Menag: Film Islami Sarana Dakwah yang Inklusif dan Relevan Bagi Generasi Masa Kini

Selasa, 11 November 2025 - 19:01 WIB
loading...
Menag: Film Islami Sarana...
Menag Nasaruddin Umar mengungkapkan, film merupakan medium seni yang selaras dengan nilai-nilai Islam. Foto/istimewa
A A A
JAKARTA - Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kementerian Agama (Kemenag) mengumumkan para pemenang Kompetisi Film Islami Tingkat Nasional 2025. Acara penganugerahan yang berlangsung di Jakarta pada Selasa (10/11/2025)

Dalam momen tersebut, hadir puluhan sineas muda dari berbagai provinsi yang mempersembahkan karya bertema nilai-nilai Islam rahmatan lil 'alamin.

Pada tahun ini, kompetisi menerima 83 karya film dari 34 provinsi, yang terbagi dalam tiga kategori yakni, film dokumenter, film fiksi, dan film animasi. Setiap karya menampilkan kreativitas anak bangsa dalam mengemas nilai-nilai keislaman dengan pendekatan yang segar dan kontekstual.

Baca juga: Wamenag: Ditjen PHU Kemenag Dibubarkan, Personel Digeser ke Kemenhaj

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengungkapkan, film merupakan medium seni yang selaras dengan nilai-nilai Islam. Nasaruddin Umar menilai, film Islami mampu menjadi sarana dakwah yang lebih inklusif dan relevan bagi generasi masa kini.

“Film ini adalah sebuah karya seni. Dan di dalam Islam, itu sangat compatible kalau kita bicara tentang seni. Penganugerahan Kompetisi Film Islami oleh Kementerian Agama kali ini semakin banyak pesertanya dibanding dengan tahun-tahun yang lampau,” ujarnya.

Nasaruddin Umar menambahkan, ke depan, pihaknya akan terus mengembangkan penyelenggaraan kompetisi ini agar lebih profesional dan melibatkan lebih banyak pihak. “Barangkali yang akan datang, kami bisa lebih membuka secara profesional. Mungkin nanti ada final nominasinya siapa, kemudian kita pilih mana yang terbaik dengan melibatkan lembaga-lembaga tertentu yang bisa berkontribusi,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Bimas Islam, Abu Rokhmad, mengapresiasi antusiasme para peserta. "Film Islami merupakan media strategis untuk menyebarkan pesan-pesan rahmatan lil 'alamin melalui pendekatan seni, estetika, dan naratif. Film bukan hanya menyampaikan pesan moral, tetapi juga menggugah, memberi pencerahan, dan menumbuhkan optimisme masyarakat," ujarnya.

Baca juga: Kisahkan Perjalanan Koruptor di Akhirat, Angelina Sondakh Tersentuh Film Shiratakul Mustaqim

Abu menambahkan, pihaknya akan terus mendukung para sineas muda untuk menyampaikan gagasan kreatif dalam memperkuat literasi keagamaan melalui media visual. "Kami ingin nilai-nilai keislaman disampaikan dengan cara-cara kekinian, menarik, dan inspiratif," lanjutnya.

Abu menyebut, setiap karya yang dipersembahkan menampilkan keunikan lokal serta kekuatan pesan universal tentang nilai Islam yang mengajarkan kasih sayang dan kemanusiaan.

Abu berharap karya-karya yang lahir dari kompetisi ini tidak hanya berhenti pada penghargaan, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan kebudayaan yang mendorong generasi muda untuk berkarya positif.
"Kami berharap karya para sineas ini terus memberikan manfaat bagi bangsa dan menjadi bagian dari lahirnya generasi yang penuh kreativitas serta optimisme untuk masa depan," tutup Abu.

Berikut daftar pemenang Kompetisi Film Islami 2025 sesuai keputusan resmi Direktur Jenderal Bimas Islam Nomor 1057 Tahun 2025:

• Juara I Kategori Film Dokumenter: Braen dari Provinsi Jawa Tengah
• Juara II Kategori Film Dokumenter: Pekandeana Ana-Ana Maelu dari Provinsi Sulawesi Tenggara
• Juara III Kategori Film Dokumenter: Kita Sadela dari Provinsi Lampung
• Juara Harapan Dokumenter: Belangikhan dari Provinsi Lampung
• Juara I Kategori Film Fiksi: Cahaya untuk Nur dari Provinsi Sulawesi Tenggara
• Juara II Kategori Film Fiksi: Cahaya Ilmu dari Provinsi Sumatra Utara Apresiasi Kategori Film Animasi: Cahaya Illahi dari Provinsi Jawa Timur.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KPK Periksa Mantan Stafsus...
KPK Periksa Mantan Stafsus Menag Gus Yaqut terkait Kasus Kuota Haji
Nasaruddin Umar Ingin...
Nasaruddin Umar Ingin Indonesia Jadi Epicentrum Peradaban Dunia Islam Modern
Menag: Tahun Baru Islam...
Menag: Tahun Baru Islam 1 Muharram Momentum Transformasi Diri dan Sosial
Waisak 2026, Menag:...
Waisak 2026, Menag: Dharma Menjaga Perdamaian Dunia
Prabowo Salat Iduladha...
Prabowo Salat Iduladha di Paris, Menag: Tetap Ikuti Perkembangan di Istiqlal
Menag Ungkap Banyak...
Menag Ungkap Banyak Non-Muslim Sumbang Hewan Kurban ke Masjid Istiqlal
Ucapkan Selamat Tahun...
Ucapkan Selamat Tahun Baru 1448 Hijriah, Menag Ajak Umat Jaga Persatuan
Teladani KH. Wahab Hasbullah,...
Teladani KH. Wahab Hasbullah, Menag Dorong Pesantren Cetak Generasi Unggul
Menag: Pembubaran Ibadah...
Menag: Pembubaran Ibadah di Bantul Tak Boleh Terulang Lagi
Rekomendasi
AI Analytics-Trade Flow...
AI Analytics-Trade Flow Siapkan Keputusan Investasi buat Pemula
Jerman vs Paraguay:...
Jerman vs Paraguay: Kenangan Pahit 2002 Hantui La Albirroja
Akademisi: Riset Advokasi...
Akademisi: Riset Advokasi Kunci Perlindungan Warga Sipil
Berita Terkini
Rakor dengan Pimpinan...
Rakor dengan Pimpinan BGN, Dasco Tegaskan DPR Awasi Ketat Program MBG agar Tepat Sasaran
Besok Komisi I DPR Tetapkan...
Besok Komisi I DPR Tetapkan 7 Anggota KIP 2026-2030
5 Calon Manajer Kopdes...
5 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal, Kemhan Ganti Nama Latsarmil
Politikus PDIP Ungkap...
Politikus PDIP Ungkap Anggaran Pelatihan SPPI Lebih Besar untuk Latsarmil ketimbang Substansi Koperasi
Implementasi B50 Perkuat...
Implementasi B50 Perkuat Ketahanan Energi dan Tingkatkan Nilai Tambah Sawit
Wamensesneg: Presiden...
Wamensesneg: Presiden Sangat Paham dan Menghargai Kebebasan Akademik di Kampus
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved