Perkuat Kompetensi Teknisi Berbasis AI, Telkom Akses Hadirkan Fiber Academy
Kamis, 06 November 2025 - 17:00 WIB
loading...
Dorong para teknisi menciptakan solusi masa depan di bidang infrastruktur digital, PT Telkom Akses hadirkan Fiber Academy. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Dorong para teknisi menciptakan solusi masa depan di bidang infrastruktur digital, PT Telkom Akses hadirkan Fiber Academy. Laboratorium inovasi ini memadukan pelatihan teknis dengan kolaborasi kecerdasan buatan (AI).
Direktur Human Capital & Information Technology (HC & IT) Telkom Akses Nizar menegaskan teknologi harus menjadi alat untuk memperkuat peran manusia, bukan menggantikannya. “AI itu hanyalah alat. Teknologi tidak bisa berjalan tanpa manusianya. Tapi kalau manusianya siap, AI bisa meningkatkan efisiensi luar biasa,” ujarnya, Kamis (6/11/2025).
Fiber Academy awalnya difokuskan sebagai pusat pelatihan teknis, namun kini telah menjadi ruang inovasi terbuka. Di sana, karyawan dari berbagai jenjang dapat mengembangkan ide berbasis AI dan digitalisasi operasional. Saat ini, Telkom Akses telah memiliki 61 Fiber Academy di seluruh Indonesia, yang menjadi fondasi pengembangan kompetensi teknisi di berbagai daerah.
“Fiber Academy ini sebenarnya permata yang belum dipoles. Potensinya besar untuk menjadi pusat pelatihan fiber optik di Indonesia. Tapi sementara ini kita fokus untuk internal dulu, memastikan semua teknisi punya standar kompetensi yang sama,” jelas Nizar.
Baca juga: Algoritma Grok Terdeteksi Meminta Penggunanya untuk Berbuat Mesum
Selain itu, Telkom Akses menerapkan model pembelajaran 70:20:10, yang menekankan experiential learning 70%, social learning 20%, dan formal learning 10%. Melalui pendekatan ini, program coaching, mentoring, beasiswa, hingga rotasi jabatan menjadi bagian dari pengembangan karier karyawan.
AI juga diterapkan di berbagai aspek kerja, mulai dari penyaringan CV kandidat baru, penilaian presentasi calon manajer, hingga analisis performa teknisi secara real-time. Jajaran pimpinan perusahaan pun mengikuti pelatihan AI Literacy agar lebih adaptif terhadap lanskap digital yang terus berubah.
Baca juga: Sederhana dan Religius, Jenderal Kopassus Ini Larang Istrinya Naik Mobil Dinas
Ke depan, Telkom Akses mengembangkan sistem Workforce Management (WFM) berbasis AI untuk memantau produktivitas teknisi di lapangan. Sistem ini memungkinkan manajemen meninjau performa dan efisiensi kerja teknisi secara real-time sekaligus mengoptimalkan proses kerja di berbagai wilayah.
“Teknologi itu netral, yang membedakan adalah siapa yang menggunakannya. AI tidak bisa menggantikan sentuhan manusia dalam hal empati, keputusan, dan kreativitas,” tegas Nizar.
Direktur Human Capital & Information Technology (HC & IT) Telkom Akses Nizar menegaskan teknologi harus menjadi alat untuk memperkuat peran manusia, bukan menggantikannya. “AI itu hanyalah alat. Teknologi tidak bisa berjalan tanpa manusianya. Tapi kalau manusianya siap, AI bisa meningkatkan efisiensi luar biasa,” ujarnya, Kamis (6/11/2025).
Fiber Academy awalnya difokuskan sebagai pusat pelatihan teknis, namun kini telah menjadi ruang inovasi terbuka. Di sana, karyawan dari berbagai jenjang dapat mengembangkan ide berbasis AI dan digitalisasi operasional. Saat ini, Telkom Akses telah memiliki 61 Fiber Academy di seluruh Indonesia, yang menjadi fondasi pengembangan kompetensi teknisi di berbagai daerah.
“Fiber Academy ini sebenarnya permata yang belum dipoles. Potensinya besar untuk menjadi pusat pelatihan fiber optik di Indonesia. Tapi sementara ini kita fokus untuk internal dulu, memastikan semua teknisi punya standar kompetensi yang sama,” jelas Nizar.
Baca juga: Algoritma Grok Terdeteksi Meminta Penggunanya untuk Berbuat Mesum
Selain itu, Telkom Akses menerapkan model pembelajaran 70:20:10, yang menekankan experiential learning 70%, social learning 20%, dan formal learning 10%. Melalui pendekatan ini, program coaching, mentoring, beasiswa, hingga rotasi jabatan menjadi bagian dari pengembangan karier karyawan.
AI juga diterapkan di berbagai aspek kerja, mulai dari penyaringan CV kandidat baru, penilaian presentasi calon manajer, hingga analisis performa teknisi secara real-time. Jajaran pimpinan perusahaan pun mengikuti pelatihan AI Literacy agar lebih adaptif terhadap lanskap digital yang terus berubah.
Baca juga: Sederhana dan Religius, Jenderal Kopassus Ini Larang Istrinya Naik Mobil Dinas
Ke depan, Telkom Akses mengembangkan sistem Workforce Management (WFM) berbasis AI untuk memantau produktivitas teknisi di lapangan. Sistem ini memungkinkan manajemen meninjau performa dan efisiensi kerja teknisi secara real-time sekaligus mengoptimalkan proses kerja di berbagai wilayah.
“Teknologi itu netral, yang membedakan adalah siapa yang menggunakannya. AI tidak bisa menggantikan sentuhan manusia dalam hal empati, keputusan, dan kreativitas,” tegas Nizar.
(cip)
Lihat Juga :