Jumpa Penulis 2025, Asma Nadia Ajak Suarakan Kebaikan lewat Tulisan
Kamis, 06 November 2025 - 19:17 WIB
loading...
Setelah lima tahun vakum, KMO Indonesia kembali menggelar ajang tahunan bergengsi Jumpa Penulis 2025 dengan tema Menghidupkan Literasi, Menyebarkan Inspirasi. Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Setelah lima tahun vakum, KMO Indonesia kembali menggelar ajang tahunan bergengsi Jumpa Penulis 2025 dengan tema Menghidupkan Literasi, Menyebarkan Inspirasi. Acara ini mempertemukan lebih dari 200 peserta dari berbagai kalangan. Mulai dari penulis , santri, hingga pecinta literasi dalam satu forum yang penuh semangat dan kehangatan dunia kepenulisan.
Acara dibuka Tendi Murti sebagai founder dan owner KMO Indonesia yang menyampaikan materi seputar dunia kepenulisan menyampaikan bagaimana pentingnya konsistensi dalam menulis. “Menulis bukan hanya tentang menghasilkan karya, tapi tentang bagaimana kita mengabadikan ide dan menghadirkan perubahan,” katanya dalam siaran pers, Kamis (6/11/2025). Baca juga: 3 Manfaat Membacakan Buku untuk Anak: Asah Kemampuan Komunikasi, Emosi, dan Imajinasi
Suasana semakin khidmat ketika Peri Sandi Huizche membacakan puisi bertema kemanusiaan. Dilanjutkan diskusi bersama Han Achmad selaku moderator sekaligus ketua pelaksana. Dalam sesi ini, peserta diajak merenungi peran puisi sebagai media empati sosial.
Tak kalah inspiratif, Dian Aryanti, pendiri Ciomy, berbagi kisah tentang bagaimana bisnis bisa menjadi jalan kebaikan. Ia menuturkan Ciomy dibangun bukan semata karena alasan bisnis, tetapi karena dorongan untuk menghadirkan manfaat bagi sesama. “Bisnis bisa menjadi amal jika dikelola dengan hati dan nilai kemanusiaan,” ujarnya.
Puncak acara diisi penulis nasional Asma Nadia, yang menyuguhkan sesi penuh makna tentang proses kreatif di balik bukunya Sebelum Aku Tiada: Surat-Surat dari Gaza, yang diterbitkan oleh KMO Indonesia. Dalam sesi ini, Asma Nadia membuka ruang refleksi tentang penderitaan dan keteguhan manusia di tengah konflik kemanusiaan.
Ia juga membacakan salah satu manuskrip dari buku tersebut yang membuat suasana ruangan hening dan penuh haru. “Literasi bukan sekadar menulis dan membaca. Literasi adalah keberanian untuk menyuarakan kebaikan, bahkan ketika dunia sedang bising,” katanya.
Acara ini juga diramaikan dengan pembagian berbagai doorprize menarik berupa buku-buku inspiratif dan motivatif, hasil dukungan sponsor seperti Ciomy, Momasa, Buat Buku Internasional, ID Publishing, FortyNetworks, dan KBM App. Baca juga: Riwayat Pendidikan Gibran, Ternyata Pernah Belajar di Prancis hingga Punya Banyak Pencapaian
Di akhir acara, Ketua Pelaksana Han Achmad menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Jumpa Penulis 2025. Ia juga mengumumkan bahwa tahun depan, Jumpa Penulis 2026 akan kembali hadir dengan tema yang lebih menarik dan pembicara yang lebih inspiratif.
“Kami ingin Jumpa Penulis menjadi ruang silaturahmi dan kolaborasi bagi penulis dari berbagai latar. Dari sini, semangat menulis dan berbagi kebaikan akan terus menyala,” tuturnya.
Acara dibuka Tendi Murti sebagai founder dan owner KMO Indonesia yang menyampaikan materi seputar dunia kepenulisan menyampaikan bagaimana pentingnya konsistensi dalam menulis. “Menulis bukan hanya tentang menghasilkan karya, tapi tentang bagaimana kita mengabadikan ide dan menghadirkan perubahan,” katanya dalam siaran pers, Kamis (6/11/2025). Baca juga: 3 Manfaat Membacakan Buku untuk Anak: Asah Kemampuan Komunikasi, Emosi, dan Imajinasi
Suasana semakin khidmat ketika Peri Sandi Huizche membacakan puisi bertema kemanusiaan. Dilanjutkan diskusi bersama Han Achmad selaku moderator sekaligus ketua pelaksana. Dalam sesi ini, peserta diajak merenungi peran puisi sebagai media empati sosial.
Tak kalah inspiratif, Dian Aryanti, pendiri Ciomy, berbagi kisah tentang bagaimana bisnis bisa menjadi jalan kebaikan. Ia menuturkan Ciomy dibangun bukan semata karena alasan bisnis, tetapi karena dorongan untuk menghadirkan manfaat bagi sesama. “Bisnis bisa menjadi amal jika dikelola dengan hati dan nilai kemanusiaan,” ujarnya.
Puncak acara diisi penulis nasional Asma Nadia, yang menyuguhkan sesi penuh makna tentang proses kreatif di balik bukunya Sebelum Aku Tiada: Surat-Surat dari Gaza, yang diterbitkan oleh KMO Indonesia. Dalam sesi ini, Asma Nadia membuka ruang refleksi tentang penderitaan dan keteguhan manusia di tengah konflik kemanusiaan.
Ia juga membacakan salah satu manuskrip dari buku tersebut yang membuat suasana ruangan hening dan penuh haru. “Literasi bukan sekadar menulis dan membaca. Literasi adalah keberanian untuk menyuarakan kebaikan, bahkan ketika dunia sedang bising,” katanya.
Acara ini juga diramaikan dengan pembagian berbagai doorprize menarik berupa buku-buku inspiratif dan motivatif, hasil dukungan sponsor seperti Ciomy, Momasa, Buat Buku Internasional, ID Publishing, FortyNetworks, dan KBM App. Baca juga: Riwayat Pendidikan Gibran, Ternyata Pernah Belajar di Prancis hingga Punya Banyak Pencapaian
Di akhir acara, Ketua Pelaksana Han Achmad menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Jumpa Penulis 2025. Ia juga mengumumkan bahwa tahun depan, Jumpa Penulis 2026 akan kembali hadir dengan tema yang lebih menarik dan pembicara yang lebih inspiratif.
“Kami ingin Jumpa Penulis menjadi ruang silaturahmi dan kolaborasi bagi penulis dari berbagai latar. Dari sini, semangat menulis dan berbagi kebaikan akan terus menyala,” tuturnya.
(poe)
Lihat Juga :