Apkarindo Komitmen Bersama Mentan Majukan Lagi Karet Nasional

Rabu, 05 November 2025 - 22:58 WIB
loading...
Apkarindo Komitmen Bersama...
Asosiasi Petani Karet Indonesia (Apkarindo) menegaskan komitmen untuk berjalan bersama Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam upaya mempercepat kebangkitan karet rakyat di Indonesia. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Asosiasi Petani Karet Indonesia (Apkarindo) menegaskan komitmen untuk berjalan bersama Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam upaya mempercepat kebangkitan karet rakyat di Indonesia. Hal itu disampaikan Ketua Umum Apkarindo Irfan Ahmad Fauzi usai melakukan audiensi dengan Menteri Pertanian di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Rabu (5/11/2025).

Dalam pertemuan itu, Apkarindo menyampaikan sejumlah aspirasi dan rekomendasi kebijakan yang disambut dengan sangat baik oleh Menteri Pertanian. “Pak Menteri mendengar langsung suara petani karet rakyat dan berkomitmen untuk segera menindaklanjuti langkah-langkah strategis yang kami usulkan. Beliau ingin memastikan karet kembali menjadi komoditas unggulan nasional yang menyejahterakan rakyat,” ujar Irfan.

Irfan menjelaskan, Mentan Amran Sulaiman senantiasa menunjukkan keteguhan dan fokus bekerja membela kepentingan petani. “Pak Menteri tidak menanggapi dengan perdebatan, tapi dengan kerja. Beliau tetap turun ke lapangan, menerima aspirasi petani, dan mencari solusi konkret. Ini sikap pemimpin yang kami hormati dan dukung,” tambahnya.

Baca juga: Produksi Tembus 34,77 Juta Ton, Mentan Amran: Tahun Ini Tidak Ada Impor Beras

Dalam audiensi itu, Apkarindo mengajukan beberapa langkah prioritas untuk memperkuat sektor karet rakyat. Pertama, percepatan program replanting dengan skema tumpangsari jagung di lahan replanting, agar petani tetap memiliki penghasilan selama masa tanam ulang.

Kedua, memasukkan komoditas karet dalam skema pendanaan BPDP, seperti sawit, guna memperkuat pembiayaan dan riset hilirisasi. Ketiga, perluasan penggunaan karet alam dalam campuran aspal jalan dan proyek infrastruktur nasional, agar serapan hasil kebun rakyat meningkat.

Keempat, revisi Permentan Nomor 38/Permentan/OT.140/8/2008 tentang Pedoman Pengolahan dan Pemasaran Bahan Olah Karet (BOKAR) untuk menata ulang tata niaga karet agar lebih adil, transparan, dan memberikan harga yang layak bagi petani.

“Revisi Permentan 38/2008 sangat mendesak. Aturan lama sudah tidak sesuai dengan dinamika di lapangan. Petani sering dirugikan karena sistem jual beli yang tidak transparan. Dengan pembaruan regulasi, tata niaga karet bisa diperbaiki dari hulu ke hilir, dan petani memperoleh kepastian harga,” ujar Irfan.

Menurutnya, Menteri Pertanian menyambut positif seluruh gagasan tersebut dan menyatakan siap mempercepat realisasinya. Amran Sulaiman juga menegaskan bahwa kebijakan replanting, tumpangsari, dan penguatan tata niaga akan dikawal langsung oleh Kementan agar manfaatnya benar-benar dirasakan petani di lapangan.

Apkarindo menilai langkah ini sejalan dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan kesejahteraan petani sebagai prioritas nasional. Saat ini, luas perkebunan karet Indonesia mencapai lebih dari 3,6 juta hektare, di mana lebih dari 85 persen dikelola oleh petani rakyat. Dengan dukungan kebijakan yang berpihak dan penguatan kelembagaan petani, potensi karet rakyat diyakini bisa kembali menjadi kebanggaan nasional.

“Pertemuan ini menegaskan satu hal: petani karet tidak sendiri. Pemerintah ada bersama mereka. Kami di Apkarindo siap berkolaborasi dengan Kementerian Pertanian untuk mewujudkan kebangkitan karet rakyat Indonesia,” pungkas Irfan.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Aspal Karet: Solusi...
Aspal Karet: Solusi Senyap di Tengah Gejolak Energi Global
Mudik, Ban, dan Nasib...
Mudik, Ban, dan Nasib Petani Karet Indonesia
Presiden Prabowo Anugerahkan...
Presiden Prabowo Anugerahkan Bintang Jasa kepada Mentan hingga Tokoh Tani
Breaking News! Mentan...
Breaking News! Mentan Bongkar Impor Beras Ilegal 250 Ton di Sabang
Sikapi Polri Aktif di...
Sikapi Polri Aktif di Kementan, Amran: Sangat Membantu
Dukung Soeharto Diberi...
Dukung Soeharto Diberi Gelar Pahlawan Nasional, Apkarindo: Bapak Pembangunan Karet Rakyat
Apkarindo Gelar Rembug...
Apkarindo Gelar Rembug Petani Karet dan Ketahanan Pangan Jagung di Kaltim
Apkarindo Sumsel dan...
Apkarindo Sumsel dan JICA Uji Coba Teknologi Pengendalian Gugur Daun Karet Skala 150 Hektare
Indonesia Impor Pangan...
Indonesia Impor Pangan hanya 5% dari 11 Komoditas
Rekomendasi
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Cara Seru Nonton Beragam...
Cara Seru Nonton Beragam Microdrama di V+Short, Bikin Ketagihan!
MotoGP Indonesia 2026...
MotoGP Indonesia 2026 Resmi Diluncurkan, Mandalika Siap Sambut Sorotan Dunia
Berita Terkini
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap, Polda Metro Jaya: Berkas Perkara Lengkap
Usai Ditangkap, Roy...
Usai Ditangkap, Roy Suryo dan Dokter Tifa Bakal Dibawa ke RS Polri
KPK Kembali Periksa...
KPK Kembali Periksa Silmy Karim, Bukti-bukti Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi Didalami
Sikapi Putusan PN Jakpus,...
Sikapi Putusan PN Jakpus, Kuasa Hukum PPP Maluku Akan Tempuh Kasasi
Penangkapan dr Tifa...
Penangkapan dr Tifa dan Ujian Negara Hukum di Tengah Polemik Ijazah Jokowi
Protes Penangkapan Roy...
Protes Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa, Ahmad Khozinudin Bandingkan Silfester Matutina yang Tak Kunjung Dieksekusi
Infografis
Kaleidoskop 2025: 6...
Kaleidoskop 2025: 6 Peristiwa Politik Nasional yang Menggemparkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved