Kenapa Kepala Daerah Nekat Korupsi? Ini Analisis Mantan Penyidik KPK

Rabu, 12 November 2025 - 06:00 WIB
loading...
Kenapa Kepala Daerah...
Mantan penyidik KPK Yudi Purnomo Harahap. Foto/Dok SindoNews
A A A
JAKARTA - Banyaknya kepala daerah yang terjerat kasus korupsi menjadi sorotan. Kenapa para kepala daerah tersebut nekat melakukan tindakan tersebut?

Menurut mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Yudi Purnomo Harahap , biaya pemilihan kepala daerah (pilkada) yang tinggi membuat para kepala daerah berpikir untuk secepatnya balik modal. Karena itu, jangan heran jika kepala daerah tersebut terjerat kasus korupsi.

Penilaian tersebut disampaikan mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Yudi Purnomo Harahap. "Pilkada yang mahal ini akhirnya membuat para kepala daerah ini berpikir untuk secepat mungkin, secepat-cepatnya itu mereka bisa BEP (break even point), balik modal," kata Yudi dalam podcast To The Point Aja yang tayang di YouTube SindoNews, dikutip Rabu (12/11/2025).

Baca Juga: OTT Gubernur Riau, KPK: Kasusnya Berkaitan dengan Jatah Preman Penambahan Anggaran

Setelah itu, kata Yudi, kepala daerah tersebut mencari untung di tahun-tahun berikutnya. "Kemudian di tahun selanjutnya, menjelang akhir, dia berpikiran bagaimana mengumpulkan uang kampanye," ujarnya.

Yudi juga menyinggung soal ikan busuk dari kepala. Menurut Yudi, sebenarnya para ASN (aparatur sipil negara) ingin berkompetisi secara wajar untuk menjadi kepala dinas, tidak perlu menyetor uang dan tidak perlu menjilat.



"Sebenarnya proses politik pilkada bagus, dibandingkan dengan dipilih DPR yang lebih tertutup dan hanya berapa orang saja yang menentukan untuk lima tahun ke depan. Tetapi ya tadi, biaya politik yang mahal ini akhirnya membuat mereka berpikir (balik modal dan melakukan korupsi)," jelasnya.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perkuat Akuntabilitas...
Perkuat Akuntabilitas Keuangan Daerah, BSKDN Libatkan Akademisi dalam Validasi IPKD
Said Didu ke Presiden...
Said Didu ke Presiden Prabowo: Kawan Bapak Tuh Ada di Luar, Bukan di Dalam
Pengamat: Pemberantasan...
Pengamat: Pemberantasan Korupsi Tak Maksimal jika Hanya Berfokus pada Pelaku
Kasus Sertifikasi K3,...
Kasus Sertifikasi K3, KPK Telusuri Aliran Uang ke Pihak Kemnaker
KPK Telusuri Aliran...
KPK Telusuri Aliran Dana terkait Kasus Pembangunan Gedung Pemkab Lamongan
Cegah Korupsi, Mendagri...
Cegah Korupsi, Mendagri Usul Kepala Daerah Dapat Persenan dari PAD
Kemendagri Percepat...
Kemendagri Percepat Penegasan Batas Desa di Tiga Kabupaten di Sultra
Bukan Garasi Pejabat...
Bukan Garasi Pejabat Biasa: Dua Harley, Tiga Jip Legendaris, dan Rompi Oranye Silmy Karim
Misteri Garasi Dadan...
Misteri Garasi Dadan Hindayana: Setengah Abad Usianya, Modis dan Estetik Mobilnya
Rekomendasi
BPDP dan AKPY Latih...
BPDP dan AKPY Latih Petani Kotim Tingkatkan Kualitas Panen Sawit Rakyat
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Eceng Gondok
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Berita Terkini
Prabowo Panggil Rosan...
Prabowo Panggil Rosan Roeslani ke Kertanegara Minggu Malam, Ada Apa?
MUI Tegaskan LGBT adalah...
MUI Tegaskan LGBT adalah Penyimpangan: Wajib Disembuhkan
Deretan Pasal Menjerat...
Deretan Pasal Menjerat Roy Suryo dan Dokter Tifa di Kasus Ijazah Jokowi
Puji Kepemimpinan Wali...
Puji Kepemimpinan Wali Kota Agustina, Hendardji Soepandji: Budaya Semarang Kian Kuat dan Harmonis
Polri Ungkap Peran Ganda...
Polri Ungkap Peran Ganda Frans Antoni di Jaringan Narkoba Fredy Pratama
Malam Ini Roy Suryo...
Malam Ini Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya, Besok Dilimpahkan ke Jaksa
Infografis
Yossi Cohen, Mantan...
Yossi Cohen, Mantan Kepala Mossad yang Menantang Netanyahu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved