Sandi Mandela Apresiasi Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional bagi Soeharto
Rabu, 12 November 2025 - 07:11 WIB
loading...
A
A
A
“Indonesia hari ini berdiri di atas fondasi yang banyak dibangun pada masa Presiden Soeharto. Stabilitas politik, pertumbuhan ekonomi, pembangunan infrastruktur, hingga pendidikan massal adalah pencapaian nyata yang efeknya masih dirasakan sampai sekarang,” ujar Sandi, Rabu (12/11/2025).
Sandi menambahkan, bagi Partai Golkar, Soeharto merupakan figur historis yang memiliki peran besar dalam menata struktur politik Indonesia. Pada masa Soeharto, Golkar mengalami pelembagaan yang kuat sebagai wadah teknokrat, birokrat, cendekiawan, dan unsur sosial lain yang bekerja bersama dalam pembangunan nasional. Tradisi pengelolaan negara yang rasional dan bertumpu pada efisiensi menjadi salah satu warisan politik yang terus diinternalisasi Partai Golkar hingga kini.
“Warisan terbesar Soeharto bagi Golkar adalah budaya politik yang berorientasi pada karya dan pembangunan. Golkar menjadi rumah besar yang memfasilitasi profesionalisme, tertib organisasi, dan kohesi nasional. Kita menghormati beliau bukan semata sebagai tokoh Golkar, tetapi sebagai pemimpin pembangunan,” jelasnya.
Sandi menegaskan bahwa penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto memiliki nilai penting bagi generasi muda. Menurutnya, generasi muda perlu melihat sejarah secara objektif: menghargai jasa dan karya, memahami tantangan zaman, serta memetik pelajaran untuk masa depan.
Ia menekankan bahwa Soeharto telah menunjukkan contoh pengabdian yang konsisten, etos kerja yang tinggi, dan keberanian mengambil keputusan strategis bagi kepentingan nasional. “Ini bukan soal glorifikasi. Ini tentang belajar dari sejarah. Keteladanan Soeharto terletak pada dedikasinya membangun institusi, memperkuat negara, dan memberikan arah yang jelas bagi pembangunan. Itu nilai yang harus kita ambil,” tegas Sandi.
Sandi menambahkan, bagi Partai Golkar, Soeharto merupakan figur historis yang memiliki peran besar dalam menata struktur politik Indonesia. Pada masa Soeharto, Golkar mengalami pelembagaan yang kuat sebagai wadah teknokrat, birokrat, cendekiawan, dan unsur sosial lain yang bekerja bersama dalam pembangunan nasional. Tradisi pengelolaan negara yang rasional dan bertumpu pada efisiensi menjadi salah satu warisan politik yang terus diinternalisasi Partai Golkar hingga kini.
“Warisan terbesar Soeharto bagi Golkar adalah budaya politik yang berorientasi pada karya dan pembangunan. Golkar menjadi rumah besar yang memfasilitasi profesionalisme, tertib organisasi, dan kohesi nasional. Kita menghormati beliau bukan semata sebagai tokoh Golkar, tetapi sebagai pemimpin pembangunan,” jelasnya.
Sandi menegaskan bahwa penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto memiliki nilai penting bagi generasi muda. Menurutnya, generasi muda perlu melihat sejarah secara objektif: menghargai jasa dan karya, memahami tantangan zaman, serta memetik pelajaran untuk masa depan.
Ia menekankan bahwa Soeharto telah menunjukkan contoh pengabdian yang konsisten, etos kerja yang tinggi, dan keberanian mengambil keputusan strategis bagi kepentingan nasional. “Ini bukan soal glorifikasi. Ini tentang belajar dari sejarah. Keteladanan Soeharto terletak pada dedikasinya membangun institusi, memperkuat negara, dan memberikan arah yang jelas bagi pembangunan. Itu nilai yang harus kita ambil,” tegas Sandi.
Lihat Juga :