Minta Masyarakat Setop Budaya Hujat Menghujat, Prabowo: Hormati Jasa Para Pemimpin
Kamis, 06 November 2025 - 13:03 WIB
loading...
Presiden Prabowo Subianto mengajak masyarakat untuk menghentikan budaya hujat menghujat. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengajak masyarakat untuk menghentikan budaya hujat menghujat. Prabowo meminta seluruh pihak menghormati jasa para pemimpin.
Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri peresmian pabrik New Ethylene Project PT Lotte Chemical Indonesia di Cilegon, Banten, Kamis (6/11/2025). Mulanya, Prabowo mengaku meminta kepada jajarannya untuk mengundang Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Menurut Prabowo, realisasi investasi ini dimulai sejak era kepemimpinan Jokowi. Mulai dari lobi Jokowi dengan pimpinan Korea Selatan hingga lahir kesepakatan.
“Jadi sepantasnya beliau ke sini, hanya beliau minta maaf, beliau telepon saya, beliau belum bisa hadir dan saya sampaikan kita maklumi,” kata Prabowo dalam sambutannya.
Baca juga: Prabowo: Jokowi Tidak Pernah Nitip Apa-apa Sama Saya
Prabowo mengingatkan, kepada masyarakat Indonesia untuk pandai menghormati jasa semua pemimpin. Sebab, pemimpin juga merupakan manusia.
“Pemimpin itu manusia, apakah pemimpin mahaparipurna, ya tidak. Kita punya rasa keadilan di hati kita, marilah kita menjadi manusia yang jernih, marilah kita menghormati orang tua, semua yang berjasa,” ujar dia.
Baca juga: Sederhana dan Religius, Jenderal Kopassus Ini Larang Istrinya Naik Mobil Dinas
Prabowo kemudian mengingatkan budaya dan tradisi Indonesia di semua suku, termasuk Jawa, terkait hal tersebut. Mikul dhuwur mendhem jero, sebuah filosofi Jawa yang berarti menjunjung tinggi kebaikan seseorang (seperti orang tua, pemimpin, atau sesama) dan memendam atau menutupi kekurangan atau aib mereka.
"Hal yang baik kita angkat setinggi-tingginya. Kalau ada kekurangan ya kita pendem, kita perbaiki, tapi janganlah kita teruskan budaya hujat menghujat, ejek mengejek, kita harus kerja keras,"ucapnya.
Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri peresmian pabrik New Ethylene Project PT Lotte Chemical Indonesia di Cilegon, Banten, Kamis (6/11/2025). Mulanya, Prabowo mengaku meminta kepada jajarannya untuk mengundang Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Menurut Prabowo, realisasi investasi ini dimulai sejak era kepemimpinan Jokowi. Mulai dari lobi Jokowi dengan pimpinan Korea Selatan hingga lahir kesepakatan.
“Jadi sepantasnya beliau ke sini, hanya beliau minta maaf, beliau telepon saya, beliau belum bisa hadir dan saya sampaikan kita maklumi,” kata Prabowo dalam sambutannya.
Baca juga: Prabowo: Jokowi Tidak Pernah Nitip Apa-apa Sama Saya
Prabowo mengingatkan, kepada masyarakat Indonesia untuk pandai menghormati jasa semua pemimpin. Sebab, pemimpin juga merupakan manusia.
“Pemimpin itu manusia, apakah pemimpin mahaparipurna, ya tidak. Kita punya rasa keadilan di hati kita, marilah kita menjadi manusia yang jernih, marilah kita menghormati orang tua, semua yang berjasa,” ujar dia.
Baca juga: Sederhana dan Religius, Jenderal Kopassus Ini Larang Istrinya Naik Mobil Dinas
Prabowo kemudian mengingatkan budaya dan tradisi Indonesia di semua suku, termasuk Jawa, terkait hal tersebut. Mikul dhuwur mendhem jero, sebuah filosofi Jawa yang berarti menjunjung tinggi kebaikan seseorang (seperti orang tua, pemimpin, atau sesama) dan memendam atau menutupi kekurangan atau aib mereka.
"Hal yang baik kita angkat setinggi-tingginya. Kalau ada kekurangan ya kita pendem, kita perbaiki, tapi janganlah kita teruskan budaya hujat menghujat, ejek mengejek, kita harus kerja keras,"ucapnya.
(cip)
Lihat Juga :