Tiba di Polda Metro, Roy Suryo: Kami Tahu Akan Dikriminalisasi
Kamis, 13 November 2025 - 10:54 WIB
loading...
Pakar Telematika Roy Suryo, Ahli Digital Forensik Rismon Sianipar, dan pengacara di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (13/11/2025). Foto/YouTube SindoNews TV
A
A
A
JAKARTA - Pakar Telematika Roy Suryo , Ahli Digital Forensik Rismon Sianipar, dan Pegiat Media Sosial Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa tiba di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (13/11/2025). Ketiganya bakal diperiksa sebagai tersangka kasus tudingan ijazah palsu Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Kepada awak media, Roy Suryo menyatakan kehadiran pihaknya hari ini di Polda Metro Jaya atas nama rakyat Indonesia. “Kami tahu bahwa kami akan dikriminalisasi, kenapa kami tahu? Kami merencanakan menerbitkan buku kedua, Gibran’s Black Paper,” ujar Roy Suryo di Polda Metro Jaya.
Roy mengaku sudah ke Sydney, Australia mencari tahu kebenaran terkait isu ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Setelah dari Sydney, Roy menegaskan bahwa Gibran tidak punya ijazah SMA.
Baca juga: Hari Ini Roy Suryo Cs Diperiksa sebagai Tersangka Kasus Ijazah Jokowi, Bakal Ditahan?
“Ayo kita tegakkan kebenaran di negeri ini, merdeka,” teriak Roy sebelum menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya didampingi para pengacara dan pendukungnya.
Diketahui, Polda Metro Jaya menjadwalkan pemanggilan terhadap pakar telematika Roy Suryo, Ahli Digital Forensik Rismon Sianipar, dan pegiat media sosial Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa pada hari ini, Kamis (13/11/2025).
Sebelumnya, Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun bertanya persiapan pemeriksaan hari ini di Polda Metro Jaya kepada Ahli Digital Forensik Rismon Hasiholan Sianipar (RHS). Rismon pun mengaku tidak perlu persiapan.
“Apa yang Anda siapkan dalam menghadapi pemeriksaan hari ini?” tanya Refly kepada Rismon di sebuah kantin yang disiarkan secara langsung di YouTube Refly Harun, Kamis (13/11/2025).
“Harusnya penyidik yang melakukan persiapan daripada saya,” jawab Rismon.
Rismon mengaku tidak mengedit ijazah Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi). “Makanya kalau ditanya Bang Refly tadi apa persiapannya, saya kan enggak mengedit, saya enggak perlu persiapan,” ujar Rismon.
“Sekarang penyidik mampu enggak menunjukkan ke saya, dia harus persiapan, menunjukkan mana yang saya edit, kalau enggak, bisa bangkrut kepolisian saya tuntut Rp126 triliun nanti,” katanya.
Kepada awak media, Roy Suryo menyatakan kehadiran pihaknya hari ini di Polda Metro Jaya atas nama rakyat Indonesia. “Kami tahu bahwa kami akan dikriminalisasi, kenapa kami tahu? Kami merencanakan menerbitkan buku kedua, Gibran’s Black Paper,” ujar Roy Suryo di Polda Metro Jaya.
Roy mengaku sudah ke Sydney, Australia mencari tahu kebenaran terkait isu ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Setelah dari Sydney, Roy menegaskan bahwa Gibran tidak punya ijazah SMA.
Baca juga: Hari Ini Roy Suryo Cs Diperiksa sebagai Tersangka Kasus Ijazah Jokowi, Bakal Ditahan?
“Ayo kita tegakkan kebenaran di negeri ini, merdeka,” teriak Roy sebelum menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya didampingi para pengacara dan pendukungnya.
Diketahui, Polda Metro Jaya menjadwalkan pemanggilan terhadap pakar telematika Roy Suryo, Ahli Digital Forensik Rismon Sianipar, dan pegiat media sosial Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa pada hari ini, Kamis (13/11/2025).
Sebelumnya, Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun bertanya persiapan pemeriksaan hari ini di Polda Metro Jaya kepada Ahli Digital Forensik Rismon Hasiholan Sianipar (RHS). Rismon pun mengaku tidak perlu persiapan.
“Apa yang Anda siapkan dalam menghadapi pemeriksaan hari ini?” tanya Refly kepada Rismon di sebuah kantin yang disiarkan secara langsung di YouTube Refly Harun, Kamis (13/11/2025).
“Harusnya penyidik yang melakukan persiapan daripada saya,” jawab Rismon.
Rismon mengaku tidak mengedit ijazah Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi). “Makanya kalau ditanya Bang Refly tadi apa persiapannya, saya kan enggak mengedit, saya enggak perlu persiapan,” ujar Rismon.
“Sekarang penyidik mampu enggak menunjukkan ke saya, dia harus persiapan, menunjukkan mana yang saya edit, kalau enggak, bisa bangkrut kepolisian saya tuntut Rp126 triliun nanti,” katanya.
(rca)
Lihat Juga :