81 Peserta Ramaikan LOBO III DPR RI 2025, Arbi Tri Ramadhan Raih Juara Pertama
Kamis, 06 November 2025 - 15:50 WIB
loading...
A
A
A
“LOBO ini event tahunan DPR yang luar biasa, bukan hanya menyerap aspirasi, tapi juga membentuk leadership. Finalisnya luar biasa banyak perempuan, ada anak SMP, pelajar, sampai guru ngaji. Masukannya pun beragam dan relevan dengan isu hak cipta,” ujar Willy kepada Parlementaria usai acara.
Willy menilai banyak ide peserta yang dapat menjadi bahan pertimbangan dalam revisi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, terutama mengenai digitalisasi dan perlindungan karya kreator.
“UU Hak Cipta lahir di era analog, sedangkan sekarang kita hidup di era digital. Masukan seperti pembentukan lembaga perlindungan kreator di luar manajemen kolektif akan kami catat dan kaji lebih lanjut,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa kemampuan berorasi adalah bagian penting dari kepemimpinan.“Suka tidak suka, great leader itu great orator. Kita lihat Soekarno, Obama, Nelson Mandela, hingga Presiden kita sekarang — semua pemimpin hebat punya kemampuan orasi yang kuat,” tuturnya.
Willy berharap, ke depan LOBO dapat digelar langsung di sekolah, pesantren, dan kampus agar lebih dekat dengan publik. “Kalau hari ini mereka yang datang ke DPR, ke depan DPR yang akan jemput bola. Kami ingin kegiatan seperti ini benar-benar membuka ruang partisipasi publik,” katanya.
Willy menilai banyak ide peserta yang dapat menjadi bahan pertimbangan dalam revisi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, terutama mengenai digitalisasi dan perlindungan karya kreator.
“UU Hak Cipta lahir di era analog, sedangkan sekarang kita hidup di era digital. Masukan seperti pembentukan lembaga perlindungan kreator di luar manajemen kolektif akan kami catat dan kaji lebih lanjut,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa kemampuan berorasi adalah bagian penting dari kepemimpinan.“Suka tidak suka, great leader itu great orator. Kita lihat Soekarno, Obama, Nelson Mandela, hingga Presiden kita sekarang — semua pemimpin hebat punya kemampuan orasi yang kuat,” tuturnya.
Willy berharap, ke depan LOBO dapat digelar langsung di sekolah, pesantren, dan kampus agar lebih dekat dengan publik. “Kalau hari ini mereka yang datang ke DPR, ke depan DPR yang akan jemput bola. Kami ingin kegiatan seperti ini benar-benar membuka ruang partisipasi publik,” katanya.
(unt)
Lihat Juga :