30 Ribu Gempa Tiap Tahun, BMKG Ajak Tingkatkan Kesiapsiagaan dan Mitigasi

Selasa, 18 November 2025 - 12:13 WIB
loading...
30 Ribu Gempa Tiap Tahun,...
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani menegaskan kesiapsiagaan bencana harus menjadi budaya dan cara pandang hidup masyarakat Indonesia. Hal ini disebabkan oleh tingginya potensi bencana di Indonesia yang menuntut kesadaran kolektif yang berkelanjutan.

"Letak Indonesia pada pertemuan empat lempeng tektonik dunia (Indo-Australia, Eurasia, Filipina, dan Pasifik) menyebabkannya memiliki 13 segmen subduksi dan lebih dari 295 sesar aktif," kata Faisal dalam acara peringatan 10 Tahun SLG di Auditorium Kantor Pusat BMKG, Jakarta, Selasa (18/11/2025).

Kondisi tersebut menjadikan Indonesia sebagai salah satu kawasan seismik paling aktif di dunia. Data BMKG mencatat rata-rata terjadi 30 ribu kali gempa bumi setiap tahunnya. Catatan ini tentu bukan hanya angka, tetapi menjadi penanda bahwa kesiapsiagaan dan mitigasi menjadi garda terdepan yang harus terus digencarkan oleh seluruh pihak.

Baca Juga: Potensi Gempa Megathrust M8,7 Berdampak di Jakarta hingga Lampung

Dalam hal ini, BMKG terus berupaya mendorong kesadaran kolektif yang berkelanjutan melalui kegiatan SLG. Selama 10 tahun atau satu dekade, BMKG terus bergerak memberikan edukasi dan literasi kepada masyarakat Indonesia untuk mengajarkan tentang kesiapsiagaan, keterampilan, dan cara pandang kehidupan dalam menghadapi potensi bencana.

"Bahwa keselamatan dapat dipersiapkan, ketangguhan dapat ditumbuhkan, dan setiap manusia adalah penjaga bagi dirinya dan sesamanya," ujarnya.

Di sisi lain, Jakarta, sebagai kota metropolitan dengan segala hiruk- pikuknya dianggap sebagai kota yang relatif aman. Namun demikian, menilik catatan sejarah, Jakarta pernah mengalami kerusakan akibat gempabumi pada tahun 1699, 1780, 1834, dan 1903.

Rentetan peristiwa gempa besar ini diduga kuat dipicu aktivitas subduksi lempeng mengingat dampak kerusakan yang ditimbukan dalam spektrum cukup luas. Catatan ini menjadi pengingat bagi seluruh pihak bahwa Jakarta juga memiliki potensi bahaya gempa, sehingga diperlukan kesiapsiagaan dan menjadi budaya bersama.

Tugas pokok BMKG, lanjut Faisal, adalah memastikan informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami tersebar luas dan dapat diterima pemangku kepentingan untuk pengambilan keputusan yang tepat. Ia berharap SLG terus membawa manfaat besar guna mewujudkan early warning yang cepat, akurat, dan terpadu untuk early action yang tersinergi.

"Guna menjaga keberlangsungan program ini, BMKG tidak dapat berjalan sendiri tanpa kolaborasi erat dan kontribusi dari seluruh pihak," ujarnya.

Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama menegaskan bahwa SLG merupakan langkah strategis yang manfaatnya berdampak langsung kepada masyarakat.

"Tujuan dari kegiatan SLG adalah tidak hanya seremonial, namun sebagai pengingat bersama untuk dapat merespons informasi gempa bumi dan tsunami dengan baik, baik itu masyarakat maupun institusi terkait," kata Nelly.

Nelly memaparkan bahwa program SLG telah menorehkan capaian signifikan selama 10 tahun pelaksanaannya. Hingga November 2025, SLG telah terlaksana di 215 lokasi dengan total 11.215 peserta. Capaian ini diperkuat dengan program BMKG Goes to School yang telah menjangkau 64.400 peserta. "Pada tahun ini telah terlaksana SLG di 37 lokasi dari 40 lokasi yang telah dimulai dari bulan Juni," ujar Nelly.



Bersamaan dengan momentum peringatan 10 Tahun SLG, BMKG juga meluncurkan buku Satu Dekade Sekolah Lapang Gempabumi dan Tsunami dengan judul "Menyemai Ketangguhan di Atas Lempeng yang Tak Diam". Buku ini merupakan rangkuman perjalanan dan kegiatan SLG selama 10 tahun yang diharapkan menjadi sumber literasi bagi seluruh pemangku kepentingan maupun masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono berharap dapat terus meningkatkan kapasitas pengetahuan mitigasi gempa bumi dan tsunami. Harapannya, kegiatan ini tidak hanya menjadi pertemuan sesaat, tetapi menjadi wadah untuk seluruh pihak untuk saling berkoordinasi antara seluruh pemangku kepentingan.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
25 Wilayah Indonesia...
25 Wilayah Indonesia Berpotensi Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Mindanao Filipina
Pantau Badai Monsun...
Pantau Badai Monsun di Teluk Benggala, BMKG Ungkap Dampaknya ke Indonesia
BNPB Ungkap Indonesia...
BNPB Ungkap Indonesia Peringkat Ketiga Negara dengan Risiko Bencana Tertinggi di Dunia
Kemlu Belum Dapat Laporan...
Kemlu Belum Dapat Laporan WNI Jadi Korban Gempa Magnitudo 7,4 di Jepang
Bantah Isu Kemarau 2026...
Bantah Isu Kemarau 2026 Terparah Sepanjang 30 Tahun, Ini Penjelasan BMKG
BMKG Bakal Pantau Hilal...
BMKG Bakal Pantau Hilal di 37 Titik, Potensi Teramatinya Hilal Kecil
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Guncang Venezuela: 1.430 Orang Tewas, 3.200 Luka, 50.000 Hilang
Gempa M4,9 Guncang Lampung,...
Gempa M4,9 Guncang Lampung, BMKG: Akibat Sesar Aktif
Gempa Magnitudo 5,6...
Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Timur Laut Alor NTT
Rekomendasi
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
Bukan Perintah Menyerang,...
Bukan Perintah Menyerang, Ini Ayat Al-Quran yang Mengizinkan Perang
Berita Terkini
Kepercayaan Publik terhadap...
Kepercayaan Publik terhadap Polri Meningkat Jadi Modal Sosial yang Harus Diperkuat
Silaturahmi di Lampung,...
Silaturahmi di Lampung, Jokowi: Aku Masih Seperti yang Dulu
Tak Bisa Ditunda, Tata...
Tak Bisa Ditunda, Tata Kelola, Dana, dan Independensi PBNU Harus Dibenahi
KPK Berharap Tindakan...
KPK Berharap Tindakan Medis terhadap Gus Yaqut Segera Dilakukan
Ujian Tahun Pertama...
Ujian Tahun Pertama Kepengurusan AMKI, Mencari Bentuk di Tengah Industri Media
Sidang Perdana Praperadilan...
Sidang Perdana Praperadilan Roy Suryo Digelar Besok Pagi di PN Jaksel
Infografis
Mobil Tabrak Kerumunan...
Mobil Tabrak Kerumunan Orang di AS, 10 Warga Tewas dan 30 Terluka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved