Mendagri Tito Karnavian Ungkap Kunci Hadapi Kompetisi Global
Minggu, 09 November 2025 - 22:46 WIB
loading...
A
A
A
Dalam pengalamannya menempuh studi di Nanyang Technological University (NTU) Singapura, mantan Kapolri itu menyaksikan bagaimana negara kecil tanpa sumber daya alam dapat menjelma menjadi kekuatan ekonomi dunia melalui investasi besar di sektor pendidikan.
Dia mencontohkan visi Lee Kuan Yew yang secara konsisten mengirim pelajar terbaik ke universitas top dunia dan memberi mereka jalur karier strategis setelah kembali ke negaranya.
Singapura bisa seperti sekarang karena Lee Kuan Yew menaruh pendidikan di posisi utama. “Dia membangun SDM unggul dan komunitas intelektual yang menjadi tulang punggung negara,” ujar Tito dalam orasi Ilmiah yang berlangsung sekitar 2 jam itu.
Tito menilai arah kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sejalan dengan visi penguatan SDM. Program seperti Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, dan beasiswa untuk bidang strategis terutama kedokteran dinilai sebagai langkah penting dalam menyiapkan SDM berkualitas yang mampu menopang populasi Indonesia yang kini mencapai 286,7 juta jiwa.
Dosen Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran Arfin Sudirman menilai orasi Tito sangat relevan untuk menjawab tantangan global. Kekayaan alam melimpah tidak akan bernilai tanpa SDM unggul dan penguasaan teknologi tinggi.
Dia mencontohkan visi Lee Kuan Yew yang secara konsisten mengirim pelajar terbaik ke universitas top dunia dan memberi mereka jalur karier strategis setelah kembali ke negaranya.
Singapura bisa seperti sekarang karena Lee Kuan Yew menaruh pendidikan di posisi utama. “Dia membangun SDM unggul dan komunitas intelektual yang menjadi tulang punggung negara,” ujar Tito dalam orasi Ilmiah yang berlangsung sekitar 2 jam itu.
Tito menilai arah kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sejalan dengan visi penguatan SDM. Program seperti Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, dan beasiswa untuk bidang strategis terutama kedokteran dinilai sebagai langkah penting dalam menyiapkan SDM berkualitas yang mampu menopang populasi Indonesia yang kini mencapai 286,7 juta jiwa.
Dosen Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran Arfin Sudirman menilai orasi Tito sangat relevan untuk menjawab tantangan global. Kekayaan alam melimpah tidak akan bernilai tanpa SDM unggul dan penguasaan teknologi tinggi.
Lihat Juga :