DPP KNPI Ajak Pemuda Perkuat Gerakan Kebangsaan Lawan Oligarki SDA
Minggu, 16 November 2025 - 12:36 WIB
loading...
Wakil Ketua Umumn DPP KNPI Raden Umar mengajak generasi muda melawan dominasi oligarki sumber daya alam yang dinilai semakin mengancam kedaulatan nasional. Foto/Ist
A
A
A
BOGOR - DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) mengajak pemuda harus menjadi kekuatan moral sekaligus energi strategis dalam melawan dominasi oligarki sumber daya alam yang dinilai semakin mengancam kedaulatan nasional. Hal itu disampaikan Wakil Ketua Umumn DPP KNPI Raden Umar sampaikan dalam Studium Generale Musyawarah Kerja Aliansi BEM se-Bogor Raya di Kampus STIE GICI Bogor, Jawa Barat.
Menurut Umar, ketidakpastian geopolitik global dan penguasaan SDA oleh segelintir elite menciptakan ketimpangan, kerusakan lingkungan, serta mempersempit akses rakyat terhadap sumber daya nasional.
Baca juga: Aliansi BEM se-Bogor Raya Lawan Oligarki SDA dan Perkuat Kedaulatan Lokal Berbasis Data
“Penguasaan SDA oleh oligarki bukan hanya berdampak pada lingkungan, tapi juga menggerus sistem ekonomi dan arah bernegara. Pemuda harus menjadi lokomotif perubahan,” ujar Umar dikutip Minggu (16/11/2025).
Umar menegaskan reformasi pengelolaan SDA menjadi langkah penting menuju Indonesia yang berdaulat. Ia menyoroti lima langkah strategis yang perlu ditempuh negara.
"Negera diharapkan hadir dengan memperkuat regulasi yang berpihak pada rakyat, penegakan hukum terhadap mafia SDA, transparansi data izin dan eksploitasi, pemberdayaan masyarakat dan pemuda, serta memperluas kolaborasi nasional antar-elemen bangsa", tegasnya.
Umar juga merujuk pada sejumlah langkah tegas pemerintah dalam menertibkan praktik-praktik oligarkis, seperti pengembalian jutaan hektare kawasan hutan dari penguasaan cukong sawit, penindakan tambang ilegal, dan pencabutan status PSN proyek yang dinilai merusak lingkungan pesisir.
Baca juga: 153 Warga Palestina Tiba-tiba Muncul di Afrika Selatan, Diterbangkan oleh Pesawat Misterius
“Ini momentum negara menunjukkan keberpihakannya. Reformasi SDA adalah fondasi kedaulatan ekonomi dan politik Indonesia,” tutur Umar.
Di hadapan mahasiswa, Umar memaparkan empat peran utama pemuda dalam agenda reformasi SDA.
"Pemuda dan mahasiswa harus berperan sebagai kontrol sosial, penggerak komunitas, inovator teknologi hijau, serta agen advokasi kebijakan," tandasnya.
Umar menilai pemuda Indonesia memiliki modal moral dan intelektual untuk menjadi motor perubahan dalam isu-isu yang menyangkut kedaulatan nasional.
“Pemuda adalah energi moral dan intelektual reformasi SDA. Mereka harus mampu berdiri di garis depan, mengorganisir gerakan kritis, dan menghadirkan solusi,” kata Umar.
Umar mengingatkan bahwa perjuangan melawan cengkeraman oligarki ini membutuhkan komitmen panjang dan karakter yang tangguh.
“Tak ada sukses yang instan. Pemuda harus menyiapkan diri, konsisten pada hal-hal sederhana, dan membangun kebiasaan kecil yang menciptakan masa depan,” pungkas Umar.
Menurut Umar, ketidakpastian geopolitik global dan penguasaan SDA oleh segelintir elite menciptakan ketimpangan, kerusakan lingkungan, serta mempersempit akses rakyat terhadap sumber daya nasional.
Baca juga: Aliansi BEM se-Bogor Raya Lawan Oligarki SDA dan Perkuat Kedaulatan Lokal Berbasis Data
“Penguasaan SDA oleh oligarki bukan hanya berdampak pada lingkungan, tapi juga menggerus sistem ekonomi dan arah bernegara. Pemuda harus menjadi lokomotif perubahan,” ujar Umar dikutip Minggu (16/11/2025).
Umar menegaskan reformasi pengelolaan SDA menjadi langkah penting menuju Indonesia yang berdaulat. Ia menyoroti lima langkah strategis yang perlu ditempuh negara.
"Negera diharapkan hadir dengan memperkuat regulasi yang berpihak pada rakyat, penegakan hukum terhadap mafia SDA, transparansi data izin dan eksploitasi, pemberdayaan masyarakat dan pemuda, serta memperluas kolaborasi nasional antar-elemen bangsa", tegasnya.
Umar juga merujuk pada sejumlah langkah tegas pemerintah dalam menertibkan praktik-praktik oligarkis, seperti pengembalian jutaan hektare kawasan hutan dari penguasaan cukong sawit, penindakan tambang ilegal, dan pencabutan status PSN proyek yang dinilai merusak lingkungan pesisir.
Baca juga: 153 Warga Palestina Tiba-tiba Muncul di Afrika Selatan, Diterbangkan oleh Pesawat Misterius
“Ini momentum negara menunjukkan keberpihakannya. Reformasi SDA adalah fondasi kedaulatan ekonomi dan politik Indonesia,” tutur Umar.
Di hadapan mahasiswa, Umar memaparkan empat peran utama pemuda dalam agenda reformasi SDA.
"Pemuda dan mahasiswa harus berperan sebagai kontrol sosial, penggerak komunitas, inovator teknologi hijau, serta agen advokasi kebijakan," tandasnya.
Umar menilai pemuda Indonesia memiliki modal moral dan intelektual untuk menjadi motor perubahan dalam isu-isu yang menyangkut kedaulatan nasional.
“Pemuda adalah energi moral dan intelektual reformasi SDA. Mereka harus mampu berdiri di garis depan, mengorganisir gerakan kritis, dan menghadirkan solusi,” kata Umar.
Umar mengingatkan bahwa perjuangan melawan cengkeraman oligarki ini membutuhkan komitmen panjang dan karakter yang tangguh.
“Tak ada sukses yang instan. Pemuda harus menyiapkan diri, konsisten pada hal-hal sederhana, dan membangun kebiasaan kecil yang menciptakan masa depan,” pungkas Umar.
(shf)
Lihat Juga :