Reza Indragiri Ungkap 90% Pelaku Bullying Pernah Jadi Korban Perundungan
Sabtu, 15 November 2025 - 06:10 WIB
loading...
A
A
A
“Sebagian teori kan mengatakan mereka-mereka yang jadi korban kekerasan seksual sebelumnya tidak tertolong nantinya jadi predator gitu kan. Jadi proses regenerasinya kurang lebih sama. Cyberbullying pun begitu,” ujarnya.
Reza yang juga konsultan Yayasan Lentera Anak ini mengakui angka pelaku Cyberbullying yang pernah menjadi korban tersebut lebih sedikit. “Walaupun angkanya sedikit lebih moderat, yaitu 40%. 40% pelaku bullying di dunia maya itu ternyata juga juga adalah korban cyberbullying,” ujarnya.
Baca juga: Perundungan di Sekolah Masalah Serius, Reza Indragiri Beri Saran Ini ke Kemendikdasmen
Diketahui, polisi mengungkap bahwa siswa pelaku peledakan di area masjid SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara merasa tertindas dan menaruh dendam terhadap perlakuan orang-orang kepada dirinya. Hingga kemudian bergabung dengan grup kekerasan.
"Dari awal tahun yang bersangkutan sudah mulai melakukan pencarian-pencarian, perasaan merasa tertindas, kesepian, tidak tahu harus menyampaikan kepada siapa. Lalu yang bersangkutan juga memiliki motivasi dendam terhadap beberapa perlakuan terhadap yang bersangkutan," kata juru Bicara Densus 88 Anti Teror Polri AKBP Mayndra Eka Wardhana saat konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (11/11/2025).
Reza yang juga konsultan Yayasan Lentera Anak ini mengakui angka pelaku Cyberbullying yang pernah menjadi korban tersebut lebih sedikit. “Walaupun angkanya sedikit lebih moderat, yaitu 40%. 40% pelaku bullying di dunia maya itu ternyata juga juga adalah korban cyberbullying,” ujarnya.
Baca juga: Perundungan di Sekolah Masalah Serius, Reza Indragiri Beri Saran Ini ke Kemendikdasmen
Diketahui, polisi mengungkap bahwa siswa pelaku peledakan di area masjid SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara merasa tertindas dan menaruh dendam terhadap perlakuan orang-orang kepada dirinya. Hingga kemudian bergabung dengan grup kekerasan.
"Dari awal tahun yang bersangkutan sudah mulai melakukan pencarian-pencarian, perasaan merasa tertindas, kesepian, tidak tahu harus menyampaikan kepada siapa. Lalu yang bersangkutan juga memiliki motivasi dendam terhadap beberapa perlakuan terhadap yang bersangkutan," kata juru Bicara Densus 88 Anti Teror Polri AKBP Mayndra Eka Wardhana saat konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (11/11/2025).
Lihat Juga :