Gelar Pahlawan Nasional, Gibran Sebut Soeharto dan Gus Dur Beri Kontribusi Besar untuk Negara
Sabtu, 08 November 2025 - 10:34 WIB
loading...
Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka. Foto/BPMI Setwapres
A
A
A
SEMARANG - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka angkat bicara tentang usulan pemberian gelar pahlawan nasional kepada Presiden ke-2 RI Soeharto dan Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur . Gibran menegaskan, pemberian gelar pahlawan nasional kepada tokoh-tokoh bangsa merupakan hasil dari proses kajian dan penilaian yang panjang.
"Saya kira gelar untuk pahlawan ini sudah melalui proses dan tahapan yang panjang, ya," kata Wapres dalam keterangan pers seusai meninjau Bendungan Jragung di Candirejo, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Jumat (7/11/2025).
Wapres menilai, baik Soeharto maupun Gus Dur merupakan tokoh yang memiliki kontribusi besar terhadap kemajuan bangsa di masanya. "Apalagi beliau-beliau ini memberikan sumbangsih dan kontribusi besar untuk negara," ujarnya.
Baca Juga: Dukungan Pemberian Gelar Pahlawan Soeharto Menguat
Putra sulung Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) ini menjelaskan bahwa Soeharto memiliki jasa besar dalam bidang pembangunan, khususnya dalam mewujudkan swasembada pangan dan mengentaskan kemiskinan. "Pak Harto, beliau berkontribusi dan berjasa besar untuk pembangunan swasembada pangan, dan juga pengentasan kemiskinan," katanya.
Gus Dur, kata Gibran, dikenal sebagai tokoh bangsa yang berperan penting dalam memperjuangkan nilai-nilai toleransi dan kebebasan beragama di Indonesia.
"Gus Dur sangat berkontribusi sekali untuk penyelesaian masalah intoleransi, kebebasan untuk menunaikan ibadah, melindungi kaum minoritas, dan juga perlindungan hak asasi manusia," pungkasnya.
Presiden Prabowo Subianto akan mengumumkan nama-nama penerima gelar pahlawan nasional tepat di Hari Pahlawan yang jatuh pada Senin (10/11/2025). Hal itu disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
"Untuk gelar pahlawan rencana akan insyaallah mungkin hari Senin. Nanti akan ada semacam keputusan pemberian gelar pahlawan nasional," kata Prasetyo kepada wartawan di Kompleks Istana Kepribadian, Jakarta Pusat, Jumat (7/11/2025).
Prasetyo mengaku belum mengetahui pasti siapa saja yang akan mendapat gelar tersebut pada Senin depan. "Total? Total. Belum tahu," ucapnya.
Prasetyo memastikan pengusulan seluruh pahlawan nasional sudah melalui prosedur. Pernyataan ini turut merespons berbagai polemik terhadap usulan pemberian gelar pahlawan nasional kepada Presiden ke-2 RI Soeharto.
"Bahwa ada pro kontra, bahwa ada yang mungkin setuju mungkin tidak itu bagian dari aspirasi. Tetapi marilah sekali lagi kita mengajak semuanya untuk melihat yang positif. Melihat yang baik," jelasnya.
"Saya kira gelar untuk pahlawan ini sudah melalui proses dan tahapan yang panjang, ya," kata Wapres dalam keterangan pers seusai meninjau Bendungan Jragung di Candirejo, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Jumat (7/11/2025).
Wapres menilai, baik Soeharto maupun Gus Dur merupakan tokoh yang memiliki kontribusi besar terhadap kemajuan bangsa di masanya. "Apalagi beliau-beliau ini memberikan sumbangsih dan kontribusi besar untuk negara," ujarnya.
Baca Juga: Dukungan Pemberian Gelar Pahlawan Soeharto Menguat
Putra sulung Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) ini menjelaskan bahwa Soeharto memiliki jasa besar dalam bidang pembangunan, khususnya dalam mewujudkan swasembada pangan dan mengentaskan kemiskinan. "Pak Harto, beliau berkontribusi dan berjasa besar untuk pembangunan swasembada pangan, dan juga pengentasan kemiskinan," katanya.
Gus Dur, kata Gibran, dikenal sebagai tokoh bangsa yang berperan penting dalam memperjuangkan nilai-nilai toleransi dan kebebasan beragama di Indonesia.
"Gus Dur sangat berkontribusi sekali untuk penyelesaian masalah intoleransi, kebebasan untuk menunaikan ibadah, melindungi kaum minoritas, dan juga perlindungan hak asasi manusia," pungkasnya.
Presiden Prabowo Subianto akan mengumumkan nama-nama penerima gelar pahlawan nasional tepat di Hari Pahlawan yang jatuh pada Senin (10/11/2025). Hal itu disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
"Untuk gelar pahlawan rencana akan insyaallah mungkin hari Senin. Nanti akan ada semacam keputusan pemberian gelar pahlawan nasional," kata Prasetyo kepada wartawan di Kompleks Istana Kepribadian, Jakarta Pusat, Jumat (7/11/2025).
Prasetyo mengaku belum mengetahui pasti siapa saja yang akan mendapat gelar tersebut pada Senin depan. "Total? Total. Belum tahu," ucapnya.
Prasetyo memastikan pengusulan seluruh pahlawan nasional sudah melalui prosedur. Pernyataan ini turut merespons berbagai polemik terhadap usulan pemberian gelar pahlawan nasional kepada Presiden ke-2 RI Soeharto.
"Bahwa ada pro kontra, bahwa ada yang mungkin setuju mungkin tidak itu bagian dari aspirasi. Tetapi marilah sekali lagi kita mengajak semuanya untuk melihat yang positif. Melihat yang baik," jelasnya.
(zik)
Lihat Juga :