Soeharto Dapat Gelar Pahlawan, Akademisi hingga DPR Sebut Jasanya Besar Bagi Bangsa
Selasa, 11 November 2025 - 09:39 WIB
loading...
Sejumlah akademisi dan pejabat publik mendukung penganugerahan gelar pahlawan nasional kepada Presiden ke-2 Republik Indonesia, HM. Soeharto. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Sejumlah akademisi dan pejabat publik mendukung penganugerahan gelar pahlawan nasional kepada Presiden ke-2 Republik Indonesia, HM. Soeharto . Mereka menilai Soeharto layak mendapatkan penghargaan atas dedikasi dan kontribusinya yang besar dalam membangun fondasi pembangunan nasional, memperkuat ideologi Pancasila, serta menjaga stabilitas bangsa.
Pandangan ini mengemuka dalam diskusi publik bertema “Soeharto Sebagai Pahlawan Nasional: Pelajaran Sejarah dan Visi Pembangunan” yang menghadirkan sejumlah narasumber terkonfirmasi, yakni pegiat media Ganjar Darussalam, anggota DPR Karmila Sari, serta Peneliti Pusat Kajian Pancasila (Pusaka Pancasila) Sahal Mubarok.
Ganjar Darussalam menilai Soeharto sebagai sosok besar yang berangkat dari latar belakang sederhana namun berhasil membawa Indonesia menuju masa pembangunan yang stabil. Ganjar menyebut, keberhasilan swasembada pangan serta pembangunan infrastruktur dasar menjadi bukti nyata visi kesejahteraan rakyat yang diwujudkan Soeharto.
Baca juga: Fadli Zon Bakal Susun Buku Sejarah Pahlawan Nasional, Ada Soeharto-Gus Dur
“Soeharto adalah contoh nyata bahwa kemajuan bangsa hanya bisa dicapai bila rakyatnya sehat, berpendidikan, dan sejahtera. Melalui program Inpres SD, angka buta huruf berhasil ditekan dari 60% menjadi hanya 10%,” ungkapnya, Selasa (11/11/2025).
Senada, anggota DPR RI Karmila Sari menyebut keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras 1984 dan pertumbuhan ekonomi hingga 7% merupakan hasil kepemimpinan Soeharto yang visioner dan berorientasi pada pembangunan ekonomi rakyat.
“Beliau bukan hanya membangun infrastruktur fisik seperti waduk dan bendungan, tetapi juga memperkuat identitas nasional melalui program P4 dan kebijakan transmigrasi yang berdampak hingga kini,” ujarnya.
Baca juga: Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Keluarga Sampaikan Terima Kasih ke Prabowo
Sementara itu, Sahal Mubarok menegaskan pemberian gelar pahlawan nasional kepada Soeharto harus dipandang sebagai bentuk rekonsiliasi sejarah dan penghormatan etis bangsa kepada pemimpinnya.
“Penilaian terhadap tokoh sejarah tidak boleh hanya berdasar pada suka atau tidak suka. Kita harus melihat konteks zamannya dan kontribusinya terhadap kedaulatan dan pembangunan nasional,” tegasnya.
Melalui pandangan sejumlah elemen masyarakat bahwa penganugerahan gelar pahlawan nasional kepada Presiden ke-2 RI, Soeharto merupakan langkah yang layak dan bermakna, tidak hanya sebagai bentuk penghargaan atas jasa besar dalam membangun bangsa, tetapi juga sebagai inspirasi bagi generasi penerus untuk menjaga semangat pembangunan dan persatuan Indonesia.
Pandangan ini mengemuka dalam diskusi publik bertema “Soeharto Sebagai Pahlawan Nasional: Pelajaran Sejarah dan Visi Pembangunan” yang menghadirkan sejumlah narasumber terkonfirmasi, yakni pegiat media Ganjar Darussalam, anggota DPR Karmila Sari, serta Peneliti Pusat Kajian Pancasila (Pusaka Pancasila) Sahal Mubarok.
Ganjar Darussalam menilai Soeharto sebagai sosok besar yang berangkat dari latar belakang sederhana namun berhasil membawa Indonesia menuju masa pembangunan yang stabil. Ganjar menyebut, keberhasilan swasembada pangan serta pembangunan infrastruktur dasar menjadi bukti nyata visi kesejahteraan rakyat yang diwujudkan Soeharto.
Baca juga: Fadli Zon Bakal Susun Buku Sejarah Pahlawan Nasional, Ada Soeharto-Gus Dur
“Soeharto adalah contoh nyata bahwa kemajuan bangsa hanya bisa dicapai bila rakyatnya sehat, berpendidikan, dan sejahtera. Melalui program Inpres SD, angka buta huruf berhasil ditekan dari 60% menjadi hanya 10%,” ungkapnya, Selasa (11/11/2025).
Senada, anggota DPR RI Karmila Sari menyebut keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras 1984 dan pertumbuhan ekonomi hingga 7% merupakan hasil kepemimpinan Soeharto yang visioner dan berorientasi pada pembangunan ekonomi rakyat.
“Beliau bukan hanya membangun infrastruktur fisik seperti waduk dan bendungan, tetapi juga memperkuat identitas nasional melalui program P4 dan kebijakan transmigrasi yang berdampak hingga kini,” ujarnya.
Baca juga: Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Keluarga Sampaikan Terima Kasih ke Prabowo
Sementara itu, Sahal Mubarok menegaskan pemberian gelar pahlawan nasional kepada Soeharto harus dipandang sebagai bentuk rekonsiliasi sejarah dan penghormatan etis bangsa kepada pemimpinnya.
“Penilaian terhadap tokoh sejarah tidak boleh hanya berdasar pada suka atau tidak suka. Kita harus melihat konteks zamannya dan kontribusinya terhadap kedaulatan dan pembangunan nasional,” tegasnya.
Melalui pandangan sejumlah elemen masyarakat bahwa penganugerahan gelar pahlawan nasional kepada Presiden ke-2 RI, Soeharto merupakan langkah yang layak dan bermakna, tidak hanya sebagai bentuk penghargaan atas jasa besar dalam membangun bangsa, tetapi juga sebagai inspirasi bagi generasi penerus untuk menjaga semangat pembangunan dan persatuan Indonesia.
(cip)
Lihat Juga :