang berpihak pada rakyat. “Tujuan demokrasi kita adalah kerakyatan, terwujudnya sistem yang adil. Tidak ada jalan lain kecuali mengubah orientasi ekonomi kita agar berpihak pada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Baca juga: Usai Pertemuan dengan Prabowo, Cak Imin: PKB dan Gerindra Ingin Terus Bekerja Sama Lebih Produktif Lagi
Panji Bangsa harus memahami kebutuhan rakyat secara langsung dan konkret. Kehadiran organisasi ini merupakan bagian dari upaya kolektif mewarnai kehidupan sosial, ideologi, dan politik bangsa.
“Panji Bangsa dirintis untuk mengambil peran dan memberikan kontribusi nyata dalam perjalanan politik kita. Terima kasih atas kontribusi maksimal terutama saat krisis 25 Agustus lalu dalam menjaga objek vital PKB dan mengawal para tokoh,” ungkapnya.
Menurut Cak Imin, Panji Bangsa dan PKB sama-sama lahir dari kekuatan sosial yang berpihak pada kelompok paling lemah. Karena itu, dia berharap Munas pertama ini mampu memperkuat fungsi dan peran strategis Panji Bangsa. “Ideologi kita satu yaitu membela yang paling lemah,” ucapnya.
Komandan Nasional DKP Panji Bangsa Rivqy Abdul Halim menuturkan pentingnya kesetaraan dan kedisiplinan dalam proses kaderisasi. “Tidak ada perlakuan istimewa bagi anggota Panji Bangsa. Kita harus melepaskan baju kebesaran kita karena di sini kita Satu Rata Satu Rasa. Saya juga pasukan, jadi semuanya harus sama,” kata Rivqy.
Munas pertama ini menjadi forum penting untuk memperkuat pendidikan kader, pelatihan instruktur, serta tata kelola organisasi ke depan. Seluruh anggota, termasuk pengurus pusat dan wilayah diwajibkan mengikuti pendidikan sebagai bentuk peneguhan disiplin dan semangat perjuangan.
Hingga saat ini, Panji Bangsa telah terbentuk di 33 wilayah dari total 38 provinsi di Indonesia. Lima wilayah yang belum terbentuk meliputi Kalimantan Tengah, Papua Selatan, Maluku, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.
Rivqy menambahkan Panji Bangsa lahir dari gagasan Ketum PKB Gus Muhaimin untuk menciptakan pasukan khusus yang memiliki loyalitas penuh. “Sebagai banom PKB, semangat kita jelas yaitu Bela PKB Sampai Mati. Setiap pasukan dibentuk untuk memahami agenda perjuangan partai dan siap bergerak dalam kondisi apa pun,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Cak Imin menekankan bahwa PKB dan Panji Bangsa harus meneguhkan orientasi demokrasi yang benar yakni demokrasi yang berpihak pada rakyat. “Tujuan demokrasi kita adalah kerakyatan, terwujudnya sistem yang adil. Tidak ada jalan lain kecuali mengubah orientasi ekonomi kita agar berpihak pada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Baca juga: Usai Pertemuan dengan Prabowo, Cak Imin: PKB dan Gerindra Ingin Terus Bekerja Sama Lebih Produktif Lagi
Panji Bangsa harus memahami kebutuhan rakyat secara langsung dan konkret. Kehadiran organisasi ini merupakan bagian dari upaya kolektif mewarnai kehidupan sosial, ideologi, dan politik bangsa.
“Panji Bangsa dirintis untuk mengambil peran dan memberikan kontribusi nyata dalam perjalanan politik kita. Terima kasih atas kontribusi maksimal terutama saat krisis 25 Agustus lalu dalam menjaga objek vital PKB dan mengawal para tokoh,” ungkapnya.
Menurut Cak Imin, Panji Bangsa dan PKB sama-sama lahir dari kekuatan sosial yang berpihak pada kelompok paling lemah. Karena itu, dia berharap Munas pertama ini mampu memperkuat fungsi dan peran strategis Panji Bangsa. “Ideologi kita satu yaitu membela yang paling lemah,” ucapnya.
Komandan Nasional DKP Panji Bangsa Rivqy Abdul Halim menuturkan pentingnya kesetaraan dan kedisiplinan dalam proses kaderisasi. “Tidak ada perlakuan istimewa bagi anggota Panji Bangsa. Kita harus melepaskan baju kebesaran kita karena di sini kita Satu Rata Satu Rasa. Saya juga pasukan, jadi semuanya harus sama,” kata Rivqy.
Munas pertama ini menjadi forum penting untuk memperkuat pendidikan kader, pelatihan instruktur, serta tata kelola organisasi ke depan. Seluruh anggota, termasuk pengurus pusat dan wilayah diwajibkan mengikuti pendidikan sebagai bentuk peneguhan disiplin dan semangat perjuangan.
Hingga saat ini, Panji Bangsa telah terbentuk di 33 wilayah dari total 38 provinsi di Indonesia. Lima wilayah yang belum terbentuk meliputi Kalimantan Tengah, Papua Selatan, Maluku, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.
Rivqy menambahkan Panji Bangsa lahir dari gagasan Ketum PKB Gus Muhaimin untuk menciptakan pasukan khusus yang memiliki loyalitas penuh. “Sebagai banom PKB, semangat kita jelas yaitu Bela PKB Sampai Mati. Setiap pasukan dibentuk untuk memahami agenda perjuangan partai dan siap bergerak dalam kondisi apa pun,” ujarnya.
(jon)
Lihat Juga :