Kemenag Padukan Prisma Umat Dalam Pengelolaan Dana Paramita

Sabtu, 08 November 2025 - 21:06 WIB
loading...
Kemenag Padukan Prisma...
Program Prisma Umat yang digagas Ditjen Bimas Buddha, Kemenag mulai terlihat hasilnya. Seperti program rintisan di Kedaung Baru, Neglasari, Tangerang, Banten. Foto/Ist
A A A
TANGERANG - Program Prisma Umat yang digagas oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Buddha, Kemeterian Agama (Kemenag) mulai terlihat hasilnya. Dari program rintisan di Desa Kedaung Baru, Kecamatan Neglasari, Kabupaten Tangerang, Banten ini terbukti umat terpacu untuk lebih berdaya, termasuk dalam hal ekonomi keluarga.

"Program Prisma Umat ini telah berjalan selama 21 hari dengan inti utama yaitu mengubah karakter, mengubah perilaku sebagai pondasi awal. Pondasi untuk menjadi orang yang tahu tentang hidup bersih, hidup sehat. Nah, diawali dari keluarga ini lah, maka kita perlu menata kerapian dan kesehatan. Selanjutnya dari situ kita akan dorong kita petakan potensi ekonominya apa untuk pemberdayaannya,” kata Dirjen Bimas Buddha Supriyadi saat menutup Program Prisma Umat di Vihara Puspa Sari Maitreya di Desa Kedaung Baru, Neglasari, Tangerang, dikutip Sabtu (8/11/2025).

Baca juga: Tata Rumah Lebih Rapi, Program Prisma Umat Disambut Antusias Warga Tangerang

Dirjen menjelaskan, Prisma Umat adalah akronim dari produktif, integrasi, sinergi, mandiri, dan akuntabel. Program Prisma Umat merupakan satu bagian dari rencana program untuk pendayagunaan dana keagamaan. Selama ini dalam agama Buddha ini ada Lembaga Dana Paramita dan baru dinaungi dengan keputusan Dirjen.



"Hari ini kita evaluasi, kita akan melakukan perbaikan tata kelolanya. Kalau kita perbaiki tata kelola ini, maka akan beriringan dengan kebijakan pemerintah bahwa dana keagamaan ini dapat dioptimalkan untuk mendukung program pencapaian pemerintah khususnya dalam hal pengentasan kemiskinan,” katanya.

Menurutnya, Program Prisma Umat juga menjadi penerjemahan dari arahan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Agama Nasaruddin Umar yang sekarang concern dengan pemberdayaan. Dalam program Prisma Umat ini, ada beberapa fokus yang akan terus dikembangkan di antaranya adalah eco-enzim untuk berbagai produk, salah satunya adalah sabun dan kerajinan.

Baca juga: Mensos: Biaya Pengobatan Korban Ledakan SMAN 72 Ditanggung Negara

“Nah, dari sini kalau dua pondasi kita kuatkan dan kita dorong dengan kemandirian ekonominya, maka tentu umat mandiri akan dapat diwujudkan. Maka saya berharap program Prisma Umat ini berfokus di rumah ibadah agar nanti rumah ibadah melihat dan mengelola umatnya itu sendiri. Saya pikir ini semua kita akan lakukan dengan tagline Rumah Ibadah Berdaya dan Berdampak dengan memanfaatkan dana filantropi khususnya dana sosial keagamaan,” paparnya.

Terkait keberlanjutan ke depan, pihaknya akan melibatkan para penyuluh agama Buddha. Menurutnya, penyuluh adalah menjadi garda terdepan untuk menguatkan umat.

“Penyuluh punya tugas untuk membina setidaknya 4 kelompok binaan. Dalam tatanan proses ini tidak lagi hanya dalam tataran rumah ibadah, tapi mereka masuk dalam kelompok binaan. Nah, mereka ini lah kelompok-kelompok yang wajib kita tingkatkan. Saya berpikir bahwa keberlanjutan program ini adalah nanti per wilayah masing-masing di mana penyuluh berada, dia akan terus melakukan pendampingan. Ini kita akan mengatur dari sisi tugas penyuluh, tentu kita barengi dengan tata kelola bagaimana pelaksanaan penyuluh itu sendiri termasuk kompetensi,” katanya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Karakter Eling Indonesia (KEI) Yusri Heni menjelaskan bahwa selama kurang lebih tiga minggu, pihaknya mendampingi umat untuk melakukan berbagi aktivitas mulai dari sosialisasi, pembekalan, praktik berbenah rumah untuk melatih karakter umat dan pendampingan pembuatan kemandirian ekonomi melalui program eco-enzim.

“Kita sudah membangun karakter keluarga di rumah dengan semangat Bebenah. Bebenah tidak hanya bersih dan sehat, tapi juga hatinya, cara berpikirnya, mindset-nya dan umat tinggal meneruskan dari Beberapa pelatihan terutama untuk kemandirian ekonomi,” jelasnya.

Perwakilan dari Yayasan Dana Paramita Agama Buddha Maitreya Indonesia, Effendy Suriani menyampaikan terima kasih kepada Dirjen Bimas Buddha atas Program Prisma Umat dan berharap program tersebut dapat berlanjut dan berkesinambungan.

“Saya mewakili Yayasan Dana Paramita Agama Buddha Maitreya Indonesia mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Dirjen atas program Prisma Umat ini. Saya melihat dalam program ini bukan hanya menertibkan, merapikan, membuat rumah ibdah bersih tetapi mindset daripada umat Buddha itu diubah menjadi mandiri, menjadi lebih peduli lingkungan rumah ibadahnya sendiri sehingga memberikan kenyamanan buat umat itu sendiri. Di samping itu, program ini juga memberdayakan sumber ekonomi umat sehingga umat bisa tambah mandiri dari sisi ekonominya,” ujarnya.

Pihaknya berharap, program ini bisa membuat umat Buddha di seluruh Indonesia tambah maju dalam membina dirinya baik sisi material maupun spiritualnya serta mandiri ekonominya. “Saya rasa program ini tidak bisa satu kali, perlu berkelanjutan dan berkesinambungan sampai betul-betul karakter umat Buddha itu bisa tambah maju dan tambah mandiri,” katanya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kemenag Dorong Waisak...
Kemenag Dorong Waisak 2026 di Borobudur Jadi Ruang Spiritualitas dan Perdamaian
Kemenag Gelar Sidang...
Kemenag Gelar Sidang Isbat Penetapan Awal Zulhijjah dan Iduladha 2026 Sore Ini
Kemenag Cabut Izin Ponpes...
Kemenag Cabut Izin Ponpes Ndolo Kusumo Pati Buntut Kasus Pencabulan Santriwati
Kemenag Akan Pantau...
Kemenag Akan Pantau Hilal Awal Zulhijah 1447 H pada 17 Mei 2026 di 88 Titik, Ini Lokasinya
Waisak 2570 BE Disemarakkan...
Waisak 2570 BE Disemarakkan dengan Gerakan Ekoteologi dan Kepedulian Lingkungan
Perkuat Layanan, Kemenag...
Perkuat Layanan, Kemenag Bangun 1.758 Gedung KUA melalui SBSN
Kementerian HAM Kawal...
Kementerian HAM Kawal Penyelesaian Persoalan Tempat Ibadah Jemaat POUK Tesalonika Teluknaga
Kemenag Gandeng Mitra...
Kemenag Gandeng Mitra Strategis untuk Tingkatkan Kesiapan Kerja Mahasiswa PTKI
Hadirkan Panggung Hiburan...
Hadirkan Panggung Hiburan dan Aksi Sosial, Truk SnackVideo 2026 Keliling Berbagai Daerah
Rekomendasi
Tiga Kartu Merah Warnai...
Tiga Kartu Merah Warnai Laga Pembuka Piala Dunia 2026, Rekor Lama Terancam?
Kronologi Haji Bolot...
Kronologi Haji Bolot Dilarikan ke RS karena Serangan Jantung, Bermula dari Sesak Napas
Clara Shinta dan Muhammad...
Clara Shinta dan Muhammad Alexander Assad Rujuk, Gugatan Cerai Resmi Dicabut
Berita Terkini
Mantan Ketua Ombudsman...
Mantan Ketua Ombudsman Terima Rumah hingga Uang Miliaran di Kasus Korupsi Tambang Nikel
World Giving Report...
World Giving Report 2026: Donasi Global Turun, Indonesia Bertahan di Atas Rata-rata Dunia
Bareskrim Tangkap Kartel...
Bareskrim Tangkap Kartel Narkoba Asal Australia sebelum Terbang dengan Jet Pribadi
Dewan Pers dan Konstituen...
Dewan Pers dan Konstituen Matangkan Usulan Pengaturan Karya Jurnalistik dalam RUU Hak Cipta
Mensesneg Sebut Bakal...
Mensesneg Sebut Bakal Ada Pengurangan Anggaran MBG
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Infografis
7 Kombes Pecah Bintang...
7 Kombes Pecah Bintang Jadi Brigjen Dalam Mutasi Polri Januari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved