Didominasi Generasi Y dan Z, LAN Dorong Widyaiswara Ciptakan Pembelajaran yang Adaptif
Minggu, 16 November 2025 - 16:39 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Agus, transformasi birokrasi saat ini menuntut agar proses pembelajaran dan pengembangan kompetensi tidak bersifat one fit for all, melainkan adaptif terhadap karakter dan kebutuhan berbeda di setiap lintas generasi. Jangan hanya mengandalkan metode lama, melainkan kembangkan pola pembelajaran untuk Generasi X, Y, dan Z yang memiliki pendekatan berbeda-beda.
Baca juga: MK Perintahkan Bentuk Lembaga Independen Pengawas ASN, Mensesneg: Semangatnya Positif
“Dengan komposisi ASN yang kini multigenerasi dan dinamis, pengembangan kompetensi aparatur publik menjadi semakin kompleks tetapi juga penuh peluang. Sebagai Widyaiswara Utama, tanggung jawab bukan hanya menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga merancang dan mengelola pembelajaran yang tepat sasaran untuk Generasi X, Y dan Z,” jelasnya
Muhammad Taufiq juga mengatakan widyaiswara utama harus berada di garis depan dalam merespons perubahan birokrasi, terutama dalam penyusunan kurikulum, model pembelajaran, dan inovasi metode penyampaian materi. Melalui pemahaman karakter generasi, widyaiswara diharapkan lebih selektif memilih pendekatan.
Taufiq mencontohkan beberapa pola pembelajaran multigenerasi, Generasi X cenderung menghargai struktur, pengalaman, dan pembelajaran berbasis praktik. Generasi Y (Millennial) lebih responsif terhadap pembelajaran kolaboratif, fleksibel, dan relevan dengan perkembangan zaman dan terakhir, Generasi Z membutuhkan pendekatan cepat, digital, visual, serta pengalaman belajar yang interaktif.
Baca juga: MK Perintahkan Bentuk Lembaga Independen Pengawas ASN, Mensesneg: Semangatnya Positif
“Dengan komposisi ASN yang kini multigenerasi dan dinamis, pengembangan kompetensi aparatur publik menjadi semakin kompleks tetapi juga penuh peluang. Sebagai Widyaiswara Utama, tanggung jawab bukan hanya menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga merancang dan mengelola pembelajaran yang tepat sasaran untuk Generasi X, Y dan Z,” jelasnya
Muhammad Taufiq juga mengatakan widyaiswara utama harus berada di garis depan dalam merespons perubahan birokrasi, terutama dalam penyusunan kurikulum, model pembelajaran, dan inovasi metode penyampaian materi. Melalui pemahaman karakter generasi, widyaiswara diharapkan lebih selektif memilih pendekatan.
Taufiq mencontohkan beberapa pola pembelajaran multigenerasi, Generasi X cenderung menghargai struktur, pengalaman, dan pembelajaran berbasis praktik. Generasi Y (Millennial) lebih responsif terhadap pembelajaran kolaboratif, fleksibel, dan relevan dengan perkembangan zaman dan terakhir, Generasi Z membutuhkan pendekatan cepat, digital, visual, serta pengalaman belajar yang interaktif.
Lihat Juga :